
Pagi buta Alice sudah sibuk di dapur mempersiapkan sarapan, setelah dirinya memberitahukan acara liburan keluarga pada Micha, Papa serta Mama mertuanya, masing-masing dari mereka sedang membersihkan diri dan berkemas. Alice terus berkutat di dapur dan di bantu oleh asisten rumah tangga Alexander, sehingga sarapan sehat kini sudah tersaji di meja makan. Sandwich, telur mata sapi, salad sayur dan salad buah beserta susu sudah siap tersaji. Satu persatu dari mereka turun ke ruang makan dengan pakaian mereka yang sudah rapi, setelah semua sudah berkumpul barulah Alice melepaskan apron yang melekat pada tubuhnya dan duduk bersama menikmati sarapan pagi mereka.
“Kamu yang membuat ini semua sayang?” Tanya Mama Rimala pada menantunya itu.
“Iya Ma, aku sudah lama tidak memasakan untuk kalian semua walau ini cuma makanan ala kadarnya, semoga kalian suka.” Ucap Alice lembut.
“Memang sudah lama juga ya sejak terakhir kamu memasak untuk kita bersama.” Ucap Rimala lagi.
Alice hanya menganggukkan kepalanya, mereka kemudian melanjutkan sarapan dengan tenang. Setelah sarapan mereka selesai barulah mereka bergegas menuju mobil untuk segera pergi ke Villa pribadi Alexander. Micha ikut satu mobil dengan Papa dan Mamanya, sedangkan Kakek Neneknya di mobil satunya lagi yang akan di kendarai oleh sopir pribadi Alexander. Kedua mobil tersebut lalu melaju secara beriringan depan belakang, saat ini sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi, masih ada waktu untuk sampai di sana sekitar jam 08.30 pagi karena jarak tempuh dari kediaman Alexander menuju Villa membutuhkan waktu setidaknya satu setengah jam. Mereka juga tidak perlu terburu-buru, karena di Villa tersebut sudah ada asisten yang mempersiapkan segala kebutuhan mereka.
Sepanjang jalan Micha terus mengembangkan senyum bahagianya sambil menikmati pemandangan. Alice dan Zayn yang melihat putrinya bahagia mereka pun ikut turut bahagia, karena memang sangat jarang ada waktu bagi mereka untuk berlibur bersama seperti ini.
“Kamu senang sayang?” Tanya Alice pada putrinya.
“Tentu saja Ma..ini hal yang jarang bisa Micha dapatkan.”
Mendengar ucapan putri semata wayangnya ini membuat Alice dan Zayn merasa sedih karena mereka belum bisa memberikan waktu terbaik untuk Micha. Micha memang anak yang tegar dan penurut, dia tidak menuntut apapun terhadap orang tuanya sejak saat kejadian yang menimpa Mama dan Neneknya Riana, Micha sudah berjanji terhadap dirinya sendiri akan berusaha mandiri dan tidak menyulitkan orang lain. Agar Mama dan Papanya bisa bangga terhadap dirinya yang tidak menjadi anak manja lagi, karena sebelum kecelakaan itu Micha memang anak yang sangat manja sekali terhadap kedua orang tuanya.
“Micha..” Ucap Alice yang langsung dipotong oleh Micha.
“Micha mengerti Ma, Mama dan Papa jangan menyalahkan diri. Itu malah membuat Micha yang sedih, Micha tidak mau jadi beban fikiran Mama dan Papa. Micha sudah menerima keadaan yang sekarang ini dengan ikhlas kok Ma, Pa.” Jelas Micha.
“Micha sungguh bahagia masih memiliki kalian di sisi Micha, Micha tahu kalian sangat peduli terhadap Micha. Jadi Mama dan Papa harus merasa senang untuk kehebatan Micha sekarang ya.” Ucap Micha yang menyanjung dirinya sendiri.
Membuat tangis haru Alice pecah, melihat sosok putrinya yang sungguh tangguh dan tentunya lebih tangguh dari pada dirinya sendiri. Alice sangat bahagia walau dia hanya memiliki satu putri itu sudah membuat dunia Alice lengkap, semua kelakuan dan tingkah Micha terkadang membuat dirinya tersenyum lepas. Entah Micha ini menurun sifat siapa, dia anak yang sangat blak-blakan dan dapat membawa ceria terhadap orang sekitarnya. Mungkin Micha memang khusus diciptakan untuk mewarnai hari-hari Alice dan Zayn.
