
Keesokan paginya Wilfred dan juga Jarvis di sibukkan dengan persiapan untuk pertemuan penting dengan client mereka yang dari jepang. Pertemuan mereka memang sudah sengaja diatur di perusahaan Arion Group, proses penandatangan kontrak kerjasama antara keduanya pun berjalan lancar. Wilfred dan juga Jarvis pun mengantar tamu mereka hingga pintu luar perusahaan, tadinya mereka ingin mengantar sampai bandara tapi ternyata pihak jepang memang sengaja ingin tinggal beberapa waktu untuk berlibur disini.
“Perusahaan kita sedang di limpahi berkah bukan begitu Wil.” Ucap Jarvis begitu gembira.
“Benar, ini semua juga berkat kerja keras kita semua selama ini. Waktunya Arion Group semakin bangkit menuju ke tempat tertinggi.” Ucap Wilfred dengan tersenyum.
“Yups, itu pasti. Kita harus lebih bekerja keras lagi.”
Keduanya kemudian kembali ke kantor masing-masing dan mengerjakan kembali pekeerjaan mereka yang lain, Axelle dan juga Jaxson pun sama sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Jaxson sedang menyelesaikan berkas kerjasama antara Arion Group dengan perusahaan Alexander.
“Sehabis makan siang aku akan berbicara pada mereka bertiga, mudah-mudahan mereka akan setuju dengan ini.” Ucap Jaxson pada dirinya sendiri.
Sesuai apa yang diinginkan Jaxson seusai makan siang ketiganya di ajak oleh Jaxson untuk pergi ke ruang rapat.
“Ada apa Jax menyuruh kami kemari?” Tanya Axelle penasaran.
“Benar Jax, ada apa?” Tanya Wilfred yang tak kalah penasaran.
“Udah kalian berdua ini bawel, biar langsung aja Jaxson menjelaskan.” Ucap Jarvis menyela pertanyaan mereka.
“Oke, aku akan jelasin ini tentang rencana kerjasama kita dengan perusahaan Alexander.” Ucap Jaxson datar.
“Kerjasama dengan perusahaan Alexander?” Tanya Axelle mengernyitkan dahinya.
“Iya Axe, ini juga baik untuk perkembangan perusahaan kita bukan, jika kita bisa kerjasama dengan mereka.” Ucap Jaxaon santai.
“Memang ada benarnya juga apa yang di ucapkan Jaxson Axe. Perusahaan kita akan semakin berkembang pesat jika bisa mendapatkan kerjasama dengan perusahaan Alexander.”
“Boleh-boleh, aku setuju.” Ucap Jarvis langsung menyetujui pendapat Jaxson.
“Bagaimana denganmu Axe?” Tanya Jaxson memastikan lagi.
“Sebenarnya apa maksud Jaxson yang tiba-tiba dengan semangat ingin sekali bekerjasama dengan perusahaan Alexander, ya walaupun memang kita bisa mendapatkan keuntungan yang besar jika bekerjasama dnegan mereka, tapi Jaxson melakukan ini semua bukan karena dia sedang mengejar Micha kan.” Ucap Axelle dalam hati.
“Axe..?!” Panggil Jaxson lagi yang mana sedikit membuat lamunan Axelle buyar.
“Oh..okelah aku juga setuju.”
“Baiklah kalau kalian sudah setuju, kalian lihatlah proposal kerjasama yang sudah aku buat untuk kalian teliti lagi, jika ada kesalahan aku akan revisi lagi.” Ucap Jaxson sambil membagikan copy an proposal ke pada ketiganya.
Ketiganya pun dengan serius meneliti proposal kerjasama yang telah di buat oleh Jaxson.
“Ini bagus, aku rasa tidak perlu di revisi lagi, kita bisa sama-sama mendapatkan keuntungan yang seimbang.” Ucap Wilfred dengan jelas.
“Aku juga sudah oke.” Begitu juga dengan Jarvis.
“Oke lah.” Ucap Axelle datar.
“Kalau begitu aku tinggal mengurus sisanya.” Ucap Jaxson dengan senang.
Yang mana membuat ke tiga sahabatnya sedikit melongo karena di balik ucapannya seperti ada niat yang terselubung. Sangat terlihat jelas dari raut wajah Jaxson yang tiba-tiba mengembangkan senyumnya, karena selama ini Jaxson sangat jarang tersenyum sebahagia itu.
