
Sosok pria tampan itu adalah Chiko, dia memang sengaja datang karena di utus oleh Axelle untuk mengantarkan beberapa kue khusus yang sengaja dia pesan untuk sang istri tercintanya.
“Hai Kakak Micha cantik, kita bertemu lagi.” Sapa Chiko tersenyum manis.
Hal itu membuat Joel dan juga Yora menatap heran Micha dan Chiko bergantian.
“Hai Chiko..!! Mengapa kamu bisa ada di sini?” Tanya Micha.
“Aku mendapat tugas mengantarkan ini untuk Kak Micha.” Sahut Chiko menunjukkan kotak boks yang berada di tangannya.
“Kue?! Tapi aku tidak pesan kue Chiko?” Tanya Micha heran.
“Ini Kak Axelle yang memesannya secara khusus untuk Kak Micha.” Sahut Chiko.
“Perhatian sekali suamiku.” Celetuk Micha senang.
“Bolehkan aku ikut duduk dahulu Kak Micha?!” Ucap Chiko membuat Micha merasa bersalah.
“Ah..maaf Chiko, silahkan duduk.”
“Micha siapa dia?” Tanya Yora kemudian.
“Iya Micha, kenapa kalian begitu akrab.” Imbuh Joel.
“Ah..hai Kakak-kakak cantik. Perkenalkan aku Chiko.” Sahut Chiko memperkenalkan diri.
“Dia rekan kerjaku sewaktu di toko kue. Dia tampan bukan.” Ucap Micha menyanjung Chiko di hadapan kedua sahabatnya.
Tanpa sadar di belakang Micha sudah berdiri tegap Axelle dengan kedua tangannya yang terlipat di depan dada dan dengan raut wajahnya yang masam. Kedua sahabat Micha pun hanya saling senggol dan saling melempar pandangan.
“Hei..kenapa kalian berdua diam saja? Tidakkah kalian tertarik dengan Chiko? Ya walau dia masih bronis.” Imbuh Micha lagi.
“Oh jadi kamu memuji pria lain di belakangku.” Ucap Axelle.
Micha terkejut saat mendengar suara Axelle yang sudah tepat berada di belakangnya, Micha kemudian menoleh secara perlahan dan tersenyum canggung.
“Sayang jangan salah paham dulu, aku memuji Chiko karena aku ingin memperkenalkan dia pada Joel dan Yora. Mungkin saja mereka terterik.” Jelas Micha.
“Tetap saja kamu tidak boleh memuji pria lain selain diriku.”
“Baiklah, aku tidak akan memuji pria lain lagi. Tapi mengapa kamu kemari? Aku tidak enak dengan yang lain, jika kamu terus menerus menemuiku di jam kantor sayang.” Jelas Micha.
“Ini kantorku dan kamu istriku jadi terserah aku jika ingin menemuimu di manapun itu. Sayang kamu tidak berhak menolaknya.” Tegas Axelle.
“Oh tidak narsis nya mulai kambuh lagi.” Ucap Micha dalam hati.
“Aku tahu ini perusahaanmu dan aku ini istrimu sayang, tapi setidaknya jangan terlalu mengumbar hubungan kita saat di perusahaan, aku merasa tidak nyaman dengan yang lainnya. Sudahlah sayang lebih baik kamu kembali ke ruanganmu dulu ya.” Pinta Micha lembut.
Axelle kemudian pergi dengan raut wajah yang kesal. Dia tidak suka istrinya memuji pria lain meski itu hanya sekedar di tujukkan kepada sahabatnya, di tambah Micha melarangnya untuk tidak sering-sering menemuinya.
“Kak Micha sebaiknya Kakak mengejar ke Axelle, dia terlihat begitu kesal.” Ucap Chiko.
“Benar Micha sebaiknya kamu segera mengejar suamimu.” Imbuh Yora
“Jangan sampai kesalahpahaman menyerang rumah tangga kalian.” Jelas Joel.
“Baiklah kalian nikmatilah kue ini bersama, aku akan menenangkannya.” Sahut Micha.
Ketiganya pun mengangguk pelan, dengan segera Micha mengajar langkah Axelle yang hampir sampai di depan pintu lift khusus CEO. Tak butuh waktu lama Micha segera menarik tangan Axelle memasuki lift tersebut. Axelle cukup terkejut saat Micha tiba-tiba menariknya lebih dulu memasuki lift.
“Mengapa mengejarku.” Celetuk Axelle singkat.
“Sayang kita bicarakan di dalam kantormu nanti ya.” Sahut Micha manja.
Sesampai di ruangan Axelle tanpa berpikir panjang lagi Micha langsung mencium kilas bibir suaminya.
“Jangan marah lagi ya sayang. Aku tidak bermaksud untuk menyanjung pria lain selain dirimu.” Jelas Micha sembari memutar telunjuk jarinya di dada bidang Axelle.
“Baiklah aku akan memaafkanmu sayang. Tapi..” Perkataan Axelle terputus tatkala telunjuk Micha menyentuh bibir Axelle.
“Aku tahu, tapi kita lanjutkan nanti malam saat di rumah.” Sahut Micha yang mengerti akan keinginan suaminya itu.
“Sekarang sudah waktunya aku bekerja kembali sayang, kamu harus sabar sayang.” Imbuh Micha lagi.
Axelle tak mampu berucap lagi saat istrinya lebih agresif di banding dirinya. Dia hanya menuruti apa yang Micha ucapkan.
“Selamat bekerja kembali sayang, akan ku tunggu janjimu malam ini.” Ucap Axelle menggoda.
Micha mengedipkan satu matanya dan tersenyum menggoda, sebelum dirinya benar-benar keluar dari ruangan suaminya itu.
*****
Tak terasa hari pernikahan Enzi dan juga Jaxson berlangsung dengan lancar dan meriah, semua keluarga besar Jaxson dari Ausy pun juga menghadiri pernikahannya, termasuk Neny keponakannya yang centil itu.
Pernikahan keduanya memang di gelar cukup megah, dari para sahabat, karyawan, rekan kerja atau kolega semua hadir di acara pernikahan mereka.
Terlihat jelas raut wajah bahagia kedua pengantin itu. Begitu juga para tamu yang hadir turut mengucapkan doa akan hari bahagia mereka.
“Meski semua karyawan di undang ke pernikahan mereka, tapi aku masih tetap belum terbiasa dengan suasana kalangan atas ini.” Ucap Yora dalam hatinya.
Yora memang memilih untuk berdiri di tempat yang tidak terlalu ramai, dia melihat Jaxson dan Enzi dari kejauhan. Tanpa sadar sosok pria menghampiri Yora yang masih asyik dengan lamunannya.
“Yora apa kamu baik-baik saja?” Tanya pria itu mengejutkan Yora.
Yora terdiam ternganga, dia terkejut dan menjadi salah tingkah. Yora merasa sedikit kesulitan saat ingin menjawab pertanyaan yang sederhana itu. Tenggorokannya terasa tercekat.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Jangan lupa dukung author guys....
• FAVORIT ❤
• RATE ⭐⭐⭐⭐⭐
• LIKE ❤
• KOMEN (Kritik & sarannya juga ya)
• VOTE seikhlasnya🙏
TERIMA KASIH SEMUA ATAS DUKUNGANNYA🙏🙏🙏😘😘😘