
Semua persiapan pernikahan satu persatu mulai di rancang oleh Axelle dan Micha sendiri, dari gaun, kartu undangan, dekorasi sampai catering semua mereka pilih dengan sendiri. Walaupun saat proses tersebut keduanya sering cekcok karena adanya perbedaan pendapat, tapi hal itu masih bisa mereka atasi.
“Minggu depan kita akan fitting baju pengantin sayang, kamu jangan lupa ya.”
“Ehmm..ya.” Jawab Micha malas.
“Kenapa lagi sayang?”
“Aku hanya merasa moodku tidak bagus Axe. Aku merasa sangat malas untuk melakukan hal apa pun hari ini.”
“Lalu apa yang ingin kamu lakukan Micha sayang, aku akan memenuhi hal apapun yang kamu mau.” Ucap Axelle lembut.
“Entahlah, saat ini aku hanya ingin bersandar di bahumu ini.”
“Baiklah, sepuasnya bisa kau pakai hari ini.”
Keduanya asyik menikmati udara segar di taman rumah kaca milik keluarga Alexander. Kebetulan hari ini Micha libur kerja dan Axelle memutuskan untuk menemani Micha seharian. Kedua sejoli itu sedang di landa rasa bahagia.
Namun di tempat lain Xia yang mendengar akan pernikahan Axelle dan Micha pun tidak terima, kamar yang tadinya rapih dan cantik kini berubah bak kapal pecah karena emosi Xia yang sudah meluap-luap dan melampiaskannya pada benda-benda yang berada di sekitarnya.
Momy Kerin terkejut melihat anaknya yang histeris penuh amarah karena berita tersebut. Dia mencoba menenangkan anaknya Xia dengan rencana jahat lainnya agar Xia kembali bersemangat.
“Sayang stop jangan melakukan hal bodoh seperti ini, ini hanya akan membuat gadis itu puas mentertawakanmu.” Ucap Momy Kerin memanasi Xia.
“Benar juga apa kata Momy, aku tidak boleh seperti ini. Aku harus mencari cara untuk bisa mempermalukan dia dan membuat Kak Axelle membatalkan pernikahannya sendiri.” Sahut Xia dengan senyum liciknya.
“Bagus, itulah baru anak Momy.”
Xia pun dengan semangat merencanakan rencana jahatnya kembali untuk mempermalukan Micha.
*****
Micha dan Axelle akhirnya fitting baju pernikahan di salah satu butik ternama di Mall milik keluarga Alexander. Untuk beberapa gaun pernikahan dan jas mereka memang Kakek Micha dengan sengaja memesan khusus untuk di hadiahkan pada cucu satu-satunya dan calon cucu menantunya itu, meski Axelle sempat menolak karena ingin membelikannya sendiri. Tapi Kakek Micha memohon agar mereka bisa menerima sebagai hadiah atas rasa bahagianya karena pernikahan mereka. Axelle dan Micha akhirnya pasrah dengan keputusan sang Kakek karena tidak ingin membuatnya sedih.
Drrt drrt drrt
Ponsel Axelle terus bergetar sejak tadi, karen prosesi fitting baju dirinya tidak sempat untuk mengangkat panggilan tersebut. Setelah beberapa set gaun dan pakaian dia coba barulah Axelle dan Micha beristirahat sejenak. Dan Axelle segera mengecek siapakah yang menghubunginya sejak tadi.
“Kenapa sayang?” Tanya Micha yang sedang melihat Axe fokus menatap ponselnya.
“Wil menelfonku berulang kali, mungkin ada hal penting. Aku akan menelfonnya kembali.”
“Baiklah, aku mau pergi ke toilet sebentar ya Axe.” Ucap Micha lalu meninggalkan Axelle di ruangan tersebut.
“Ya sayang.” Sahutnya.
Axelle pun lalu melakukan panggilan pada Wilfred untuk mengetahui mengapa dia terus menghubunginya sejak tadi.
“Hallo..!! Ada masalah apa Wil?” Tanya Axelle tanpa basa basi, setelah panggilannya di terima Wilfred.
“Kita ada meeting penting dadakan Axe, makannya aku menghubungimu dan maaf karena telah mengganggu acara fitting baju pernikahanmu.” Ucap Wilfred merasa bersalah.
“Meeting dadakan? Masalah apa?” Tanya Axe penasaran.
“Resort yang sedang kita bangun dengan perusahaan Alexander ada yang mengacaukannya.” Sahut Wil.
