MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
Makan Siang



Micha hanya menghela nafasnya karena mantan atasannya ini selalu saja bisa membuat emosinya terkuras. Lagi-lagi dirinya harus datang ke Arion Group hanya untuk mengantarkan kue-kue ini. Sebenarnya dalam hati kecil Micha sungguh berterima kasih kepada Axelle karena telah memborong kue di tokonya, padahal ini baru menjelang siang tapi mereka sudah tutup toko lebih awal. Jadi dirinya mencoba mengabaikan apa yang baru saja di lakukan Axelle padanya.


“Kak sebenarnya orang itu siapa? Kenapa sangat angkuh?” Tanya Ciko penasaran.


“Dia mantan atasanku Cik.”


“Sepertinya tadi dia cemburu deh sama aku Kak.” Jelas Ciko yang mana malah membuat Micha tertawa.


“Hahaha..Ciko kamu ini asal tebak saja, bagaimana dia bisa cemburu? Aku dengan dia bahkan tidak pernah akur, aku benci dia begitu pula dengannya, kami ini bagai api dan air.”


“Aku ini kan seorang pria juga Kak, aku akan lebih tau dari sorot matanya , dia sungguh cemburu. Sepertinya dia memang suka sama Kak Micha, kalau tidak bagaimana mungkin dia memborong kue ini?”


“Sudahlah Ciko jangan bahas lagi, ayo bantu aku lagi mengemas semua kue-kue ini.”


“Baiklah Kak.”


Setelah selesai mengemas semua kue nya mereka memasukkan ke dalam mobil box kecil milik toko dengan hati-hati, setelah semuanya beres barulah mereka mengantar kue itu ke Arion Group dengan Ciko yang mengendali bagian sopir. Setibanya di depan gedung perusahaan Ciko melihat apa yang di depannya ini sangat takjub.


“Wah...Kak Micha pernah bekerja di perusahaan besar seperti ini, itu luar biasa Kak, aku jadi ingin bisa bekerja disini juga Kak.”


“Yah memang enak Cik gajinya juga besar tapi karena sesuatu hal aku harus mengundurkan diri.” Ucap Micha berterus terang.


“Apa?! Jadi Kak Micha bukan karena di pecat tapi malah mengundurkan diri?” Tanya Ciko terkejut.


“Iya Cik.”


“Bagaimana bisa Kak Micha begitu rela mengundurkan dari perusahaan sebesar ini dan bekerja di toko kue yang gajinya tidak seberapa itu Kak? Kalau aku jadi Kak Micha mana mungkin aku melepaskannya.”


“Jika bukan karena hal itu mana mungkin aku melepaskan pekerjaan ini Cik, sungguh sangat berat bagiku saat harus memutuskan aku untuk mengundurkan diri.” Ucap Micha dalam hati.


“Karena ada beberapa masalah saja Cik jadi aku dengan terpaksa harus tetap mengundurkan diriku dari sini. Sudahlah, ayo sekarang kita antar kue-kue ini ke kantin mereka, kamu ikuti aku saja ya.”


“Baik Kak.


Mereka berdua secara bergantian mengangkat dan memindahkan kue-kue itu di kantin perusahaan Arion Group. Sebelumnya Micha sudah memberikan bon kue yang sudah di tanda tangan Axelle kepada kepala kantin sebagai tanda bukti memang itu di beli oleh CEO mereka.


“Sebaiknya kita segera pergi dari tempat ini sebelum para karyawan itu menerobos keluar untuk makan siang.”


“Benar juga Kak, mari kita pergi untuk membeli makan siang kita.” Ucap Ciko gembira.


“Oke-oke kamu yang tentukan saja tempatnya.”


Micha dan Ciko pun beranjak dari perusahaan Aroin Group dengan gembira, mereka saling berbincang satu sama lain bagai kekasih yang baru di mabuk cinta, padahal hal yang mereka bicarakan sama halnya seperti Seorang Kakak terhadap Adiknya sendiri. Micha sudah menganggap Ciko sebagai adiknya sendiri dari dulu Micha memang mendambakan mempunyai seorang adik tapi karena Mamanya Alice mengalami kecelakaan sehingga membuat dia tidak bisa mengandung lagi. Micha yang hanya sebagai seorang anak saja bisa merasa begitu sedih apalagi Mamanya yang harus menerima kenyataan pahit ini, pasti tidak mudah baginya untuk melewati semua ini.


Sepasang mata yang menangkap sosok Micha yang sedang asyik berbincang pun mencoba untuk menghampirinya, dia merasa tidak suka kedekatan Micha dengan pria yang berada dihadapannya itu.


