
Keesokan paginya Micha bangun lebih awal daripada Axelle, dia menatap lekat wajah tampan suaminya itu. Betapa bahagianya dia bisa menikah dengan laki-laki yang amat di cintainya.
Sungguh berbeda dengan nasib mamanya dahulu yang harus menikah karena perjodohan, namun tetap pada akhirnya rumah tangga kedua orang tuanya berakhir bahagia hingga sekarang.
Melihat Axelle yang masih sangat lelap, Micha pun perlahan turun dari tempat tidurnya, lalu dia pergi membersihkan dirinya. Setelah usai Micha pun beranjak pergi ke dapur untuk membuatkan beberapa sandwich dan segelas susu untuk suami tercintanya.
“Non biar Bibi saja yang buatkan.” Ucap salah seorang asisten rumah tangga.
“Tidak usah Bi, aku ingin bisa mengurus keperluan suamiku sendiri. Bibi masak untuk yang lain saja ya.” Sahut Micha.
“Baiklah Non.”
Setelah usai mempersiapkan sarapan untuk Axelle, Micha pun kembali ke kamarnya dan sesampainya di sana ternyata Axelle sedang berada di kamar mandi.
Micha sekilas melihat ponselnya yang ternyata ada pesan masuk dari Enzi, dia memberikan alamat rumahnya yang saat ini.
“Tadi kamu kemana sayang?” Suara khas Axelle sedikit memgejutkan Micha yang masih asik dengan ponselnya.
Micha menelan salivanya dan tertegun sesaat melihat tubuh Axelle suaminya yang di penuhi otot dan perutnya yang sangat sispek. Gadis mana yang tidak tergoda dan terpesona dengan pemandangan indah ini, seorang pria tampan yang seusai mandi dengan tubuh idealnya sedang berdiri tegap di hadapanmu dengan hanya mengenakan lilitan handuk di bagian bawahnya saja.
“Sayang air liurmu hampir terjatuh.” Celetuk Axelle menyadarkan Micha.
“Mana? Tidak ada?” Elak Micha tersipu malu.
“Cepatlah pakai pakaianmu, aku membawakan sarapan untukmu sayang.” Ucap Micha mengalihkan pembicaraan.
“Baiklah sayang.”
Micha hanya membalikkan tubuhnya saat Axelle mengenakan pakaiannya, karena dirinya sendiri masih malu menatap tubuh Axelle yang telanjang, walaupun mereka sudah resmi sebagai suami istri.
“Sayang hari ini kita jenguk Nenek dan ke Makam Mama lagi ya.” Ucap Axelle di sela ia memakan sandwichnya.
“Iya sayang.” Sahut Micha lembut.
FLASHBACK ON
Satu hari sebelum hari pernikahan Axelle dan Micha, Axelle membawa Micha untuk menemui keluarganya yang tersisa satu-satunya untuknya. Micha sempat gugup akan hal itu, namun saat tempat yang di tuju adalah rumah sakit, Micha pun merasa bingung dan heran.
Mengapa Axelle membawanya kesana, karena sebelumnya Micha memang tidak mengetahui keluarga Axelle di mana dan Axelle sendiri pun tidak pernah menyinggungkan sesuatu tentang hal yang menyangkut keluarganya.
Axelle berjalan di sepanjang lorong rumah sakit yang berada di lantai tiga, Micha hanya terus mengikuti langkah kaki Axelle tanpa bertanya apapun pada Axelle. Meski di lubuk hatinya sudah banyak pertanyaan yang ingin dia utarakan, namun melihat situasi yang seperti ini Micha memilih untuk diam.
Axelle pasti akan menjelaskannya nanti. Dan sesampainya di salah satu kamar rawat VIP terlihat seorang nenek terbaring lemah tak berdaya disana. Axelle dan Micha lalu mengenakan pakaian khusus yang di sediakan pihak rumah sakit, dan memasuki ruang rawat itu secara perlahan.
Axelle duduk di samping neneknya yang masih terbaring tak berdaya dengan berbagai alat yang menempel pada tubuhnya. Mata Axelle pun terlihat sedikit memerah.
“Nek, maafkan Axe ya karena jarang sekali menengok Nenek. Aku kemari karena aku ingin memperkenalkan calon istriku Nek.” Ucap Axelle sambil menggenggam erat tangan sang Nenek.
“Dia bernama Micha Nek, gadis yang cantik, baik dan juga ceria. Dia juga sayang keluarga seperti Mama Nek. Aku mohon Nenek segera bangun ya dan bertatap muka dengan calon istriku.” Ucap Axe lagi.
“Axe kamu harus sabar dan tenang ya, kita harus banyak berdoa untuk kesembuhannya Axe. Jika Nenek melihatmu seperti ini dia pasti akan sedih.” Ucap Micha menenangkan Axelle.
“Benar apa yang kamu ucapkan sayang dan maafkan aku baru hari ini bisa memperkenalkanmu dengan Nenekku. Beliau adalah satu-satunya keluargaku yang tersisa saat ini sayang.” Ucap Axelle dengan nada yang amat sedih dan getir.
“Memang keluarga kamu yang lain kemana Axe, misalnya Kakek dan kedua orang tuamu?” Tanya Micha penasaran.
“Kakek dan Mama sudah pergi hampir di waktu yang bersamaan. Aku akan menceritakannya padamu nanti, tapi secara perlahan ya sayang, jadi aku ingin meminta kesabaranmu.”
“Baiklah aku akan menunggunya Axe. Dan maaf karena aku menanyakan hal ini.”
“Tidak apa Micha sayang. Kamu adalah calon istriku jadi kamu berhak mengetahui semua tentangku.”
“Namun aku akan menceritakannya nanti setelah kita usai menikah. Mari sekarang kita pergi ke makam Kakek dan juga Mamaku.” Ucap Axelle lagi.
Micha sempat ingin menanyakan sosok ayah Axelle namun sedari dia melontarkan pertanyaan mengenai keluarganya Axelle sama sekali tidak menyinggung soal ayahnya, hal itulah yang membuat Micha mengurungkan niatnya untuk bertanya.
Karena Micha takut salah bertanya dan semakin membuat calon suaminya itu sedih. Seusai dari makam Kakek dan Mama Axelle mereka berdua pun bergegas untuk kembali.
FLASHBACK END
Seusai sarapan berdua Axelle dan Micha kemudian beranjak turun ke ruang makan dimana disana sudah ada kakek, nenek dan kedua orang tua Micha yang sedang menyantap sarapan mereka masing-masing.
“Kalian sudah selasai sarapan ya?” Tanya Mama Alice.
“Iya Mah.” Sahut Micha.
Micha di paksa untuk ikut sarapan berdua dengan Axelle yang tadinya Micha tidak ingin sarapan terlebih dahulu.
Micha lalu meletakan piring dan gelas kotor di wastafel. Setelahnya mereka ikut bergabung duduk di meja makan, untuk mengutarakan bahwa hari ini Axelle akan membawa Micha untuk mulai tinggal bersama di rumahnya dan sekaligus ingin pergi ke rumah sakit menjenguk nenek Axelle dan juga berkunjung ke makam kakek serta mama Axelle.
.
.
.
.
.
.
Bersambung......
Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁
Terima Kasih 🙏🙏