“Baru saja di tinggal sebentar sudah terjadi masalah seperti itu. Lalu bagaimana dengan Kakek?” Tanya Axe lagi.
“Beliau sudah menyuruh beberapa bodyguard untuk menangkap orang yang membuat kerusuhan Axe, namun kita harus segera menyelesaikan hal ini juga, karena ada beberapa pekerja yang terluka dan bahan pembangunan yang di rusak.” Jelas Wil lagi.
Micha yang baru saja selesai dari kamar mandi pun mengernyitkan alisnya karena melihat calon suaminya itu terlihat sangat gusar. Padahal sebelum di tinggalnya tadi dia masih sangat bersemangat.
“Ada apa Axe? Apakah ada masalah?” Tanya Micha khawatir.
Axelle pun lalu menceritakan hal yang Wilfred beritahukan padanya tadi, Micha terkejut mendengar berita tersebut.
“Mengapa sampai terjadi hal seperti itu Axe.” Ucap Micha semakin khawatir.
“Tenang saja ya Micha sayang aku akan segera menyelesaikan masalah ini, kamu lanjutkan untuk fittingnya ya karena tinggal dua gaun lagi yang harus kamu coba, untuk jasku sesuaikan saja dengan pilihanmu ya.” Ucap Axelle menenangkan Micha.
“Tidak bisakah aku ikut saja Axe.”
“Masalah ini tidak akan selesai dalam satu hari Micha sayang. Sedangkan persiapan pernikahan kita sudah semakin dekat. Aku akan menyelesaikan masalah pekerjaan ini agar pernikahan kita nanti sudah tidak ada beban lagi dan kamu bantu aku urus untuk persiapan pernikahan kita yang lain ya sayang.” Bujuk Axelle.
Micha pun menghembuskan nafasnya berat, karena Micha memang sangat ingin sekali membantu calon suami dan kakeknya menghadapi masalah ini. Tapi seperti kata Axelle pernikahannya juga semakin dekat dan masih banyak yang harus dia lakukan untuk persiapannya.
“Ya sudahlah, asal kamu harus berhati-hati ya sayang. Aku tidak mau kejadian waktu itu menimpamu lagi.” Ucap Micha khawatir.
“Tentu sayang, aku akan menjaga diriku baik-baik. Dan akan kembali dengan utuh.” Ucap Axe lembut.
“Aku pergi sekarang ya sayang, maaf tidak bisa menemanimu.” Ucap Axelle lagi.
“Tidak apa-apa Axe sayang aku bisa mengerti itu.” Sahut Micha lembut.
Seusai mencium kening Micha, Axelle pun berlalu meninggalkan Mall tersebut. Dua pasang mata yang sedari tadi memperhatikan penuh dengan kebencian pun akhirnya tersenyum puas. Dia lalu melangkahkan kakinya dengan sombong dan menghampiri Micha di dalam butik tersebut dimana Micha sedang mencoba gaun pengantinnya yang lain.
Srreeeekkkk..!!!!
Suara robekan gaun itu pun terdengar sangat jelas para pelayan serta kepala pelayan di butik tersebut pun ternganga akan hal tersebut. Micha yang sedang mencoba gaun yang di desain oleh desainer ternama tersebut pun tak kalah terkejutnya.
Karena gaun yang sedang di cobanya tersebut dengan sengaja di injak dengan high heels dan di tarik ke belakang dengan kasar sehingga membuat gaun cantik itu robek.
“Kamu apa-apaan..?!!!” Teriak Micha.
“Oh...gadis miskin bisa marah?” Ucapnya dengan arogan.
Pelayan serta kepala pelayan di butik tersebut pun memilih untuk diam melihat nonanya berdebat dengan seorang gadis yang arogan, karena mereka tahu nona mereka itu tidaklah mudah untuk di tindas. Tapi mereka sempat saling bertukar pandang karena perkataan gadis arogan tersebut yang mengatai majikannya sebagai gadis miskin.
Jika yang seperti ini di sebut gadis miskin lalu seperti apa yang kaya. Memangnya gadis ini keturunan dari kerajaan Inggris sampai-sampai mengatai nonanya yang sudah jelas keturunan keluarga Alexander yang memiliki kekayaan sebanyak itu dengan sebutan gadis miskin seperti itu.
“Benar-benar wanita yang sombong dan arogan.” Gumam kepala pelayan itu dalam hati.
.
.
.
.
.
Bersambung......
Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁
Terima Kasih 🙏🙏