
Rendy dengan cepat dapat menemukan keberadaan Micha yang kini berada di apartemen lamanya atau lebih tepatnya sekarang apartemen milik Yora sahabat Micha. Rendy dengan segera memberitahukan keberadaan Micha pada Axelle.
Setelah mendapatkan pesan singkat dari Rendy, Axelle pun dengan segera menyahut kunci mobilnya dan menyusul Micha ke apartemen Yora. Malam ini dia harus benar-benar mengungkapkan semuanya pada istrinya, agar kedepannya tidak lagi terjadi kesalahpahaman atau masalah seperti ini.
Ting tong ting tong
Suara bel apartemen Yora terus saja berbunyi, Micha tahu itu pasti suaminya Axelle. Meski tadi Micha dengan buru-buru pergi ke tempat Yora dengan tangisnya yang sesenggukan tapi Micha sama sekali belum membuka mulutnya untuk bercerita dengan Yora. Dia hanya bilang bahwa sedang ada masalah dengan Axelle suaminya.
“Yora tamu di depan pintu itu kemungkinan suami Nak Micha karena dari tadi bel pintunya terus berbunyi, cepatlah di buka biarkan mereka menyelesaikan masalah rumah tangga mereka sendiri, kita tidak boleh ikut campur.” Ucap Ibu Yora menasehati.
“Benar juga apa yang di katakan Ibuku Micha, suamimu sudah sedari tadi terus membunyikan bel pintu mungkin dia ingin menjelaskan sesuatu padamu. Walau aku tidak tahu masalah apa yang sedang kamu hadapi dengan Pak Axelle, tapi kamu harus membicarakannya dengan kepala dingin.” Ucap Yora dengan lembut.
Micha pun menghentikan tangisnya sejenak perkataan Ibunya Yora dan juga Yora ada benarnya juga, masalah rumah tangga tidak boleh di bawa kemana-mana apalagi jika itu sebuah aib. Akhirnya Micha melangkahkan kakinya untuk membukakan pintu apartemen Yora.
Dan benar saja suaminya Axelle sudah berdiri disana dengan raut wajah yang amat sangat khawatir padanya. Sesungguhnya hati kecil Micha tidak tega melihat suaminya seperti ini, namun jika dia membayangkan kembali kata-kata dari mantan tunangannya itu sungguh sangat menusuk hatinya.
“Micha sayang kita pulang ya, aku akan menjelaskan semuanya padamu malam ini juga. Jika setelah ku jelaskan nanti kamu masih tidak menerimanya aku akan rela kamu hukum apapun. Jadi aku mohon sekarang ikutlah aku pulang ya sayang.” Bujuk Axelle perlahan.
Micha tanpa berkata lalu berpamitan kepada keluarga Yora dan berjalan mendahului Axelle. Axelle sangat senang istri tercintanya tidak susah di bujuk walau dia sama sekali tidak mau bicara dengannya.
Sepanjang perjalanan pulang suasana di dalam mobil begitu lengang, Micha hanya menatap ke arah luar jendela dengan tatapan kosong. Entah apa yang sedang di pikirkannya yang pasti saat ini dadanya masih terasa amat sesak.
Tentu saja Axelle yang melihat sikap istrinya itu merasa bersalah karena semua kesalahpahaman ini terjadi juga karena dirinya sendiri. Andai saja dia dapat menjelaskan semua kejadian ini lebih awal mungkin saat ini Micha dengan erat menggandeng tangannya untuk menenangkan beban pikirannya.
Sesampainya di halaman rumah Micha dengan segera keluar dari mobil dan berjalan lebih dulu memasuki rumah mewah itu. Setiap pandang mata para pelayan di rumah Axelle pun menatap heran dengan raut wajah Nyonya nya yang sangat terlihat murung, namun mereka cepat-cepat kembali ke tugas masing-masing saat langkah Axelle dengan buru-buru memasuki rumah.
