MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
Lamaran



Jaxson masih terkejut dengan semua jawaban dari Enzi, bahwa Enzi langsung memilih dirinya dan menentang perjodohan itu dengan yakin. Namun saat Jaxson melihat keponakannya Neny yang sudah duduk manis di dekat meja Enzi dan tersenyum penuh arti padanya. Barulah Jaxson mengerti mengapa Enzi sudah seyakin itu memilih dirinya.


“Dasar anak nakal, mulutnya benar-benar bocor.” Tukas Jaxson lirih.


Kemudian dengan langkah berani Jaxson menghampiri Enzi dan keluarganya.


“Tidak..Enzi tidak berangan-angan Om, semua apa yang Enzi katakan akan terwujud.” Ucap Jaxson yang sudah hadir di tengah perdebatan panas itu.


Pak Nolan seketika menoleh ke arah suara Jaxson dan menatapnya tajam. Dan betapa terkejutnya bahwa yang sedang berbicara adalah salah satu CEO Arion Group. Pak Nolan baru memahami bahwa Jaxson sahabat Wilfred ialah sama-sama pemimpin dari Arion Group.


“Jadi ini yang di sukai oleh anakku Enzi, selama ini Enzi selalu berhubungan dengannya di luar rumah, pantas saja aku tidak mengetahuinya.” Batin Nolan.


“Jadi kamu yang di sukai anak saya?” Tanya Nolan tegas.


“Iya Pak, saya dengan bersungguh-sungguh di hadapan anda akan melamar anak anda sekarang juga.” Ucap Jaxson.


“Andai Enzi lebih dulu memperkenalkannya padaku, mana mungkin aku harus repot-repot mengatur perjodohan ini, mereka sama-sama mempunyai kekuasaan dan aliansi yang besar.” Batin Nolan lagi.


“Baiklah, tunjukkan keseriusanmu pada anakku.”


Jaxson lalu menghampiri Enzi yang masih berdiri mematung, karena apa yang di ucap Neny benar-benar terjadi. Mata Enzi berbinar saat Jaxson berlutut menengadah di hadapannya dan memberi sebuah cincin yang begitu indah.


“Maukah kamu menikah denganku, maukah kamu menua bersamaku, maukah kamu melewati arus hidup bersamaku Enzi?!” Ucap Jaxson penuh ketulusan dan keseriusannya.


Buliran bening menetes dari pelupuk mata Enzi, dia sangat terharu dan tidak pernah memikirkan bahwa akan mendapat lamaran romantis seperti ini, meski tempatnya tidak seromantis Jaxson.


“A..aku bersedia Jax.” Sahut Enzi yang langsung menghambur memeluk Jaxson.


Sorak sorai dan tepuk tangan pun terdengar dari para pelanggan disana dan juga dari sahabat Jaxson sendiri.


Sedangkan Axelle sibuk dengan ponselnya yang ia sorotkan pada adegan Jaxson dan juga Enzi karena saat ini Micha sangat ingin melihat prosesi lamaran Jaxson pada sahabatnya itu.


Meski kini di tanah air sudah menunjukkan pukul 02.00 pagi dan di Inggris sendiri masih pukul 08.00 malam.


“Apa kamu puas sayang?” Tanya Axelle yang madih melakukan video call dengan Micha.


“Terima kasih sayang.” Sahut Micha senang.


“Ya sudah sebaiknya kamu istirahat ya sayang, di sana kan sudah sangat larut. Besok pagi aku akan pulang. Aku sudah mendapatkan tiket dengan keberangkatan paling awal.”


“Baiklah sayang, akan ku tunggu kepulanganku suamiku, aku sudah merindukanmu.”


“Aku juga merindukanmu sayang.”


Seusainya melakukan panggilang Axelle dan juga yang lain kini berkumpul bersama untuk membantu memecahkan masalah yang Wilfred hadapi.


“Aku sudah merestui hubunganmu dengan anakku Nak Jax, lalu masalah Nak Wilfred aku sungguh meminta maaf. Karena ini juga salahku.” Ucap Nolan merasa bersalah.


