MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
Keputusan



Keadaan cukup tegang saat Enzi sudah mengeluarkan jawabannya.


“Aku setuju untuk menikah...” Ucap Enzi terputus.


“Tapi bukan dengan Wilfred melainkan dengan Jaxson sahabat Wilfred.” Lanjut Enzi tegas.


FLASHBACK ON


Seusainya Jaxson bertemu dan makan siang dengan Axelle dan juga Jarvis. Neny keponakan Jaxson menghubunginya bahwa dia ingin bertemu dan tahu di mana Jaxson tinggal.


Jaxson tak mampu menolak keinginan Neny, keduanya kemudian bertemu di bar hotel. Neny sangat antusias dan penasaran dengan gadis yang sudah membuat kakak sepupunya itu jatuh hati.


“Ayolah kak perlihatkan fotonya padaku, aku sungguh tidak sabar jika harus menunggu nanti malam.” Rengek Neny.


Jaxson tak mampu berbuat apapun, dia hanya pasrah dengan sikap manja keponakannya itu, jika Neny sudah berkeinginan dia akan terus mengejarnya sampai dapat.


“Baiklah, tunggu sebentar.” Sahut Jaxson sembari membuka galeri foto di ponselnya.


Jaxson lalu menyodorkan ponselnya pada Neny untuk memperlihatkan foto Enzi. Terlihat Neny begitu antusias memperhatikan foto Enzi di ponsel kakaknya itu.


“Dia gadis yang cantik kak, apakah aku boleh meminta nomor ponselnya?” Rengek Neny lagi.


“Untuk apa?” Tanya Jaxson mengerutkan dahinya.


“Dia sebentar lagi akan jadi Kakak iparku, bagaimana bisa aku tidak memiliki nomor ponselnya Kak.” Jawab Neny mengerucutkan bibirnya.


“Haih...baiklah, cari sendiri di kontak person Kakak, namanya Enzi.” Sahut Jaxson menghela nafas pelan.


“Ok dapat, terima kasih Kak. Kalau begitu akau pamit ya Kak.” Ucap Neny tanpa basa basi lagi.


“Apa?! Kamu kemari hanya untuk dua hal tersebut?”


“Iya, memangnya untuk apa lagi Kak.” Sahut Neny sembari menjulurkan lidahnya pada Jaxson.


Neny selalu saja bisa membuat Jaxson kesal dengan tingkah lakunya itu.


“Awas saja kalau sampai macam-macam.” Sentil Jaxson pada jidat Neny.


“Awww..sakit Kak!! Tenang saja Kak Jax, aku tidak mungkin menyakitinya.” Ucapnya sembari mengusap jidatnya yang sakit.


“Ya sudahlah, sekarang kembalilah ke tempatmu. Jangan lupa untuk datang nanti malam.”


“Siap Kak, bye Kak Jax.” Lambainya lalu bergegas pergi dari bar.


Jaxson menatap heran kelakuan adiknya itu. Dirinya sempat berpikir jika Neny akan melakukan sesuatu pada Enzy tapi dia segera menampik pikirannya itu.


Di sisi lain, Neny kini sedang menunggu seseorang di salah satu kedai kopi yang cukup ramai di Inggris. Orang yang di tunggunya pun tak lama datang, Neny segera melambai ke arahnya karena dia terlihat kebingungan mencarinya.


“Hai Kak..!!” Sapa Neny.


Gadis itu terkejut saat melihat sosok Neny, dia berjalan dengan tubuh gemetar. Neny pun sempat bingung karena sikap gadis itu tiba-tiba berubah saat melihat dirinya.


“Silahkan duduk Kak Enzi.” Ucap Neny tersenyum ke arah Enzi.


Enzi hanya membalas dengan senyum palsu, hatinya mulai terasa sesak kembali. Sungguh tidak dia sangka gadis yang bersama Jaxson tadi menghubunginya dan meminta bertemu dengannya.


Enzi gemetaran merasa takut bahwa apa yang di pikirannya sungguh menjadi kenyataan, meski gadis muda di hadapannya ini begitu sopan padanya. Namun tak akan ada yang tahu apa yang akan di lakukannya nanti.


Pikiran negatif terus menghantui benak Enzi. Karena hatinya yang sudah tidak tenang, Enzi menyesap coklat hangat yang telah di pesankan oleh gadis itu agar dirinya bisa mengendalikan emosinya yang saat ini sudah beradu menjadi satu.


“Kak Enzi kenalkan aku Neny, maaf sebelumnya Kakak pasti masih bingung aku siapa bukan?”


“I..iya aku belum tahu kamu siapa Neny.” Jawab Enzi tergagap.


“Kak aku mau beri tahu hal penting sama Kakak, hanya saja jangan sampai orang lain tahu ya Kak.” Pinta Neny.


“Oke.”


“Apa dia mau memberitahu hal bahwa dia adalah kekasih Jaxson untuk memperingatkanku. Tapi bagaimana gadis ini bisa tahu nomor ponsel dan namaku.” Seru Enzi dalam hati.


“Kak nanti malam akan ada kejutan untuk Kak Enzi, aku ingin membocorkan rahasia ini.” Ucap Neny tertawa ringan.


Karena Neny termasuk orang yang sama sekali tidak bisa menjaga mulutnya atau rahasia orang.


“Rahasia?” Sahut Enzi mengernyitkan dahinya.