“Ada apa dengan Nyonya dan Tuan ya, sepertinya mereka sedang bertengkar.” Ucap salah seorang pelayan.
“Ssst...jangan di bicarakan lagi itu urusan mereka. Kita tidak boleh ikut campur, segera kembali ke pekerjaan masing-masing.” Sergah salah seorang pelayan lain.
Mereka pun lalu mengangguk dan membubarkan diri lagi sebelum Tuannya mengetahui apa yang baru saja mereka lakukan.
Saat Axelle memasuki kamar, Micha sudah dengan posisi berbaring di atas tempat tidur dan menutupi dirinya dengan selimut, Axelle berjalan perlahan mendekati istrinya yang saat ini sedang merajuk itu. Axelle membelai lembut pucuk kepala Micha, meski saat ini posisi Micha membelakangi dirinya.
“Sayang kamu dengarkan baik-baik apa yang akan aku katakan dan aku jelaskan padamu ya, aku akan memberitahukan segalanya padamu. Agar tidak ada lagi rahasia yang tersimpan di antara kita.” Ucap Axelle, lalu dirinya mengambil nafas dalam-dalam untuk mulai menceritakan kisah hidupnya.
Awal mulanya Axelle menceritakan tentang kehancuran keluarga mamanya atau keluarga Osmond yang terjadi karena ulah papanya yang berselingkuh dengan teman baik mamanya, dia juga menceritakan tentang perusahaan Osmond yang kini sudah menjadi perusahaan Star Group dan itu di kelola olehnya, Micha yang mendengar hal itu sempat terkejut dan juga merasa pilu akan apa yang menimpa keluarga orang tua suaminya itu.
Tadinya Silya sering membuat keributan di rumah Axelle saat dirinya tidak ada di rumah dan dari situlah Axelle semakin geram, pada akhirnya Axelle berhasil dengan rencananya yang membuat papanya meniduri Silya dan berhasil di ketahui oleh istri barunya, hal itu membuat istri barunya marah besar dan bahkan hampir membunuh Silya.
Mulai saat itu juga Axelle memutuskan hubungannya dengan keluarga Robert sekaligus memutuskan pertunangan yang sangat menjijikkan itu. Raut wajah Micha kini berangsur berubah setelah Axelle menceritakan segalanya.
Axelle pun juga memberitahu tentang saham yang di berikannya sebagai tanda lamarannya waktu itu. Saham itu bukanlah jumlah yang sedikit bagi Micha, dia pun melototkan matanya karena Axelle tidak menceritakan tentang saham itu kepadanya yang saat ini masih di pegang dan di simpan oleh Papanya Zayn agar lebih aman.
“Maafkan aku ya sayang karena aku baru menceritakan semuanya padamu.” Ucap Axelle tertunduk lesu.
“Aku tahu aku sudah salah, karena tidak dari awal terbuka denganmu. Karena semua ini aku lakukan demi keamananmu sayang. Saat ini Papaku sedang merencanakan sesuatu yang gila, aku tidak ingin jika kamu sampai menjadi korbannya.” Jelas Axelle lagi.
“Papa kamu merencanakan sesuatu? Apa maksudnya sayang?” Micha bertanya heran.
“Hari ini kegiatan kita ada yang mengawasi dan hari ini juga harga saham Arion Group turun. Dan kemungkinan lagi mantan tunanganku itu juga suruhan Papaku agar kita bertengkar seperti tadi sayang.” Jelas Axelle lagi.
“Mengapa Papamu sungguh sekejam itu padamu sayang, kamu kan anak kandungnya.”
“Sayang dia bukan Papaku lagi, aku sudah muak dengan kelakuannya yang selalu bertindak seenaknya sendiri dan bermain curang dalam bisnis, dia bisa melakukan apa saja asal dia berhasil meningkatkan perusahaannya, bahkan membunuh seseorang hanyalah masalah sepele baginya.”
.
.
.
.
.
.
Bersambung......
Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁
Terima Kasih 🙏🙏