“Micha..?!” Seketika Micha pun langsung menoleh ke arah sumber suara.


“Eh..Pak Jaxson..apa kabar?" Ucap Micha agak canggung.


“Aku baik Micha, bagaimana dengan kamu?”


“Saya juga baik Pak.” Ucap Micha sopan.


“Dia siapa Micha?” Tanya Jaxson penuuh selidik.


“Oh..ya perkenalkan Pak ini rekan kerja saya namanya Ciko. Dan Ciko ini mantan atasan saya disini Pak Jaxson namanya.” Ucap Micha saling memperkenalkan.


“Sepertinya dia juga menyukai Kak Micha, hehe Kak Micha ini benar-benar populer ya sampai-sampai dua diantara empat atasan Arion Group tertarik padanya. Aku jadi seperti orang yang merebut Kak Micha dari mereka, tatapan mereka ke aku menyeramkan semua.” Ucap Ciko dalam hatinya.


“Hallo Pak saya Ciko.” Ucap Ciko sambil mengulurkan tangannya.


“Jaxson.” Ucap Jaxson datar setelah kilat menyalami Ciko.


“Kami habis mengantar kue yang di borong sama Pak Axelle kesini Pak dan kami baru saja mau perrgi untuk makan siang.” Jawab Micha berterus terang.


“Axelle? Pesan kue?” Tanya Jaxson sekali lagi.


“Iya Pak, memangnya ada yang salah dengan itu Pak Jaxson?” Tanya Micha kebingungan.


“Setahuku Axelle paling benci dengan kue Micha, kenapa hari ini dia pesan kue di toko tempat kamu bekerja dan bahkan memborongnya.”


“Saya juga tidak tahu Pak hanya saja dia bilang dia ingin membelikan kue-kue itu untuk para karyawannya.”


“Oh..mungkin dia sedang di mood yang bagus sehingga membelikan kie gratis pada karyawannya.”


“Mood bagus dari mana, dia itu hanya gengsi karena aku permalukan jadinya dia beli semua kue-kuenya.” Ucap Micha dalam hati.


“Mungkin saja Pak.” Ucap Micha sambil tersenyum canggung.


“Micha bagaimana kalau kita makan siang bersama, aku yang traktir kamu bisa ajak temanmu ini juga.” Ajak Jaxson sopan.


“Boleh juga itu Kak Micha sekalian irit uang sakuku, hehe.”


Karena Ciko sudah bilang seperti itu, Micha tidak enak juga jika dia menolak ajakan Jaxson.


“Baiklah kalau begitu, maaf merepotkan anda Pak.”


“Tentu saja ini tidak merepotkan, aku malah senang melakukannya.” Ucap Jaxson sangat senang karena Micha menyetujui permintaannya.


“Kapan kamu bisa memanggil namaku secara langsung Micha susah sekali bisa dekat dengan kamu.” Keluh Jaxson dalam hati.


Mereka bertiga kemudian pergi ke restaurant yang Jaxson pilih. Restaurant mewah bernuansa alam membuat siapa saja yang sedang makan di restaurant tersebut merasa sedang makan di alam bebas.q Penghijauan yang luas, pemandangan danau buatan yang indah serta taman bunga kecil yang indah pula, tempat duduknya pun lesehan dan setiap satu meja di restauran ini di buat seperti rumah gubuk walau kedengarannya sangat sederhana tetapi gubuk ini sangat menakjubkan dan dibuat mewah. Jadi kita berasa piknik dengan keluarga sendiri, menu yang di tawarkan pun sangat segar sesuai dengan nuansa alam resto ini.


“Wah..menakjubkan sekali restauran ini Kak.” Ucap Ciko terkagum-kagum dengan apa yang sedang di lihatnya saat ini.


“Karena dia yang berinisiatif sendiri untuk traktir aku sama Ciko lebih baik aku kerjai sekalian saja, aku kuras isi dompetnya.” Ucap Micha dalam hati sambil tertawa iseng.


“Karena hari ini Pak Jaxson yang traktir kamu jangan sungkan-sungkan saat memilih makanannya ya Cik.” Ucap Micha sambil tersenyum penuh arti.


“Tidak masalah kan Pak Jaxson kami pesan sepuasnya?” Ucap Micha lagi.


“Tentu saja, kalian boleh pesan apapun yang kalian mau.” Jawab Jaxson dengan santai.


“Dasar gadis yang licik, dia ingin mengerjaiku ya.” Ucap Jaxson dalam hati dan tertawa senang. Karena dari hal ini mungkin dirinya bisa menjadi lebih akrab dengan Micha.


.


.


.


.


.


.


Bersambung......


Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁


Terima Kasih 🙏🙏