“Tidak Pak Nolan, ini bukan salah anda. Memang keluarga saya yang sedari dulu selalu seperti itu.”


“Lalu bagaimana dengan hubunganmu dan keluargamu nantinya, mereka sudah mengancammu akan mengeluarkanmu dari anggota keluarga mereka.” Ucap Nolan khawatir.


“Jangan khawatir Pak Nolan, jika memang mereka menginginkan hal itu. Aku secara tegas akan melepaskan mereka.” Sahut Wilfred pasrah.


“Apa kamu bersungguh-sungguh Wil?” Tanya Axelle.


“Aku mau berbuat apa lagi Axe, mereka terlalu keras kepala. Segala cara akan terus mereka lakukan hanya demi keuntungan bisnis.” Sahut Wilfred sedih.


“Untuk berjaga-jaga Pak Nolan harus berhati-hati dalam menjalankan bisnisnya. Dan kamu Jax bantu lindungi Enzi sebaik mungkin. Keluargaku pasti tidak akan tinggal diam, karena mereka merasa telah di permalukan.”


“Baiklah Nak Wil.”


“Itu pasti Wil.”


“Kamu benar Axe, kali ini aku harus memberi pelajaran pada keluargaku sendiri, bahwa tak segalanya selalu bisa di ukur dengan uang.” Tegas Wilfred.


Malam itu Axelle, Wilfred, Jaxson, Jarvis, Enzi dan keluarganya terus membicarakan rencana untuk memghadapi keluarga Wilfred. Karena keluarga Wilfred memang terkenal cukup kejam, apalagi sesuatu hal mengenai kerjasama atau bisnis.


*****


Jam sudah menunjukkan pukul 05.00 pagi waktu Inggris, Axelle dan juga Jarvis tengah duduk manis di kursi pesawat yang sudah lepas landas. Tak lupa sebelum itu Axelle telah mengirim pesan singkat pada istri tercintanya bahwa pesawat yang dia tumpangi telah lepas landas. Micha tersenyum bahagia saat mendapat pesan singkat itu di sela kesibukan pekerjaannya.


Siang telah berganti malam, Micha sudah terlelap dalam mimpi indahnya. Axelle perlahan mendekati tubuh istrinya, lalu mengecup keningnya.


“Ternyata sudah pulas.” Ucap Axelle lirih.


Merasa ada sesuatu yang menyentuhnya, Micha menggeliat dan mengerjapkan matanya. Samar-samar Micha mulai melihat sosok yang di rindukannya. Tangannya langsung melingkar pada tengkuk Axelle.


“Kapan kamu datang sayang? Mengapa tidak memberi pesan padaku?” Ucap Micha dengan suara serak khas bangun tidur.


“Aku tidak ingin mengganggu waktu istirahatmu sayang. Kamu sangat merindukanku?”


Micha hanya mengangguk pelan dan mencium kilas bibir Axelle.


“Kamu sedang menggodaku sayang.”


“Ehm...aku kangen.” Sahut Micha memberi kode.


“Tapi aku belum mandi sayang, badanku terasa lengket.”


“Mandinya bisa nanti sekalian.” Ucap Micha manja.


“Baiklah, jangan salahkan aku jika kamu kualahan sayang.” Bisik Axelle pada telinga Micha.


Menjadi malam yang panjang untuk dua sejoli yang tengah di landa rindu ini, karena sudah beberapa hari ini mereka libur dari olah raga ranjangnya.


.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Yang kangen sama Micha dan Axelle angkat tangan🤭🤭🤭...🖐


Jangan lupa dukung author guys....


• FAVORIT ❤


• RATE ⭐⭐⭐⭐⭐


• LIKE ❤


• KOMEN (Kritik & sarannya juga ya)


• VOTE seikhlasnya🙏


TERIMA KASIH SEMUA ATAS DUKUNGANNYA🙏🙏🙏😘😘😘