
Micha sudah berdandan rapih dan menunggu sopir Kakeknya menjemput dirinya, tak selang beberapa lama sopir sang Kakek pun tiba di depannya. Micha langsung memasuki mobil itu dengan segera.
Di dalam mobil pun Micha hanya diam seribu bahasa dia menatap keluar arah jendela, dirinya masih terus terngiang-ngiang akan bayangan Axelle. Karena sesungguhnya Micha sudah sangat merindukannya padahal baru sehari mereka saling diam.
“Aku rindu kamu Axe.” Ucap Micha dalam hati.
Dia memejamkan matanya sejenak untuk menenangkan pikirannya yang saat ini sedang tak karuan. Karena terlalu menghayati pikirannya akhirnya Micha tertidur di dalam mobil.
Sesampainya di kediaman Alexander, Kakek Micha sudah menyambutnya akan tetapi Micha masih terlelap dalam tidurnya. Karena merasa kasian dengan cucu kesayangannya itu, Doni Alexander pun menyuruh tamu nya untuk membantu menggendong Micha ke kamarnya.
“Maaf merepotkanmu Nak.” Ucap Doni pada pria tersebut.
“Tidak apa-apa Kek, ini akan menjadi tugas saya nantinya.” Jawab sang pria itu dengan antusias.
“Hahaha kamu memang calon cucu menantu idaman.” Sahut sang Kakek.
Setelah pria itu membaringkan Micha di tempat tidurnya secara perlahan, pria itu pun menatap lekat wajah Micha, betapa kagumnya dia akan kecantikan yang Micha miliki. Pria itu menepikan rambut Micha yang menutupi sedikit wajahnya.
“Aku sangat ingin memilikimu Micha. Aku tak akan melepaskanmu lagi.” Ucap sang pria itu.
Setelah selesai menyelimuti tubuh Micha pria itu pun lalu pergi dari kamar Micha dan kembali ke ruang tamu bersama Kakek dan Nenek Micha untuk berbincang.
“Nak apakah kamu benar-benar serius dengan niatmu?” Tanya Kakek Micha serius.
“Benar Nak, apa kamu sudah siap dengan semuanya.” Sahut Nenek Micha.
“Kakek Nenek saya sudah siap dengan semuanya dan saya berjanji akan membuat Micha bahagia setelah menikah dengan saya.” Ucap pria bersungguh-sungguh.
“Baiklah kita tunggu kedua orang tua Micha tiba kesini, barulah nanti kita akan membicarakan semuanya lebih lanjut Nak.” Ucap Kakek Micha.
Hampir setengah jam pria itu menunggu kedatangan kedua orang tua Micha sambil berbincang dengan Kakek Nenek Micha. Mereka sudah sangat akrab sekali, bagai dengan cucu sendiri. Akhirnya kedua orang tua Micha pun tiba di kediaman Alexander.
“Apa kabar Ma Pa?” Ucap Alice sambil mencium punggung tangan kedua mertuanya itu.
“Baik sayang.” Sahut Rimala.
“Mana Zayn nya Alice?” Tanya Doni yang mencari-cari anak semata wayangnya itu.
“Masih di mobil Pa sedang mengambil sesuatu.” Jawab Alice sopan.
“Ini tamu untuk Micha ya Pa, Ma?”
“Iya sayang.” Sahut Rimala.
“Hallo tante.” Ucap pria itu dengan sopan.
Tak selang beberapa lama Zayn pun masuk ke dalam rumah dan memberi salam kepada kedua orang tuanya. Begitu pula dengan pria itu juga memberi salam pada Zayn.
“Maaf Pa lama, tadi Zayn sedang mengambil berkas untuk di berikan ke Papa.”
“Untuk Papa?” Tanya Doni heran.
“Iya Pa aku baru mendapatkannya pagi tadi dari pengirim yang tidak di kenal.” Ucap Zayn lagi.
“Memangnya apa isinya Zayn?”
“Zayn juga belum tahu Pa karena Zayn tidak membuka amplopnya.” Jawab Zayn.
Doni pun merasa penasaran apa sebenarnya isi di dalam amplop itu. Secara perlahan dia membuka amplop tersebut dan betapa terkejutnya saat melihat lembar kertas itu berupa saham sebesar 5% atas namanya dari perusahaan Star Group.
Tapi itu masih belum seberapa saat Doni Alexander membuka lembar-lembar berikutnya ada lagi saham sebesar 5% atas nama Zayn dan 10% atas nama Micha Alexander. Nama terakhir yang tercantum semakin membuat semua orang sangat terkejut.
Nama Micha bahkan tercantum disana dan itu 10% saham, betapa besar dan banyaknya hadiah yang mereka terima itu. Karena Doni maupun Zayn sangat tau perusahaan Star Group merupakan perusahaan yang besar dan hampir melebihi perusahaan Alexander sendiri.
