MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
Salah Paham



Dunia Axelle sungguh terasa runtuh melihat sang kekasih tidak berdaya seperti itu di depan matanya.


“Aarghhhhhhhh...!!!” Teriak Axelle sekencang mungkin untuk melepaskan rasa kekecewaannya terhadap dirinya sendiri.


Buuuugghhh...!!!!


Micha melemparkan bantal sofa ke kepala Axelle yang tengah tertunduk. Karena tadinya Micha sedang tertidur pulas, tiba-tiba di kagetan dengan teriakkan Axelle.


“Axelle...!!! Mengapa kamu teriak-teriak.” Ucap Micha sangat kesal.


Axelle pun lalu mendongakkan kepalanya dan memastikan bahwa yang di lihatnya ini bukanlah mimpi. Setelah memastikan ini memang nyata, Axelle langsung menghambur dan memeluk Micha sangat erat.


“Axe lepaskan aku !! Kamu ini kenapa? Datang-datang langsung teriak-teriak dan sekarang tiba-tiba memelukku sangat erat.” Ucap Micha yang kebingungan.


“Kamu benar baik-baik saja kan Micha?” Ucap Axelle sambil membolak balikan tubuh Micha.


Saat Micha mulai memperhatikan wajah Axe yang terlihat agak sembab, Micha pun semakin di buat bingung oleh tingkah Axelle ini.


“Axe kamu menangis?!” Tanya Micha.


Tapi pertanyaan itu masih tidak di gubris oleh Axelle.


“Axelle..!!!” Teriak Micha sekali lagi.


Teriakan itu berhasil membuat fokus Axelle tertuju pada Micha. Dan dia menatap lekat Micha.


“Sebenarnya ada apa? Kenapa kamu jadi seperti ini?” Tanya Micha sekali lagi.


Axelle yang mendapat pertanyaan itu pun langsung menelan salivanya, dia ternyata hanya salah paham atas keadaan Micha, itu sungguh membuatnya malu. Dia bingung apa yang harus di katakannya.


“Ueemmm itu..itu mungkin aku salah paham.” Ucap Axelle sedikit ragu.


“Salah paham? Salah paham bagaimana Axe?”


“A..aku mengira kamu sudah tiada Micha.” Jawabnya lirih dan sedikit gugup.


“Apa..!! Bagaimana bisa Axe kamu beranggapan seperti itu.”


Axelle lalu menunjukkan pisau yang berlumuran noda merah. Alhasil membuat Micha tertawa terbahak-bahak hingga perutnya sakit.


Bagaimana bisa seorang Axelle yang arogan bisa histeris seperti itu karena mengira Micha sudah meninggal hanya di karenakan sebilah pisau yang berlumuran noda merah akibat dari cairan buah naga, dia bahkan tidak bisa membedakan antara noda darah dan noda buah naga. Padahal tadi Micha hanya ketiduran karena kelelahan, sehingga posisi tidurnya juga sembarang.


“Hahaha Axe...aku sungguh tidak kuat menahannya. Kamu bahkan sampai menangis seperti itu.” Ucap Micha yang masih terus mentertawakan kebodohan Axelle sambil memegangi perutnya yang sudah kaku karena tertawa.


“Kamu puas meledekku?” Ucap Axelle murung.


“Maaf sayang.”


Cup


Micha mencium kilas pipi Axelle. Dia sangat tahu bahwa Axelle sungguh-sungguh mengkhawatirkannya hingga dia sempat beranggapan seperti itu. Di sisi lain Micha sangatlah bahagia bahwa dia tidak salah mencintai seseorang yang sangat peduli dengannya, bahkan karena ke salah pahaman ini Micha bisa melihat hal yang langka yaitu melihat Axelle bisa menangis.


“Sudahlah maafkan aku juga karena sudah mentertawakanmu Axe.” Ucap Micha sungguh-sungguh.


“Aku sungguh bahagia, kamu bahkan mengkhawatirkan aku sampai seperti itu sayang.” Ucap Micha lagi.


“Maafkan aku juga sayang, karena aku terlalu berlebihan tanpa mengecek kondisi yang sebenarnya.” Ucap Axe menyesal.


“Tak apa sayang. Kamu belum makan kan? Bagaimana kalau aku buatkan beberapa makanan dan kita makan malam bersama.” Ucap Micha lembut.


Hal itu membuat Axe kebingungan karena dia ada janji dengan Xia untuk makan malam, tapi tidak mungkin Axelle mengatakan hal itu pada Micha, dia bisa saja salah paham karena dirinya lebih memilih Xia, semua rencananya bisa gagal.


Axelle belum bisa menceritakan rencananya ke Micha untuk menghadapi Xia. Karena jika dia bercerita sekarang takutnya Micha akan melarangnya.


“Maafkan aku sayang, aku sungguh ingin bisa makan malam bersamamu apalagi makan makanan yang kamu buat, hanya saja malam ini aku ada pekerjaan sayang.” Jawab Axelle penuh penyesalan.