“Ehem..sepertinya ada udang di balik batu.” Ucap Axelle sedikit sinis.
“Apa maksudmu Axe?” Tanya Jaxson tidak suka dengan penuturan Axelle.
“Sudah-sudah kalian ini apa-apaan sih. Sebaiknya kamu segera pergi Jax untuk urus sisanya, abaikan saja perkataan Axelle.” Ucap Wilfred untuk melerai keduanya.
“Hadechh..sepertinya semakin banyak yang ingin mendapatkan Micha.” Keluh Wilfred dalam hati.
Jaxson lalu pergi berlalu dari ruang rapat, sedangkan Axelle hanya memperlihatkan raut wajahnya yang kesal dengan Jaxson. Jarvis yang tidak mengerti apa yang sedang terjadi pada kedua sahabatnya pun memilih cuek dan tidak mau ikut campur. Dirinya lalu mengikuti jejak Jaxaon yang pergi dari ruang rapat, karena menurut Jarvis sudah tidak ada lagi yang di bahas disana.
“Sudahlah Axe, kamu ini kenapa coba tiba-tiba seperti itu dengan Jaxson?” Tanya Wilfred yang sengaja berpura-pura tidak tahu atas kecemburuan Axelle pada Jaxson yang menangani masalah kerjasama dengan perusahaan Alexander ini.
“Ya sudah aku akan kembali ke ruanganku lagi.” Ucap Axelle lagi, lalu meninggalkan Wilfred yang masih duduk di kursi ruang rapat.
“Betapa menariknya kamu Micha, siapakah yang akan kamu pilih nantinya. Walau mereka sahabatku tapi untuk urusan cinta, kita harus bersaing secara adil, siapapun nanti yang akan mendapatkan hatimu selain aku, aku akan tetap mendukungmu dengannya Micha.” Ucap Wilfred lirih.
*****
Di toko kue
“Kak Micha aku balik dulu ya, selamat menjaga tokonya.” Ucap Ciko yang berpamitan dengan Micha, karena kini gantian Micha yang masuk shift siang.
“Oke Ciko,berhati-hatilah saat berkendara.”
“Siap Kak.”
Ciko lalu pergi mengendarai motornya berlalu meninggalkan toko tersebut.
“Hacciuuhh...ah kenapa aku tiba-tiba bersin, siapa yang sedang membicarakanku.” Ucap Micha lirih sambil menggosok hidungnya yang sedikit gatal.
Tak selang beberapa lama ada dua pelanggan masuk, yang mana kemungkinan keduanya sepasang suami istri. Micha pun dengan sigap melayani dua sejoli ini, tapi semakin dekat melihat paras keduanya Micha merasakan perasaan yang familiar.
“Sepertinya aku pernah melihat mereka tapi dimana ya.” Ucap Micha dalam hati.
“Selamat datang, Tuan dan Nyonya anda ingin memesan apa? Hari ini kami banyak menu kue yang baru.” Ucap Micha sopan seraya menawarkan beberapa menu baru.
“Kamu mau yang mana sayang?” Ucap sang pria dengan penuh kasih.
“Aku menginginkan kue-kue yang berbentuk lucu ini sayang, boleh kan aku beli semua.” Ucap wanita itu dengan manja.
“Sekalian beli beberapa lagi untuk teman lama kita.” Ucap sang pria pada wanita itu.
“Tentu saja sayang, mereka pasti senang dengan kejutan ini.” Ucap wanita itu senang.
“Saya mau semua kue-kue yang lucu ini dan juga beberapa kue rasa buah ini.” Ucap wanita itu pada Micha.
“Baik Nyonya mohon tunggu sebentar, saya akan membungkusnya dengan rapih.” Ucap Micha penuh kesopanan.
Setelah pembayaran usai Micha dengan gesit mengepack satu per satu kue-kue cantik itu dalam tempatnya barulah dia menyatukannya dalam satu box. Satu box berisi kue-kue lucu dan satu box lagi berisi kue dengan aneka rasa buah.
“Ini pesanan anda Nyonya.” Ucap Micha sambil menyerahkan dua box pada wanita itu.
“Oke, terima kasih.” Ucap wanita itu dengan senyum manisnya.
“Semoga anda puas dengan pelayanan kami, selamat datang kembali Tuan dan Nyonya.” Ucap Micha dengan sedikit membungkukkan badannya.
.
.
.
.
.
.
Bersambung......
Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁
Terima Kasih 🙏🙏