
Perusahaan Arion Group
Jaxson kembali mengadakan pertemuan di ruang rapat untuk membahas kerjasama Arion Group dengan perusahaan Alexander telah berhasil. Mereka akan memulai membangun sebuah resort di tepi pantai di wilayah x. Jaxson menjelaskan secara rinci rencana segala rencana untuk pembangunan resort ini.
“Sekian penjelasanku, kita harus lebih meningkatkan semua hal yang bersangkutan untuk resort ini. Bekerjasama dengan perusahaan Alexander adalah yang paling cocok.” Jelas Jaxson.
“Kapan kamu pergi untuk menandatangani kontraknya Jax?” Tanya Wilfred penasaran.
“Oh..untuk itu Micha yang sudah membantuku weekend kemarin.” Jawab Jaxson santai.
“Sebenarnya apa maksud Jaxson melakukan semua kerjasama itu secara pribadi, mana lagi dia di temani oleh Micha.” Gerutu Axelle dalam hati.
“Kamu bersama Micha?” Tanya Jarvis sedikit heran.
“Ya sudahlah yang terpenting kerjasama ini berjalan dengan lancar dan sesuai perkiraan kita.” Jawab Wilfred.
Sedangkan Axelle hanya diam menatap tajam Jaxson tanpa Jaxson sadari.
“Sudah selesai kan?” Tanya Axelle dingin.
“Ya.” Jawab Jaxson datar.
Axelle lalu pergi meninggalkan ruang rapat lebih dahulu. Dia sangat kesal terhadap Jaxson karena lebih terlihat akrab dengan Micha dari pada dirinya. Sedangkan ungkapannya waktu itu sampai sekarang tidak di respon oleh Micha.
“Aku harus mencari cara supaya Micha bisa jatuh cinta padaku lebih dulu.” Ucap Axelle lirih.
Axelle lalu membuka laptopnya dan membuka google untuk mencari cara mendekati gadis itu seperti apa.
Setelah mendapatkan beberapa cara yang menurut Axelle sesuai. Keesokan harinya dia pun langsung melancarkan aksinya yang pertama yaitu mengirimkan sebuket bunga mawar merah dan coklat ke toko dimana Micha bekerja.
“Permisi Kak bisa tanda tangan disini.” Ucap sang pengantar bunga.
“Bunga dan coklat untuk siapa ya Kak?” Tanya Micha yang merasa kebingungan.
“Anda bernama Micha bukan?” Sang pengantar bunga pun malah tanya balik ke Micha.
“Iya benar saya Micha.” Jawab Micha yang masih tampak bingung.
“Kalau seperti itu memang benar ini untuk anda.”
“Untuk saya?”
“Benar Kak, disini ada suratnya anda bisa membacanya nanti, mohon untuk tanda tangan terlebih dahulu untuk tanda terimanya.”
Dengan raut wajah yang masih bingung Micha menandatangani tanda terima itu.
“Terima kasih kak, semoga anda senang dengan pelayanan kami.” Ucap sang pengirim bunga, lalu pergi meninggalkan tempat itu.
“Sebenarnya dari siapa ini?” Ucap Micha pada dirinya sendiri.
Dia pun langsung mencari surat seperti yang di katakan pengantar tadi, dan Micha menemukannya berada di dalam kotak coklat.
“Semoga kau suka dan maafkan aku.” Axelle.
Pesan singkat itu berhasil membuat goyah hati Micha. Namun dia menampik perasaan yang mulai datang dan menjalar ke dalam hatinya.
“Untuk apa dia melakukan hal ini.” Celetuk Micha.
Micha lalu meletakkan bunga dan coklat itu di nakas yang berada di dalam ruang ganti. Setelahnya Micha pergi lagi ke meja kasir untuk bekerja kembali. Sedangkan sorot mata yang memperhatikan Micha dari jauh terlihat sendu. Dia masih gagal untuk usaha pertamanya.
“Aku akan terus berusaha Micha, tunggu saja kejutan-kejutan lain untukmu nanti.” Ucap Axelle lirih.
Axelle lalu melajukan mobilnya dan pergi meninggalkan tempat itu, dia kembali menuju perusahaannya.
*****
Hampir sebulan sudah Axelle terus membuat kejutan untuk Micha entah memberikan benda berharga, bunga, melakukan hal yang romantis sudah ia lakukan tapi masih saja tidak ada respon apapun dari Micha, sedangkan hubungan Micha dengan ke tiga sahabat lainnya sudah menunjukkan keakraban satu sama lain, hingga membuat Axelle merasa cemburu akan hal itu.
