MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
Lamaran & Hari patah hati



Axelle sudah mempersiapkan hatinya entah akan di tolak oleh kekasihnya itu ataupun di usirnya, karena kondisi mereka yang sedang bertengkar sebelumnya. Tapi niat Axelle sudah bulat untuk meminang Micha saat itu juga karena dia sunggung ingin menunjukkan keseriusannya.


“Kamu...?! Mengapa kamu bisa disini Axe?” Tanya Micha heran.


“Duduklah kemari sayang.” Ucap Alice sambil menepuk tempat duduk disebelahnya.


Micha pun menuruti perkataan Alice dan duduk disebelahnya. Walau sebenarnya dia sungguh bingung dengan keadaan ini, karena kedua orang tuanya tiba-tiba datang kemari di tambah ada Axelle kekasihnya juga berada disini.


“Sebenarnya ada apa ini Ma?” Tanya Micha pada Alice mamanya.


“Axelle anak tante sekarang sudah berada di depanmu, sekarang saatnya kamu sendiri yang berkata langsung padanya akan niatanmu.” Ucap Alice lembut.


Micha semakin di buat kebingungan atas ucapan dari Mamanya itu. Tapi disisi lain Micha sangat merasakan detak jantungnya berdegup sangat cepat entah dia sedang merasa gugup atau hal yang lainnya.


“Baik tante.”


“Micha aku kesini karena aku berniat dengan sungguh-sungguh ingin melamar kamu sebagai calon ibu dari anak-anakku kelak, aku tidak ingin menunda waktu lebih banyak lagi, aku tidak mau hanya karena kesalahpahaman hubungan kita berakhir.”


“Dan aku tidak ingin kehilangan dirimu Micha, karena untuk pertama kalinya kamu lah yang mampu membuat aku merasakan rasa cinta ini. Aku tidak tertarik dengan gadis manapun lagi, karena aku hanya ingin kamu yang menjadi Nyonya Axelle.”


“Aku ingin menjaga dan membahagiakanmu seumur hidupku. Jadi aku mohon terima aku sebagai pendamping seumur hidupmu Micha.”


Axelle dengan panjangnya merangkai kata-kata indah untuk melamar gadis pujaannya Micha Alexander. Micha yang mendengar akan perkataan Axelle ternganga sekaligus membuat rona wajahnya seketika memerah karena malu. Dirinya tidak akan menyangka akan di lamar secara romantis seperti ini bahkan di saksikan oleh keluarganya secara langsung.


Axelle kini tengah berlutut dan menyodorkan sebuah kotak perhiasan yang berisi satu set perhiasan berlian berwarna merah muda dari anting, kalung, gelang, dan juga cincin terpampang dengan sangat indah. Axelle pun mengambil cincinnya dan memasangkannya pada jari manis Micha. Micha sama sekali tidak menolak atas apa yang di lakukan Axelle padanya.


“Ini pasti mimpi, Aku dan Axelle kan sedang bertengkar. Tapi kenapa mimpi ini begitu nyata dan indah, aku berdoa andai waktu berhenti disini, biarkan aku menikmati mimpi indah ini lebih lama.” Ucap Micha dalam hatinya.


Micha masih terpana dan terkejut dengan kejutan ini, sampai-sampai dirinya menganggap ini sebuah mimpi. Sampai pada mamanya Alice menepuk bahunya.


“Micha..Micha..apa jawaban kamu untuk lamaran Nak Axelle.” Tanya Mama Alice yang membuyarkan tatapan Micha.


“Ah..eh...iya apa Ma?” Ucap Micha tergagap.


“Kamu mau membiarkan Axelle berlutut sampai kapan sayang? Kamu tidak kasihan dengannya kah, karena menunggu jawabanmu.”


“Apa..?! Tunggu..!! Ini bukan mimpi Ma?”


“Astaga sayang kamu ini terlalu bahagia ya sampai-sampai menganggap semua ini mimpi?” Ucap Alice sambil terkekeh, begitu pula dengan yang lain.


Alhasil membuat Micha semakin bertambah malu, karena tindakannya yang sangat konyol itu.


“Bagaimana sayang apa kamu bersedia menerima lamaran Axelle?” Ucap Zayn yang kini bergantian bertanya.


“Eeemm..ma..mau Pa Ma.” Sahut Micha sedikit terbata.


“Jadi kamu benar-benar menerimaku Micha?” Tanya Axelle memastikan lagi.


“Iya Axe aku bersedia.”