Di tambah lagi misteriusnya CEO Star Group semakin membuat mereka bingung, bagaimana bisa CEO misterius itu memberikan dengan cuma-cuma saham sebesar itu kepada keluarga Alexander.
“Maaf semuanya jika hal ini membuat kalian terkejut, ini semua sebagai awal keseriusan saya dengan Micha. Bahwa saya benar-benar ingin menikahi Micha.”
“Benar Kek saya pemilik Star Group yang misterius itu. Maaf Kek ini semua demi keamanan semuanya sehingga menyembunyikan identitas saya dari publik. Saya belum bisa menjelaskan detailnya mengapa saya melakukan hal ini, intinya ini terkait masalah dengan keluarga Robert.” Jelas Axelle.
“Keluarga Robert?” Tanya Zayn yang semakin heran di buatnya.
Karena keluarga Alexander sendiri sangat mengetahui bahwa keluarga Robert ini sangat kejam dan selalu bermain curang tapi tidak banyak yang berani untuk menghadapi mereka.
“Memang apa hubungannya dengan keluarga Robert Nak?” Sahut Doni Alexander.
“Karena Leo Robert adalah papa saya, lebih tepatnya orang yang sudah membuat keluarga Mama saya hancur berantakan.”
“Kamu keturunan dari keluarga Robert dan Osmond yang menghilang itu?” Tanya Zayn lagi.
“Benar Om, mereka membuat berita seperti itu hanya untuk mengalihkan saja dari masalah yang sebenarnya, karena keluarga Robert tidak ingin nama baik keluarga mereka tercemar.” Jelas Axelle.
“Mereka menjadikan masalah menghilangnya saya untuk menghancurkan keluarga Osmond dan memperburuk nama keluarga Osmond. Sehingga publik hanya mengetahui bahwa hancurnya hubungan Keluarga Robert dan juga keluarga Osmond adalah kesalahan dari keluarga Osmond sendiri. Padahal kebenarannya adalah kebalikan dari semua itu.”Jelas Axelle lagi.
“Bagaimana kamu bisa dengan mudah menghadapi semua itu Nak.” Ucap Rimala sedih.
“Memang tidak mudah Nek, tapi Star Group menjadi semangat saya untuk membalas semua yang pernah keluarga Robert lakukan pada keluarga Osmond.”
“Jadi Star Group sebenarnya adalah perubahan dari perusahaan Osmond yang sudah hancur.” Ucap Axelle lagi.
Mereka terkagum-kagum dan juga haru atas cerita Axelle dan keluarganya, betapa tidak di usianya yang masih muda dia mampu memperjuangkan perusahaan keluarganya Osmond hingga sampai seperti ini di sisi lain dia juga membuka perusahaan Arion Group bersama para sahabatnya.
“Semoga nasib baik kini berpihak padamu ya Nak.” Ucap Doni Alexander.
“Terima kasih Kek.” Sahut Axelle sopan.
“Kamu memang pantas jadi menantuku.” Ucap Zayn sambil menepuk bahu Axelle.
“Aku bisa percaya bahwa kamu akan membahagiakan Micha anak semata wayangku.” Sahut Alice haru.
“Terima kasih semua, karena kalian sudah menyetujui saya untuk ikut masuk dalam keluarga Alexander.” Ucap Axelle bahagia.
Micha yang samar-samar mendengar keramaian pun perlahan membuka matanya. Dan betapa terkejutnya dia karena dirinya sudah berada di tempat tidurnya.
“Mengapa aku sudah berada disini, seingatku tadi masih di jalan. Lalu siapa yang memindahkanku kemari. Masa iya Kakek dan sopir Kakek?” Ucap Micha kebingungan.
“Ah..sudahlah aku sebaiknya membasuh muka dan turun kebawah.” Ucapnya lagi pada diri sendiri.
Setelah merasa segar dan merapikan make up nya, Micha pun bergegas menuju ruang tamu yang sedari tadi membuatnya penasaran. Karena begitu ramai disana.
Setelah melihat Kakek Neneknya dan kedua orang tuanya sedang berbincang disana Micha pun tersenyum. Tapi dia tidak mengetahui lelaki yang sedang berhadapan dengan keluarganya itu karena posisinya kini membelakangi Micha.
“Micha kamu sudah bangun Nak.” Ucap sang Nenek.
Mendengar hal tersebut Axelle pun langsung berbalik dan menatap Micha.
“Kamu...?!!” Micha pun terkejut karena Axelle berada di rumah Kakeknya.
.
.
.
.
.
Bersambung......
Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁
Terima Kasih 🙏🙏