Karena sikap Micha terhadapnya masih dingin dan cuek. Sejak kerjasama Arion Group dan Perusahaan Alexander inilah yang membuat hubungan Micha semakin dekat dengan para atasan Arion Group. Karena Kakeknya meminta dan memohon terhadap Micha untuk membantu menjadi penanggung jawab dalam proyek ini di saat dia senggang agar tidak mempengaruhi jam kerjanya di toko kue itu.
Kakek Micha memang sengaja membuat Micha terlibat dengan para CEO Arion Group dengan harapan agar ada salah satu dari mereka yang akan menjadi calon cucu menantunya.
Drrtt drrtt drrtt
Ponsel Micha terus bergetar saat dirinya masih sibuk mengamati jalannya proyek resort milik perusahaan Kakeknya itu.
“Hallo, ada apa Kek?” Tanya Micha dari seberang telephone.
Micha hanya menghela nafasnya kasar, karena permintaan sang Kakek harus di turutinya. Micha lalu menghampiri para mantan CEO nya yang berada di seberang dari dirinya berdiri tadi.
“Hai semua..!!” Sapa Micha dengan senyum manisnya.
“Ada yang bisa kami bantu Micha.” Ucap Jarvis yang mendahului teman-temannya.
“Oh..tidak Jarvis, aku kemari ingin mengajak kalian semua untuk sarapan bersama. Tapi ini undangan dari Kakek.” Ucap Micha tanpa basa basi.
“Wah..suatu kehormatan untuk kita mendapat undangan dari Kakekmu.” Ucap Wilfred dengan senyum yang mengembang.
“Di mana Kakek sekarang Cha?” Tanya Jaxson lembut.
“Dia berada di restoran itu.” Ucap Micha sambil menunjuk salah satu restautant besar yang berada di tepi pantai tersebut.
“Dimana Axelle?” Tanya Micha pada ke tiganya.
“Entahlah.” Jawab Jarvis mewakili yang lain, sedangkan Wilfred dan Jaxson hanya mengangkat bahu mereka.
Micha yang mendapatkan jawaban seperti itu pun sedikit merasa kecewa.
“Baiklah, sebaiknya kita pergi kesana duluan. Nanti biar aku yang cari Axelle.” Ucap Micha datar.
Mereka berempat kemudian beranjak dari tempat dan menuju ke restauran yang sudah di tunjuk oleh Micha tadi. Sedangkan dari kejauhan Axelle hanya menatap nanar kepergian mereka berempat.
“Apa lagi yang harus aku lakukan terhadapmu Micha? Agar kamu bisa menerimaku. Ataukah di hatimu sudah ada Jaxson karena kamu sudah pernah menyelamatkannya waktu kecil.” Ucap Axelle lirih.
Axelle memainkan sebatang kayu di tangannya dan menulis asal di atas pasir pantai. Setelah Micha dan yang lain sampai di ruangan pribadi yang di pesan oleh Kakeknya, Micha pun meminta izin pada sang Kakek untuk menunda sarapannya sebentar, karena Micha ingin mencari Axelle lebih dulu.
“Tolong tunggu dulu ya Kek, Micha akan segera kembali setelah menemukan Axelle.” Ucap Micha pada sang Kakek.
“Baiklah, berhati-hatilah Nak. Karena masih banyak bangunan yang sedang di bangun.”
“Baik Kek.”
Micha kemudian beranjak pergi meninggalkan ruangan itu dan keluar dari restaurant untuk mencari Axelle. Setelah beberapa saat berkeliling Micha menemukan Axelle yang duduk berada di balik batu besar dan asyik memainkan pasir pantai.
Bayangan Micha menutupi silaunya matahari yang menerpa tubuh Axelle. Axelle pun mendongakkan wajahnya ke atas dan samar-samar melihat siapa yang berada di hadapannya ini, karena silaunya matahari Axelle pun sedikit mengernyitkan matanya.
“Siapa?” Tanyanya datar.
“Masih tidak mau berdiri?” Tanya Micha balik, yang mana membuat Axelle langsung terperanjak dari duduknya.
“Micha?”
“Cepat ikuti aku.” Ucap Micha singkat.
“Kemana?”
“Tidak usah banyak tanya, mau ikut atau tidak?” Ketus Micha.
Axelle pun tak menjawab lagi dan mengekor mengikuti Micha yang berjalan di depannya. Saat melintas bangunan resort yang sedang di bangun, tiba-tiba sebuah batang kayu balok goyah dan akan terjatuh. Axelle yang jaraknya agak jauh dari Micha pun melihat balok kayu tersebut akan menimpa Micha. Axelle lalu berlari dengan cepat untuk menangkap Micha agar tidak terkena balok itu.
“Awwaaaasss...!!!”
Buuuugghhh....!!!
.
.
.
.
.
.
Bersambung......
Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁
Terima Kasih 🙏🙏