MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
Janji



Setelah waktu hampir tengah malam barulah mereka berempat kembali ke kediaman masing-masing.


“Jarvis adikmu kedua bulan depan kemungkinan sudah akan pulang.” Ucap Momy Javis yaitu Momy Kerin.


“Apa Mom..?! Kenapa cepat sekali, bukankah studynya masih ada 1 tahun lagi di Inggris?” Tanya Jarvis yang terkejut.


“Kamu ini ya, adikmu mau pulang bukannya senang malah seperti ini reaksimu.” Ucap Momy Jarvis kesal.


“Dia itu kan biang masalah Mom, makannya Kak Jarvis bereaksi seperti itu.” Imbuh Xilio sang adik laki-laki Jarvis yang hanya terpaut umur 2 tahun.


“Tetap saja dia itu adikmu kan?” Imbuh Momy nya lagi.


“Hmm.” Jawab Jarvis malas, lalu pergi begitu saja menuju kamarnya.


“Jarvis...!!” Triak Momy nya yang tidak di hiraukan oleh Jarvis.


“Sudahlah Mom jangan ganggu Kak Jarvis lagi.” Ucap Xilio membantu sang Kakak.


“Kamu tau apa, lebih baik asah kepintaranmu itu supaya bisa mendirikan perusahaan seperti Kakakmu.”


“Haih..” Xilio hanya menghela nafasnya lalu pergi meninggalkan Momy nya sendiri.


“Punya dua anak lelaki semuanya kok suka membangkang.” Ucapnya kesal.


Jarvis mempunyai dua adik bernama Xilio dan Xia mereka terpaut tidak begitu jauh, Jarvis dan adik pertamanya Xilio umurnya hanya berjarak 2 tahun sedangkan dengan adik ke duanya Xia berjarak 3 tahun. Xia merupakan gadis yang cantik dia sedari kecil memang sudah lengket dengan kakaknya Jarvis terutama dengan para sahabat kakaknya, intinya Xia suka dekat dengan Jarvis karena para sahabat Jarvis tampan-tampan. Itu yang membuat Jarvis tidak suka dengan Xia karena dia selalu berbuat onar dan seenaknya, apapun kemauannya harus di penuhi. Sedangkan Xilio termasuk adik yang penurut mempunyai sifat yang rendah hati sangat berbeda dari sifat Jarvis maupun Xia apalagi Momy nya.


*****


Waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi semua orang sudah di sibukkan dengan aktivitas mereka masing-masing. Empat CEO tampan Ario Group berjalan dengan gagahnya membuat para karyawan-karyawannya tergila-gila akan pesona mereka, namun tetap saja mereka hanya mengagumi dari kejauhan dan tidak berani membicarakan hal yang lebih jauh atau bergosip dengan rekan kerja yang lainnya. Karena mereka tahu akan menanggung akibat apa dari perbuatan yang di larang oleh atasannya.


“Panggil semua orang yang bersangkutan mengenai prospek tender ini." Ucap Axelle pada salah seorang karyawan di kantornya.


“Baik Pak.”


Setelah beberapa menit semua orang yang bersangkutan ikut mengurusi dan mengawasi proyek tender ini sudah berkumpul di ruang rapat. Termasuk semua para CEO, Axelle dengan cekatan menjelaskan semua inti dari tendernya.


“Setelah penjelas ini apakah dari kalian masih ada yang kurang faham?” Tanya Axelle pada semua.


Secara serentak mereka menjawab tidak. Sedangkan Wilfred, Jaxson, dan juga Jarvis hanya memandang dan mendengarkan secara seksama atas apa yang di jelaskan Axelle.


“Besok aku dan Jaxson yang akan menghadiri tender ini. Sedangkan Wilfred dan Jarvis urus kerjasama dengan perusahaan jepang yang sudah pernah kita bahas sebelumnya, lusa pihak mereka akan datang ke perusahaan kita.” Ucap Axelle menjelaskan.


Usai rapat mereka semua kembali ke pekerjaan masing-masing. Axelle menyibukkan dirinya mengerjakan pekerjaan yang sama sekali tidak buru-buru harus di selesaikan, dia mencoba untuk tidak memikirkan hal yang menyangkut tentang Micha.


“Hai Axe, kamu jadi dengan yang kamu minta padaku kemarin tidak?” Tanya Wilfred yang sudah memasuki ruang kerja Axelle. Lalu Axelle mencoba menghela nafasnya.


“Apa aku benar-benar harus menemui gadis keras kepala itu lagi Wil?” Tanyanya ragu-ragu.


