
Jarvis sempat melihat kelakuan Momy dan adiknya itu, dia merasa jengah atas kelakuan mereka. Jarvis harus memberitahu Axelle dan Micha bahwa mereka harus berhati-hati, walaupun mereka keluarga kandung Jarvis tapi Jarvis tidak akan membiarkan mereka menyakiti siapa pun apalagi sahabat baiknya dan gadis yang pernah masuk kedalam hatinya itu.
Tok tok tok
“Xilio..?!” Ucap Jarvis dari luar kamar.
“Iya Kak Jarvis, masuk saja.” Sahut Xilio.
Setelah memasuki kamar Xilio, Jarvis lalu duduk di samping adiknya yang masih berkutat dengan laptopnya.
“Ada apa Kak?” Tanya Xilio membuka percakapan.
“Kakak ingin meminta tolong padamu.” Sahut Jarvis.
“Apa Kak katakan saja.”
Setelah Jarvis menyampaikan sesuatu pada adiknya Xilio, Xilio pun mengangguk mengerti.
“Baiklah Kak akan ku atur semuanya, Kakak tenang saja.” Ucap Xilio.
“Terima kasih Xi.” Sahut Jarvis.
“Memang sudah saatnya untuk membuat perubahan Kak.”
“Kamu benar Xi, jadi sebaiknya kamu juga berhati-hati ya jangan sampai ketahuan.” Ucap Jarvis memperingati sang adik.
“Baik Kak.”
“Kakak akan kembali ke perusahaan ya, dan kamu bisa memulainya dari sekarang.”
“Tentu saja Kak.”
Jarvis pun lalu meninggalkan kamar adiknya itu saat turun ke bawah ternyata Momy dan adiknya Xia masih berbincang di ruang tengah.
“Aku kembali ke perusahaan Mom.” Pamit Jarvis.
“Ya sayang, berhati-hatilah.” Sahut Momynya.
Sedangkan adiknya Xia hanya cuek dan tidak memperdulikannya. Setelah Jarvis sudah keluar dari rumah barulah Xia melanjutkan pembicaraannya dengan Momynya.
“Bagaimana Mom caranya aku bisa secepatnya mendapatkan Kak Axelle?” Tanya Xia tidak sabar.
“Bagaiamana kalau coba kamu ajak dia makan malam dahulu ya itung-itung sebagai tanda untuk merayakan kepulanganmu.”
“Lalu?”
“Nanti diminuman dia kamu kasih obat tidur, barulah nanti kita buat rencana seolah-olah dia sudah menidurimu dan meminta pertanggung jawabannya.” Lanjut sang Momy.
“Briliant..!! Aku sangat sayang sama Momy. Aku pasti akan membuat Kak Axelle untuk menyetujui permintaanku Mom.” Sahut Xia senang.
Hari mulai menjelang sore Micha yang sedari tadi siang masih di rumah Axelle untuk membantu merawat Axelle pun segera bergegas untuk pulang.
“Aku akan pulang sekarang ya Axe, sudah hampir malam.” Ucap Micha berpamitan.
“Apa kamu tidak tinggal disini saja Micha sayang.” Sahut Axelle manja.
“Axelle aku tidak mau tinggal serumah denganmu.” Ucap Micha tegas.
“Apa...?! Mengapa Micha sayang?” Tanya Axe yang kecewa dengan jawaban Micha.
“Karena aku belum jadi istrimu.” Ucap Micha singkat.
Axelle menghembuskan nafasnya lega.
“Aku kira kamu benar-benar tidak ingin tinggal bersamaku Micha. Secepatnya aku pasti akan melamarmu.” Jelas Axe.
Micha pun yang mendengar penuturan Axe tersipu malu dan tersenyum bahagia.
“Baiklah, aku akan menantikan hal itu.” Ucap Micha malu-malu.
“Ya sudah aku pamit dulu ya Axe ku sayang, jangan nakal kamu.” Ucap Micha lagi.
“Tidak akan sayang, kamu di antar Rendy ya, biar aku tenang.” Sahut Axe lembut.
“Baiklah.”
Setelah mengecup kening Micha barulah Axelle menyuruh sopirnya Rendy untuk mengantarkannya pulang. Rendy pun dengan patuh menuruti permintaan tuannya.
Setelah mengantar Micha dengan selamat sampai di apartemennya, Rendy pun langsung izin untuk langsung kembali ke kediaman Axelle. Sesampainya di rumah Axelle, Rendy pun langsung menghampiri Axelle untuk menunjukkan sesuatu hal padanya.
“Apa yang akan anda rencanakan Tuan?” Tanya Rendy kemudian.
