MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
Kesal



Jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi Micha merasakan tubuhnya sangat lelah dan terasa sakit, terutama di bagian intimnya yang begitu nyeri. Micha sangat malas untuk bangun dari tempatnya sekarang. Tak lama tangan Axelle melingkar pada pinggangnya, hal itu membuat Micha sedikit terkejut dan membuka matanya lalu menoleh ke arah suaminya yang masih memejamkan matanya namun bibirnya tersenyum bahagia.


“Aku tahu kamu sudah bangun sayang.” Celetuk Micha, namun Axelle diam tak menjawab.


“Ini sudah siang sayang, kamu tidak bekerja?” Ucap Micha lagi.


“Hmm..hari ini aku akan libur.” Sahut Axelle malas.


“Sayang ayo cepat bangun aku juga harus bekerja, tidak boleh bermalas-malasan seperti ini. Pekerjaanku masih menumpuk karena masalah kemarin.” Celoteh Micha.


“Aku tahu.” Ucap Axelle singkat.


“Lalu?”


“Apa kamu merasa baik-baik saja setelah melakukan hal semalam.” Ucap Axelle yang masih saja memejamkan matanya.


“Uumm...mungkin tidak apa-apa sayang ini hanya nyeri, lama kelamaan jika untuk aktifitas mungkin saja berangsur sembuh.” Jawab Micha sedikit malu


Wajah Micha sudah memerah saat mengingat kembali aktifitas panas yang ia lakukan dengan Axelle sampai beberapa ronde. Micha kualahan menghadapi nafsu suaminya itu, namun Micha sangat menikmatinya meski rasa lelah kini melanda tubuhnya setelah pergumulan semalam.


“Sayang, ayolah cepat bangun. Jangan seperti ini, kamu harus memberikan contoh yang baik untuk karyawanmu. Dan jika aku tidak masuk kerja apa kata mereka nanti. Mentang-mentang aku istri CEO bisa bebas mengambil libur kerja begitu.”


Mendengar ocehan Micha yang panjang lebar akhirnya Axelle membuka matanya dan menyandarkan tubuhnya. Dia menatap lekat wajah istrinya lalu mencium kilas kening dan bibir Micha.


“Baiklah aku bangun, tapi kita mandi bersama ya.”


“Tidak mau..!!” Tolak Micha dengan cepat.


“Sayang ayolah.” Ucap Axelle menyeringai penuh arti.


“Oh tidak lagi.” Batin Micha.


Micha dengan pasrahnya di gendong Axelle menuju kamar mandi dan benar apa yang Micha tebak. Axelle kembali menyetubuhinya saat mereka mandi meski tadinya rasa perih itu masih menjalar namun saat Axelle mulai menjamah dan melakukannya lagi membuat Micha kembali merasakan kenikmatan yang luar biasa.


Setelah hampir satu jam mereka di dalam kamar mandi, keduanya kemudian mengenakan pakaian kerja masing-masing. Axelle mengenakan jas yang sudah Micha pilihkan, setelah usai keduanya pun menuju ruang makan untuk sarapan. Mereka hanya memilih untuk sarapan dengan roti di oles dengan selai dan segelas susu, karena mengingat waktu sudah menunjukan pukul setengah sembilan.


“Bi nanti bersihkan kamar dan mengganti seluruh sprainya ya.” Ucap Axelle datar.


“Baik Tuan.”


Micha menundukkan wajahnya karena merasa malu jika nanti pelayan yang di rumah mengetahui noda darah yang bercecer di sprainya. Namun bagaimana pun juga pada akhirnya mereka akan tetao mengetahuinya.


“Haiihh...mengapa jantungku selalu berdetak cepat saat memikirkan hal semalam dan saat di kamar mandi tadi. Otakku sungguh menjadi mesum hanya dengan memikirkannya.” Gerutu Micha dalam hatinya.


“Kita berangkat sekarang sayang, kamu sudah selesai kan?”


“Iya sayang.” Sahut Micha lembut.


Keduanya kemudian berlalu dari kediaman Axelle menuju ke Arion Group. Untungnya Micha masih tepat waktu saat datang meski saat jalan tadi Micha masih sedikit kesusahan karena harus menahan rasa sakit yang tersisa pada tubuh intinya.


“Micha tidak seperti biasanya kamu berangkat siang bahkan hampir saja terlambat.” Bisik Yora pada Micha.


Namun Yora yang melihat gelagat Micha yang begitu berbeda, membuatnya mengerti hal apa yang harus di urus Micha hingga membuatnya hampir terlambat padahal Micha selalu datang lebih awal di banding karyawan yang lain pada hari biasanya. Yora hanya tersenyum penuh arti saat melihat Micha mengatakan jawabannya yang seperti itu.


“Mengapa kamu tertawa Yora, aku sungguh serius.” Imbuh Micha lagi.


“Iya Micha sayang aku percaya padamu, ya sudah ayo kita mulai bekerja, jika nanti ketahuan mengobrol terus, kita pasti akan mendapatkan hukuman.” Sahut Yora dengan tampang seriusnya.


“Baik Yora.” Sahut Micha diiringi tawa kecilnya.


*****


Axelle untuk sementara menitipkan pekerjaannya di Arion Group kepada para sahabatnya, karena kini dia harus menampakan dan memperkenalkan dirinya pada karyawannya di Star Group.


Triiinngg trriiinnngg...!!


Suara telephone di meja Micha berbunyi nyaring. Micha dengan segera mengangkat panggilan itu.


“Hallo dengan Micha staff bagian keuangan, ada yang bisa saya bantu?” Ucapnya dengan gesit, sedangkan Axelle hanya terkekeh di seberang sana.


“Bisakah ke kantorku sebentar sayang, ada hal yang ingin aku sampaikan. No penolakan..!!” Ucap Axelle yang langsung mematikan saluran panggilannya sebelum Micha menjawabnya.


“Haih...kadang-kadang bikin kesel, kalau minta apa-apa selalu saja tidak mau di bantah.” Gerutu Micha lirih.


Micha lalu melapor kepada ketua team bahwa dirinya di perintahkan ke ruangan CEO sekarang juga, tentu saja Vero tidak mungkin membantahnya. Dan dengan cepat langsung menyetujuinya, dengan langkah yang kesal Micha pergi menuju ruangan Axelle. Tanpa mengetuk pintu ruangan Axelle terlebih dahulu, Micha langsung masuk dengan wajahnya yang kesal. Sedangkan Axelle hanya tersenyum melihat tingkah imut istrinya itu.


“Maaf sayang, karena aku memanggilmu buru-buru kemari.” Ucap Axelle lalu mendekati Micha dan langsung memeluk tubuh Micha dari belakang.


“Ada apa? Aku masih punya banyak pekerjaan.” Ketus Micha.


“Hari ini aku akan pergi ke Star Group karena aku harus secara resmi memperkenalkan diriku sayang. Mungkin nanti akau akan terlambat pulang, kamu di jemput sama sopir rumah ya.” Jelas Axelle sambil bermanja pada tubuh Micha.


“Hmm..baiklah.”


.


.


.


.


.


.


Bersambung......


Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁


Terima Kasih 🙏🙏