
hari senin waktunya mima mulai beraktivitas kerja lagi. sudah jam 7 pagi tapi mima belum bangun karna selamam tidak bisa tidur.
"mimaaa bangun sudah siang nak kamu nggak kerja"
kata bu tuti sambil gedor gedor kamar mima
"masih pagi bu"
"masih pagi gundulmu ini sudah jam 7 bangun cepet"
"haaa jam 7"
mima langsung lompat dari kasur dan lari menuju kamar mandi
"pelan pelan mim nanti jatoh"
"buu sepatu mima mana tas mima mana"
"kamu mandi dulu ibu siapin semua"
mima bergegas terburu buru kaya orang lagi dikejar monster.
"bu bu mima berangkat dulu"
"ya hati hati ini roti sama susu dimakan dijalan itu tasnya di depan"
"iya iya bu makasih"
mima segera lari kedepan gang menuju halte karna bis yang ditunggu nggak dateng dateng akhirnya mima naik taxi.
"pak bisa lebih cepat nggak"
"iya non"
karna ini hari kerja dan sudah agak siang jalanan pun macet dan taxi tidak bisa melaju dengan cepat.
"waah macet non "
"aduuh kenapa selalu macet dijalan ini yaudah pak saya turun disini saja ini uangnya"
mima turun dengan tergesa gesa dan menenteng high hils di tanganya.
"waah aku harus lari lagi ini"
mima lari sekuat tenaga sama seperti sebelumnya.
pada setengah perjalanan mima berhenti karna merasa capek dan lapar karna belum sarapan, tapi mima mengurungkan niatnya untuk berhenti dan melanjutkan lari.
mima sampai dikantor dengan kondisi rambut terikat seadanya riasan simple hanya pakai bedak dan lipstik tipis, mima bergegas masuk ruanganya.
"hah telat 5 menit semoga si bos lagi baik hati"
kata mima dalam hati
tak lama kemudian teelpon meja mima berdering tanda mr.key memanggil.
dengan perasaan was was mima masuk ruanganya.
"kamu terlambat lagi"
"maaf mr tadi saya kesiangan dijalan macet nunggu bus nggak dateng dateng"
"saya minta maaf mr saya mohon jangan pecat saya"
kata mima sambil berkaca kaca
"ayo ikut saya"
"kemana mr hari ini tidak ada rapat"
"ikut saja"
mima mengikuti langkah mr.key keluar kantor.
diperjalanan mima bertanya tanya mau kemana sebenarnya , tapi mima tidak berani bertanya karna takut tadi sudah berbuat kesalahan.
mobil mr.key berhenti di depan show room mobil.
"turun"
"mr mau beli mobil?"
mr key tidak menjawab dan langsung masuk ke dealler tersebut diikuti bu mima.
"silahkan pilih mobil yang kamu suka"
"saya??"
"iyaa kamu syarima salwa"
"tapi saya tidak beli mobil"
"cepat pilih"
"yang itu"
mima menunjuk sebuah mobil warna merah nan elegan cantik identik dengan wanita.
"oke kamu tunggu sini"
mr key berjalan menuju sebuah ruangan untuk melakukan pembayaran.
"ini kuncinya mobil ini milikmu"
kata mr key sambil memberikan kunci mobil pada mima
"hah beneran buat saya mr?"
"iya saya nggak mau kamu terlambat lagi dengan alasan nunggu bus"
"makasih banyak mr"
" ayo balik ke kantor kamu cobain mobil barumu"
"iya iya mr"
mima segera masuk mobil dengan bahagianya seperti anak kecil mendapat mainan baru. melihat tingkah mima mr key hanya tersenyum.
"akhirnyaa aku punya mobil baruu haa senangnya, eeh tapi kenapa mr key memberikan mobil secara cuma cuma, aku tau banget sifatnya , dia nggak mungkin memberi kesempatan kedua pdahal aku udah beberapa kali terlambat tapi nggak dipecat malah dikasih mobil?? aah sudahlah mungkin dia lagi baik"
mima melajukan mobilnya menuju kantor mengikuti mr key.