Jawaban Micha sangat membuat hati Axelle bahagia. Micha sendiri bahkan belum mengetahui identitas asli Axelle dan hadiah saham tadi, karena Axelle sendirilah yang nantinya akan memberitahukan kepada Micha setelah menikah sebagai hadiah kejutan untuknya.


Para sahabat Axelle yang mendengar dia dan Micha akan segera menikah pun sempat terkejut karena hubungan mereka secepat itu ke tahap yang lebih serius. Diantara ketiga sahabat Axelle yang masih sangat berat melepas Micha ialah Jaxson.


Tapi apa daya Micha sendiri pun telah menentukan pilihannya. Setelah mendengar pernikahan Axelle dan Micha akan dilaksanakan dalam waktu satu bulan lagi, Jaxson kini lebih sering menghabiskan waktunya di Arion Club untuk sejenak menghilangkan rasa perih di hatinya.


“Hai..sendirian aja, boleh duduk disini? Ucap seorang gadis pada Jaxson.


“Kau sedang patah hati bukan?” Tebak gadis itu asal.


Mendengar pertanyaan dari gadis itu Jaxson pun menatap ke arah gadis tersebut yang kini sedang meminum wine nya dengan air mata yang sudah membasahi wajah cantiknya.


“Kamu juga mengalami hal yang sama denganku?” Tanya Jaxson penasaran.


Karena Jaxson sendiri sungguh tidak tega jika melihat seorang gadis menangis apalagi karena tersakiti dan di khianati.


“Mungkin lebih dari yang kamu alami sekarang.” Sahut gadis itu.


“Apa kamu tahu, betapa sakitnya jika di khianati kekasih dan sahabat baik kita sendiri. Aku sudah sering melihat hal itu di drama atau di sinetron, tapi aku tidak menyangka bahwa hal itu akan terjadi kepadaku.” Ucapnya lagi dalam isak tangisnya.


“Padahal lusa kita akan menikah, karena aku ingin memberikan kejutan untuknya, aku jauh-jauh datang kemari lebih awal. Aku tidak menyangka melihat dengan kepalaku sendiri dia ceck in di hotel bersama sahabatku yang sudah ku anggap seperti saudara, kita bahkan sudah dari SMA berteman baik.”


Gadis itu terus bercerita tentang kekasih dan sahabatnya, sedangkan Jaxson hanya memperhatikan semua hal yang ia ceritakan padanya.


“Aku tidak pernah percaya teman-temanku pernah memperingatiku, bahwa sahabatku itu perebut kekasih ataupun suami orang. Karena hubungan kami yang sudah lama menjalin pertemanan aku menampik semua hal itu dan lebih percaya kepada sahabatku. Walaupun kami memang sempat beberapa tahun tidak bertemu.”


“Kini semua itu sudah terlambat, kekasihku termakan bujuk rayu sahabatku. Hingga dia tega membatalkan pernikahan kami secara sepihak. Aku dan keluargaku sangat malu akan hal ini, tapi aku tidak bisa apa-apa lagi selain menangis dan menyesali semuanya. Andai saja aku bisa menemukan sahabatku yang satunya lagi, aku ingin meluapkan hal ini kepadanya, aku sungguh rindu dia.” Curhat gadis itu lagi.


Yang semakin membuat Jaxson merasa geram dengan kekasih gadis itu. Bagaimana dia bisa melepaskan gadis sebaik ini, dan lebih memilih wanita yang jelas-jelas suka merusak hubungan orang.


“Memangnya siapa nama sahabatmu yang ingin kamu temui ini. Mungkin aku bisa membantumu.” Ucap Jaxson yang merasa iba pada gadis itu.


“Nam..namanya..Mi...”


Bruukkkk..!!


Gadis itu sudah mabuk dan kepala jatuh ke meja cukup keras. Karena di sela ia bercerita dirinya terus meminum wine dengan kadar alkohol yang tinggi.


“Haiss...!! Betapa menyedihkan ceritamu. Tapi terima kasih karena mendengar ceritamu aku bisa meringankan rasa sakit hatiku.” Ucap Jaxson lirih.


Jaxson kemudian menyuruh pelayan wanita untuk membukakan kamar miliknya. Dia lalu menggendong gadis itu dan menidurkannya di atas tempat tidurnya. Jaxson kemudian berlalu pergi meninggalkannya disana.


“Besok pagi beri dia pakaian ganti dan apapun yang dia butuhkan. Aku akan langsung pulang ke rumah.” Ucapnya pada pelayan wanita tadi.


“Baik Tuan.”


.


.


.


.


.


Bersambung......


Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁


Terima Kasih 🙏🙏