“Baiklah, sesuai permintaan anda. Kalau begitu saya undur diri.” Ucap Rendy kemudian.
“Baiklah, kerja bagus hari ini.” Puji Axelle.
“Haih..setiap hari juga pasti bagus Tuan, hanya saja anda lah yang tidak menyadarinya. Resiko jika memiliki atasan yang arogan.” Keluh Rendy dalam hati.
Setelah selesai dengan rutinitasnya, Axelle pun memilih untuk tidur lebih awal setelah mengetik pesan untuk Micha, karena efek dari obatnya yang cukup ampuh membuatnya mengantuk.
“Micha sayang aku tidur lebih awal ya.” Ucap pesan singkat itu.
“Baiklah sayang, selamat malam.” Balas Micha.
“Ternyata sudah tidur, dia tidak membalas pesanku lagi. Lebih baik aku juga istirahat lebih awal, besok harus masuk shift pagi. Untungnya Ciko mau bertukar hari libur denganku kalau tidak hari ini aku pasti kecolongan sama gadis centil itu.” Ucap Micha pada dirinya sendiri.
Setelah mengoceh beberapa saat dhan merutuki gadis yang tak lain adalah Xia, Micha pun langsung terlelap dalam tidurnya.
*****
Sinar matahari mulai meninggi, semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing. Micha sudah sigap di tempat kerjanya dengan sopan melayani para pengunjung yang datang, tapi di tempat lain ada sepasang mata yang memperhatikannya.
“Dasar gadis miskin, kamu sama sekali tidak pantas menyanding Kak Axelle.” Ketus gadis ini yang tak lain adalah Xia.
Xia pun langsung melapor ke Momy nya bahwa gadis yang saat ini menjadi kekasih Axelle hanyalah gadis pelayan, dan dia juga hanya tinggal di apartemen sewaan.
“Cih...ternyata sainganmu bahkan serendah itu Xia. Jika rencanamu tidak berhasil kamu akan mengecewakan Momy.” Ucap sang Momy di seberang telephone.
“Tentu saja Xia tidak akan semudah itu di kalahkan oleh gadis rendahan ini Mom.” Ucap Xia penuh percaya diri.
“Baiklah Momy akan percaya padamu.” Sahut Momy Kerin.
Setelah menutup panggilannya Xia pun langsung melajukan mobilnya kembali untuk menuju ke kediaman Axelle. Axelle yang masih terlelap dalam tidurnya pun di kejutkan dengan keributan di depan rumahnya.
“Haishh..!! Siapa pagi-pagi begini membuat keributan.” Gerutu Axelle.
Axelle lalu keluar dari kamarnya dan turun untuk mengecek keadaan.
“Siapa Rend yang buat keributan?” Tanya Axelle kesal.
“Putri kesayanganmu.” Celetuk Rendy meledek Axelle.
Axelle yang mengerti siapa yang di maksudkan oleh Rendy pun, dirinya langsung merasa kesal.
“Sial..!! Jaga ucapanmu Rendy, kau ingin bonusmu di potong.” Gerutu Axelle menatap tajam Rendy.
“Maaf Tuan.” Rendy pun menunduk dan cepat-cepat memohon ampunan Tuannya.
“Dikit-dikit potong bonus, lama-lama bonusku bakal beneran hilang.” Gerutu Rendy dalam hati.
“Suruh masuk saja, dari pada terus membuat keributan di luar.” Ucap Axelle kesal.
“Baik Tuan.” Sahut Rendy.
“Pagi-pagi sudah membuat moodku jelek.” Gerutu Axelle lirih.
Setelah Xia di persilahkan masuk oleh Rendy, dirinya pun dengan sombongnya membanggakan dirinya di depan para bodyguard Axelle yang menahannya tadi.
“Kecamkan itu, aku akan jadi Nyonya rumah ini. Jika tiba waktunya tamatlah riwayat kalian.” Ucapnya dengan nada yang sangat arogan dan sombong.
Sedangkan para bodyguard itu tak menggubris sedikitpun ucapan Xia, karena mereka hanya patuh dan tunduk sesuai perintah tuannya Axelle, bahwa gadis yang bebas keluar masuk rumahnya hanyalah seorang Micha Alexander.
Sehingga siapapun gadis kecuali Micha yang mengunjungi rumah Axelle terutama yang mengaku akan menjadi nyonya rumah akan selalu di hadang dan di tahan oleh para bodyguard itu sampai tuannya memberi izin mereka untuk masuk. Jika tuannya menginginkan untuk di usir pastinyalah bodyguard itu langsung mengusirnya entah dengan cara halus atau kasar.
.
.
.
.
.
.
Bersambung......
Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁
Terima Kasih 🙏🙏