“Iya Kak, nanti malam Kakakku akan melamar Kak Enzi. Tapi Kakak janji jangan bilang ke orang lain dahulu ya. Aku bisa di hukum Kak Jaxson kalau dia sampai tahu aku memberitahukan hal ini pada Kak Enzi.” Ucap Neny panjang lebar.


“A..Apa?! Kakak?! Jaxson?! Melamar siapa?!” Tanya Enzi beruntun karena dirinya belum bisa mencerna apa yang di ucapkan oleh Neny.


“Berarti selama ini aku salah paham padanya.” Ucap Enzi lirih.


Kini dalam hati Enzi ada rasa lega dan tak percaya. Merasa bersalah karena telah salah paham pada Jaxson. Ternyata Jaxson sengaja diam-diam mempersiapkan kejutan lamaran untuknya dengan sengaja membohonginya.


“Tunggu sebentar..!! Dari raut wajah Kak Enzi sepertinya Kak Enzi mengira aku kekasih Kak Jax? Sehingga sedari tadi Kak Enzi selalu menghindari tatap muka denganku?” Tebak Neny.


“Ma..maaf Neny, aku sungguh tidak tahu kalau Jaxson mempunyai adik.” Sahut Enzi merasa bersalah.


“Haih..selalu saja seperti ini. Ya sudahlah yang terpenting sekarang Kak Enzi sudah tidak salah paham padaku. Aku bukan adik kandungnya Kak, aku keponakannya.” Jelas Neny lagi.


“Terima kasih Neny kamu sudah memberitahukan hal ini. Akhirnya aku bisa menggagalkan rencana perjodohanku nanti malam.” Ucap Enzi senang.


“Perjodohan?” Tanya Neny terkejut.


“Iya Neny malam ini aku di paksa di jodohkan dengan sahabat teman Kakakmu sendiri. Jika kamu tidak memberitahukanku hal ini, mungkin saja aku akan terpaksa menerima perjodohan itu.”


“Ah..berarti keputusanku tepat. Kak Enzi jangan sampai mengecewakan Kakakku ya, jika Kak Enzi menyakiti hati Kak Jax, aku tidak akan pernah memaafkan Kak Enzi.” Ancam Neny.


“Tentu saja Neny sayang, sekarang hatiku merasa lega. Terima kasih karena kamu, kesalahpahamanku pada Kakakmu sudah hilang.”


“Sama-sama Kak Enzi, semoga malam ini semua berjalan lancar dan perjodohan Kak Enzi berhasil gagal. Aku sangat mendukung Kak Enzi dengan Kak Jaxson.” Ucap Neny bersemangat.


“Terima kasih Neny.” Sahut Enzi terharu.


Dua gadis itu terlarut dalam perbincangan ringan. Dan lebih saling mengenal satu sama lain. Hingga Enzi berpamitan karena waktu sudah menjelang sore, dirinya harus bersiap untu pertemuannya. Begitu juga dengan Neny yang akan ikut datang untuk menyaksikan lamaran Kakaknya nanti malam.


FLASHBACK END


“Apa..?! Apa maksud semua ini?! Putri anda ingin mempermalukan keluarga kami.” Teriak Papa Wilfred marah.


“Stop Pa...!! Aku yang menyuruh Enzi mengatakan yang sejujurnya.” Ucap Wil dengan nada yang tak kalah tinggi.


“Apa-apaan kamu Wil?! Kamu ingin menentang orang tuamu?!”


“Aku sudah lelah dengan peraturan keluarga yang selalu memaksa kehendak anaknya menjadi korban untuk keuntungan bisnis.” Wilfred sudah pada puncaknya.


Selama ini dia mencoba selalu diam dan tidak melawan tapi kini orang tuanya sungguh keterlaluan.


“Oh...kamu sudah bosan menjadi bagian keluarga San?! Baiklah Wilfred San saat ini kamu Papa coret dari ahli waris dan saya kecewa pada keluarga anda Pak Nolan.” Kecam Papa Wilfred yang langsung menarik istrinya pergi dari restauran itu.


Mama Wilfred kini hanya menatap sedih anaknya, yang tidak mau menuruti perintah Papanya atau aturan leluhur mereka. Sedangkan Wilfred hanya menatap nanar kedua orang tuanya yang sangat egois hanya mementingkan aturan leluhur dan keuntungan bisnis keluarga.


“Enzi kamu sudah lihat apa yang kamu lakukan?! Akibat dari semua perkataanmu?! Dan sekarang mana lelaki yang kamu harapkan itu?! Semuanya hanya angan-anganmu saja. Kamu benar-benar membuat Papa kecewa Enzi.” Ucap Nolan marah pada sang putri semata wayangnya.


“Tidak..Enzi tidak berangan-angan Om, semua apa yang Enzi katakan akan terwujud.” Ucap Jaxson yang sudah hadir di tengah perdebatan panas itu.


.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Jangan lupa wahai para readersku yang setia bantu Authornya supaya semakin semangat untuk Up nya..


√. Favorite supaya selalu dapat notif UP nya.


√. Like dan koment.


√. Beri rating 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


√. Bantu VOTE seikhlas kalian ya untuk dukung karya author.


√. Kritik dan saran kalian menjadi semangat untuk author agar menjadi lebih baik lagi untuk kedepannya.


Terima Kasih semua 🙏🙏🙏


EPISODE INI AKU PNJANGIN SEDIKIT YA.