MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
Perselingkuhan



Keesokan paginya gadis itu pun tersadar dan merasakan pusing di kepalanya, alangkah terkejutnya karena dia mendapati dirinya sudah berada di sebuah kamar yang mewah. Di tambah lagi di meja samping sudah tergeletak baju ganti, dirinya langsung mengecek tubuhnya yang ternyata masih berpakaian sangat lengkap.


“Huufftt..aku lega karena orang yang menolongku adalah orang baik, jika itu orang jahat habislah aku tadi malam.”


Setelah membersihkan dirinya dan berganti dengan pakaian yang telah di sediakan di atas meja tadi, gadis itu pun bersiap untuk pergi. Tapi belum sempat ia pergi, dirinya sudah kedatangan tamu yang tak lain pelayan tempat tersebut.


“Permisi nona Enzi.” Ucap seorang pelayan wanita.


“Iya, ada yang bisa saya bantu?” Sahut Enzi pada pelayan itu.


“Saya di suruh tuan untuk mengantarkan sarapan sekaligus sup pereda mabuk untuk Nona Enzi, di mohon Nona menerimanya agar tugas kami selesai sesuai dengan perintahnya.”


“Baiklah dan terima kasih.”


“Sama-sama Nona.”


Pelayan wanita itu pun lalu mendorong troli makanan masuk ke dalam ruang pribadi salah satu tuannya yaitu Jaxson.


“Oh ya apa saya boleh minta kartu nama tuanmu yang sudah menolong saya, agar saya bisa membalas budinya.” Ucap Enzi lagi.


“Tentu saja Nona, saya akan ambilkan terlebih dahulu.”


“Terima kasih.”


“Baik Nona, permisi.”


Setelah selesai meletakkan makanan di atas meja makan, pelayan wanita itu pun segera kembali ke tempatnya untuk meminta kartu nama tuannya pada manager disana. Tak membutuhkan waktu yang lama pelayan itu pun kembali ke ruangan tuannya Jaxson dan memberikannya pada Enzi.


“Jaxson..!! Hmm...nama yang indah.” Gumam Enzi lirih.


“Terima kasih ya.”


“Sama-sama Nona, kalau begitu saya permisi.” Ucap sang pelayan lalu pergi meninggalkan kamar tersebut.


Enzi hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Dirinya bahkan sama sekali belum mengenal Jaxson tapi dia sudah merasa ada feeling dengannya.


“Semoga saja dia memang pria yang baik. Aku bahkan belum sempat mendengarkan ceritanya semalam. Semoga secepatnya kita akan bertemu Tuan Jaxson yang tampan.” Ucap Enzi pada dirinya sendiri.


Seusai sarapan Enzi pun pergi meninggalkan Arion Club dan krmbali ke rumahnya, orang tuanya pasti sangat khawatir karena dia tidak pulang semalam. Sesampainya di rumah pun ibunya tentu saja langsung menghujaninya dengan banyak pertanyaan.


“Sayang sebenarnya kamu ini semalaman kemana? Mengapa tidak pulang? Kamu tidak melakukan hal-hal yang di liar batas bukan?


“Benar Enzi kamu ini membuat khawatir kami saja.” Decak sang ayah.


“Maafkan Enzi Yah Bu, Enzi terlalu banyak minum. Untungnya ada pria yang baik hati menolong Enzi.” Jelas Enzi.


“Kamu sungguh tidak berbuat yang di luar batas bukan?” Tanya sang ibu yang mulai merasa khawatir.


“Tenang saja Ibu, Enzi baik-baik saja dan tidak ada sedikitpun yang di ambil dari Enzi. Pria itu benar-benar tulis menolong Enzi.” Ucap Enzi dengan lembut.


“Baguslah kalau begitu. Apa kamu sudah sarapan Nak?”


“Sudah Bu, pria itu juga merawat Enzi dengan baik meskipun hanya lewat pelayannya saja.”


“Apa mungkin dia jodohmu Enz untuk menggantikan tunanganmu yang tidak tahu malu itu.”


“Ucapan Ibumu ada benarnya juga Enz.” Sahut sang ayah.


“Huss..!! Jangan seperti itu Ibu Ayah, aku bahkan sedikit tidak sopan saat pertama kali bertemu dengannya. Dan lebih baik jangan bahas Jerry lagi Bu, aku sudah muak dengannya.”


“Dari awal kan Ibu sudah bilang sama kamu Enz, temanmu Joel itu sudah berubah dari penampilannya saja sudah sangat terlihat dia suka menggoda pria.”


“Cukup Bu, aku tak ingin membahasnya lagi.”


“Haiss..ya sudahlah, sebaiknya kamu istirahat dulu.”


Enzi hanya menghelakan nafasnya berat, rasa sakit hatinya masih sangat terasa. Bulir-bulir bening kembali mengalir dari pelupuk matanya. Sudah 3 tahun dia menjalin kasih dengan Jerry hingga saat ke tahap yang serius. Tapi hanya dalam waktu satu hari semuanya hancur, pernikahan yang akan diadakan dua hari lagi pun harus di batalkan. Baru satu tahun yang lalu Enzi kembali berhubungan dengan sahabatnya Joel yang sudah lama tidak ia temui itu.