“Ya sudah tidak apa Axe, kamu bisa selesaikan pekerjaanmu. Kita bisa lain kali makan malam bersama disini.” Sahut Micha.


“Terima kasih ya sayang, kalau begitu aku akan pergi sekarang.”


“Baiklah Axe ku sayang.”


Setelah mengecup kening Micha, Axelle lalu bergegas untuk pulang berganti pakaian dan pergi menuju restauran yang sudah di pilih oleh Xia.


“Mengapa perasaanku malam ini begitu gelisah.” Ucap Micha lirih.


“Seharusnya tidak terjadi sesuatu hal pada Axelle kan?” Ucapnya lagi sambil mondar mandir di kamarnya.


Tiba-tiba Micha mendapatkan sebuah pesan yang menyuruhnya untuk datang ke restaurant xx, Micha sempat mengabaikan pesan tersebut sampai pada sebuah foto yang di kirimkan oleh nomor tidak di kenal tersebut. Sosok itu pasti sudah sangat familiar bagi Micha.


Micha menutup mulutnya karena merasa tidak percaya apa yang dia lihat, Axelle bersama Xia dan tersenyum bahagia. Micha pun bergegas mengambil kunci motornya dan pergi menuju restaurant itu. Pikirannya sudah kalut di penuhi dengan emosi dan perasaan yang negatif.


Sesampainya di restaurant itu ternyata Micha tidak menemukan keduanya dan tiba-tiba seorang pelayan menghampirinya dan memberikan selembar kertas padanya.


“Datanglah ke hotel xx nomor kamar 455” Tertulis pesan singkat tersebut.


Micha lalu meremas kertas tersebut penuh emosi, air matanya sudah membanjiri wajah cantiknya. Dia lalu melangkah dengan kasar dan menuju tempat tersebut.


Sesampainya disana Micha langsung menuju kamar sesuai dengan nomor yang tertera di kertas itu, tanpa ke resepsionis terlebih dahulu untuk sekedar bertanya.


Tapi pemandangan disana sangat mengejutkan Micha, dia tidak melihat Axelle sedang bermesraan dengan Xia tapi disana sudah ada Jarvis, Rendy dan juga satu pria lagi. Xia menangis sejadi-jadinya meminta maaf dan berlutut pada Axelle, ternyata Xia gagal total dengan rencananya.


“Axe ini semua apa? Sebenarnya apa yang terjadi?” Tanya Micha dengan tiba-tiba.


“Micha..?!!!” Ucap Axelle terkejut karena Micha tiba-tiba berada disana.


“Mengapa kamu bisa disini?” Tanya Axelle balik.


“Sebaiknya kamu jelaskan dulu padaku Axe, apa yang sebenarnya terjadi. Dan kamu mengapa berbohong padaku Axe.” Sahut Micha kesal.


“Kak Axelle dengarkan aku dulu.” Ucap Xia menyela pembicaraannya dengan Micha.


“Jarvis bawa adikmu dahulu, aku akan pergi dengan Micha.” Ucap Axelle datar.


“Oke Axe.”


“Kak Axelle..!! Jangan tinggalin Xia Kak.” Teriak Xia terus memanggil nama Axelle.


Axelle membawa Micha pergi dari hotel tersebut, lalu mengajaknya ke sebuah taman yang memang selalu ramai pengunjung. Axelle memilih bangku yang paling ujung karena disana tidak begitu ramai sehingga Axelle bisa dengan leluasa menjelaskan pada Micha.


“Kamu jangan marah dulu ya sayang, aku sungguh minta maaf untuk soal aku yang berbohong padamu ada masalah pekerjaan tadi tapi sebenarnya aku sedang mengurusi masalah dengan Xia.” Jelas Axelle supaya Micha tidak marah padanya.


“Ceritakan semuanya dahulu, baru nanti aku akan pertimbangkan akan memaafkanmu atau tidak.” Ketus Micha.


“Baiklah sayang, dengarkan baik-baik ya.”


“Hmm.”


“Jadi cerita sebenarnya seperti ini....”


.


.


.


.


Hayooo gimana ceritanya???😁🤭 UDAH + 1 EPISODE YA,...TUNGGU BESOK LAGI..JANGAN MINTA MULU YA MOHON SABAR..DEMI KALIAN TADI MALAM LEMBUR DARI JAM 1 PAGI SAMPE SUBUH BARU DAPAT 2 EP DAN INI 1 EP YANG INI BARU SAJA SELESAI..BUAT BONUSNYA..Aku sempat ngakak pas baca komenan kalian, karena sebagian bisa nebak kelanjutannya dengan benar👏👏👏


.


.


.


.


.


.


Bersambung......


SO JANGAN LUPA UNTUK YANG DI BAWAH INI YA👇👇👇DUKUNGAN DARI KALIAN SEMANGATKU..


*****


Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁


Terima Kasih 🙏🙏