“Axe ini kan kamu yang salah jadi memang seharusnya kamu meminta maaf padanya sampai dia memaafkanmu, kalau tidak kamu sendiri juga kepikiran terus kan?”


“Memang benar sih, ya sudah malam ini aku akan menemuinya dan mencobanya lagi.”


“Baiklah aku akan menghubungi Micha untuk bertemu denganku di Club Arion saja ya. Nanti dia akan aku suruh menunggu di ruang VVIP.”


“Ok, thanks Wil.”


“Oke.”


Wilfred lalu mencoba untuk menghubungi Micha. Beberapa kali Wilfred membuat panggilan tapi tidak ada jawaban dari Micha, akhirnya Wilfred mencoba untuk mengirim pesan singkat terlebih dahulu. Tak selang beberapa lama Micha menelfon Wilfred kembali.


“Hallo Pak Wil ada apa ya?” Tanya Micha di balik telephone.


“Bisakah aku bertemu kamu malam ini Micha? Ada sesuatu yang harus aku beritahukan padamu, ini penting.” Ucap Wilfred dengan nada suara yang di buat seolah-olah hal yang ingin di bicarakan Wilfred memang hal yang mendesak.


“Aku tidak bisa memberitahumu lewat telephone, nanti malam jam 08.00 kamu datang ke Club Arion ya kamu pergi ke ruang nomor 6696 itu ruang VVIP.”


“Umm..baiklah kalau begitu Pak.” Jawab Micha sedikit ragu-ragu.


“Tenang saja Micha aku tidak akan melakukan yang tidak senonoh, aku hanya ingin berbicara saja.” Ucap Wilfred seolah dia tau apa yang Micha fikirkan setelah dirinya mengucapkan tempat bertemunya.


“Baik Pak.”


“Kalau begitu sampai jumpa nanti malam Micha.” Ucap Wilfred serta mengakhiri panggilannya.


Wilfred yang sudah membuatkan janji pun langsung memberitahukan Axelle tempat dan nomor ruangan untuk bertemu dengan Micha. Wilfred juga sudah berpesan dengan Axelle agar tidak melakukan tindakan yang tidak senonoh lagi.


*****


Dengan memakai T-shir beserta jaket dan bawahan jeans panjang, Micha mengendari motor maticnya menuju ke Arion Club. Sesampainya disana Micha memberitahukan tujuannya kepada bodyguard yang menjaga ketat di depan pintu masuk.


“Hallo Pak saya Micha ada janji temu dengan Pak Wil di ruang VVIP nomor 6696.” Ucap Micha pada Bodyguard yang sedari tadi menatapnya dengan tajam.


“Oh maaf ternyata Nona Micha, mari saya antar.” Ucap Bodyguard yang bertubuh besar itu dengan sopan.


Perilakunya sungguh langsung berubah 360 derajat dari sebelumnya, yang tadinya menatap tajam ke arah Micha dengan tatapan yang tidak suka, setelah Micha memberitahukan identitasnya sang Bodyguard langsung dengan sopannya melayani dia dengan ramah. Bodyguard itu mengantarkan Micha bahkan sampai di depan pintu ruangan itu.


“Silahkan Nona Micha, Tuan saya sudah menunggu di dalam.” Ucap sang Bodyguard ramah.


“Baik, terima kasih.” Ucap Micha sedikit canggung.


“Sama-sama Nona. Kalau begitu saya permisi dahulu Nona.” Ucap sang Bodyguard itu lalu pergi meninggalkan Micha sendiri di depan ruang VVIP itu.


Tok..tok..tok..


“Masuklah.” Ucapnya dari dalam.


Micha yang mendengar suara ini pun sedikit heran karena suara seperti mirip dengan Axelle. Tapi Micha mencoba menampik hal itu dan membuka pintu ruangan itu perlahan.


“Permisi Pak Wil.” Ucap Micha dengan hati-hati saat memasuki ruangan yang sangat remang.


Setelah Micha memasuki ruangan dan pintu sudah tertutup kembali barulah ruangan itu menyala dengan terang. Alangkah terkejutnya Micha melihat siapa yang duduk berada di depannya saat ini.


“Kenapa anda lagi, dimana Pak Wil?” Tanya Micha sedikit kesal.


“Maaf Micha ini memang rencanaku, aku meminta Wilfred untuk membantuku membuat janji untu bertemu denganmu.” Ucap Axelle berterus terang.


“Maaf kalau begitu Pak, saya hanya janji denga Pak Wil, saya permisi dulu.” Ucap Micha datar.


.


.


.


.


.


.


Bersambung......


Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁


Terima Kasih 🙏🙏