FLASHBACK ON


Dia sedang kesusahan mencari pekerjaan setelah keluarganya mengalami kebangkrutan. Sehingga Enzi merekomendasikan dirinya pada calon suaminya, agar Joel bisa di terima di perusahaan calon suaminya itu. Setelah berjalan setengah tahun Joel bekerja di perusahaan Jerry, Enzi dengan terpaksa harus terbang ke Inggris untuk menyelesaikan proyek dari perusahaan ayahnya selama enam bulan lamanya. Dan tepat dua hari sebelum pernikahan Enzi pulang lebih cepat dari yang di jadwalkan.


Dirinya langsung mencari tahu keberadaan Jerry karena pada saat Enzi pergi ke apartemen Jerry disana sangat sepi, sehingga dia memutuskan mencari tahu dari asisten Jerry. Karena asisten Jerry sendiri juga tidak mengetahui hubungan gelap bossnya dengan karyawannya, dia pun memberitahukan pada Enzi bahwa Jerry sedang ceck in di hotel xx sudah selama beberapa hari ini.


Enzi yang terus percya dengan calon suaminya itu, dirinya hanya mengira Jerry mungkin sedang ada pekerjaan di dekat sana sehingga mengharuskan dirinya menginap di hotel tersebut selama beberapa hari.


Tanpa basa basi Enzi meminta kartu akses untuk kamar yang di pesan Jerry dengan sopan. Awalnya sang resepsionis melarang hal tersebut namun setelah Enzi menunjukkan sebuah kartu undangan pernikahan barulah resepsionis itu memberikan kartu akses cadangan kepada Enzi.


Dengan sangat gembira Enzi pun melangkahkan kakinya dengan penuh semangat, serta membawakan cake kesukaan calon suaminya itu. Setelah memasukkan kartu aksesnya Enzi dengan buru-buru melangkahkan kakinya memasuki kamar tersebut.


“Ahh..eeuumm..lebih cepat lagi sayang.” Ucap Joel dengan manjanya.


Dan...


Braaaakkk..


Cake yang di bawa Enzi pun terjatuh dan berserakan di lantai. Matanya terbelalak dan kedua tangannya menutup mulutnya, tak percaya dengan hal yang sedang di lihatnya. Calon suaminya bergumul dengan sahabatnya sendiri, di tambah lagi Joel sangat menikmati hal itu. Bahkan setelah Enzi mengetahui perselingkuhan mereka.


Joel hanya sempat berdecak karena Enzi telah mengganggu aktivitas ranjangnya dengan Jerry. Dia pun hanya menatap Enzi dengan tatapan sinis dan meledek.


“Je.Jerry..Joel..ka..kalian..!!! A..apa yang kalian lakukan.” Suara Enzi tercekat karena menahan sesak di dadanya.


Air matanya kini mulai membasahi wajah cantik Enzi. Dia bahkan sempat terduduk lemas karena mendapati perselingkuhan mereka bahkan tanpa rasa malu saat mereka sudah ketahuan dalam keadaan telanjang bulat.


Dengan cepat Jerry dan Joel memakai piyama seadanya dan mendekati Enzi yang sudah menangis terisak.


“Bagaimana kalian setega ini padaku.” Ucap Enzi di sela isak tangisnya.


“Tega..!! Hah..!! Selama ini kamu tidak pernah mau berhubungan badan denganku dan sekarang aku berhubungan badan dengan wanita lain kamu menyesal bukan.” Ucap Jerry menyeringai.


Enzi perlahan berdiri dan menatap keduanya.


Plaaaakkkk


Tamparan keras mendarat di pipi Jerry. Enzi bahkan tidak menyangka kesucian yang dia jaga hanya untuk Jerry sama sekali tidak di hargai. Dia menjadi seperti ini karena Enzi selalu menolak ajakkan Jerry setiap kali Jerry meminta hubungan terlarang itu padanya. Enzi tidak menyangka pujaan hatinya menunjukkan sifat aslinya sebelum mereka menikah.


Dan tidak di sangka lagi Joel sahabatnya yang dulu sangat dia hargai dan percayai mengkhianatinya hanya karena harta.


“Sebaiknya kamu segera pergi dari sini, sudah puas kan menampar Jerry. Jangan ganggu kami lagi, kami ingin melanjutkan kegiatan kami yang tertunda karena kamu.” Ucap Joel sinis.


“Tega kamu Joel..!! Aku ucapin selamat pada kalian pasangan tidak tahu malu. Ingat semua yang kalian lakukan suatu saat akan ada balasannya.” Ucap Enzi kesal, lalu pergi meninggalkan dua pasangan yang menjijikan itu.


FLASHBACK END


.


.


.


.


.


Bersambung......


Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁


Terima Kasih 🙏🙏