“Terima kasih ya sayang, kamu sungguh berlian Mama.” Ucap Alice berlinang air mata haru.
“Benar kata Mama kamu Micha sayang, kita sungguh beruntung memiliki anak seperti kamu. Kamu lebih bisa berfikir dewasa dari pada Mamamu dulu.” Ucap Zayn yang tiba-tiba menyinggung Alice di waktu dulu.
”Papa..apa-apaan sih.” Ucap Alice mengerucutkan bibirnya,karena kesal dengan Zayn yang tiba-tiba mengungkit dirinya di masa lalu pada anaknya sendiri.
“Haha..Papa dan Mama ini masih saja seperti anak muda ya, saling menggoda satu sama lain.” Ucap Micha yang mana membuat kedua orang tuanya bersemu merah.
“Sudah..sudah..sebentar lagi kita akan sampai.” Ucap Zayn mengganti topik pembicaraan.
Setelah perjalanan yang cukup lama akhirnya mereka sampai di Villa, disana mereka di suguhkan dengan pemandangan yang luar biasa, Micha lalu mengajak Papa Mama serta Kakek dan Nenek nya untuk berfoto bersama dengan background pemandangan yang sangat indah.
“Ayo Pa cepatlah atur waktu kameranya.” Ucap Micha yang sudah tidak sabar.
“Iya-iya sayang, tunggu sebentar.”
Zayn lalu mengotak atik kamera untuk mengatur waktunya, setelahnya mereka langsung berpose bersama, beberapa jepretan telah mereka dapatkan. Setelah asyik berfoto mereka lalu masuk ke dalam Villa Alice mengajak Micha untuk memasak bersama, sekaligus mengajari Micha untuk belajar memasak. Zayn dan Doni lebih memilih untuk bermain catur, sedangkan Rimala asyik menatap menantu serta cucu kesayangannya yang sibuk berkutat di dapur. Micha sudah beberapa kali mengacaukan hasil masakannya sendiri membuat Alice dan Rimala tertawa hingga perut mereka sakit.
“Mama sama Nenek jahat sekali bukannya membantuku, malah mentertawakanku.” Ucap Micha mengerucutkan bibir mungilnya.
“Haha..maaf sayang habis kamu ini lucu sekali semua yang kamu buat jadi berantakan begini ada yang gosong ada yang tidak matang. Coba lihat dirimu yang jadi sangat kotor begini.” Ucap Alice yang masih menahan tawanya.
“Ah..Nenek ini sama saja dengan Mama.” Ucap Micha cemberut.
“Ya sudah sini kita pelan-pelan belajarnya ya, Micha harus perhatikan baik-baik, mengerti !!” Ucap Alice dengan serius.
“Siap Ma..!!” Jawab Micha dengan antusias.
Akhirnya setelah berkutat seharian di dapur Micha menghasilkan beberapa macam makanan dengan hasil kerja kerasnya, walau masih ada sedikit yang kurang namun rasanya sudah jauh lebih baik. Dan tak terasa hari sudah mulai petang, mereka lalu makan malam bersama saling berbincang satu sama lain. Membuat Micha sedikit menitikkan air matanya melihat suasana ini, bukan karena dia sedih tapi karena dirinya sangat bahagia bisa berkumpul bersama seperti ini. Memang benar tidak ada hal lain yang membuatmu bahagia kecuali keluarga yang harmonis seperti ini.
“Kita langsung pulang malam ini saja ya sayang, tidak apa-apa kan tidak menginap di Villa?” Tanya Zayn pada putrinya.
“Iya Pa tidak apa-apa, lagian besok aku juga harus sudah mulai masuk kerja.”
“Baiklah mari berkemas dan bersiap untuk pulang.” Ucap Zayn lagi.
Mereka kemudian berkemas dan kembali pulang, walau begitu singkat liburannya tapi ini sudah cukup untuk menebus kerinduan Micha pada kebersamaan keluarga ini.
“Terima kasih ya Ma Pa.” Ucap Micha tiba-tiba, saat mereka masih di dalam mobil.
“Terima kasih untuk apa sayang?” Tanya Alice bingung.
“Untuk waktu kalian hari ini.”
“Ini semua sudah seharusnya menjadi tanggung jawab Mama dan Papa sayang, jadi kamu tidak perlu berterima kasih seperti itu ya.” Jelas Alice.
“Baik Ma." Jawab Micha tersenyum senang.
.
.
.
.
.
.
Bersambung......
Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁
Terima Kasih 🙏🙏