MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
Rencana Wilfred



Wilfred terus memikirkan siapakah gadis yang berpakaian rocker tadi, dari suaranya ia merasa familiar. Tapi Wilfred tetap tidak mengingatnya.


“Haih..sudahlah, bukan hal yang harus aku pusingkan.”


Sesampainya di kediaman keluarga besarnya di inggris Wilfred langsung memasuki rumah megah itu, rumah yang sudah lama ia tinggalkan sejak masa kuliahnya dulu. Ia merasa sedikit asing dan tak nyaman dengan suasana disana.


Karena dari itu Wilfred sama sekali malas untuk kembali pulang ke rumah orang tuanya di Inggris. Semua hal harus sesuai dengan aturan leluhur mereka, tidak ada kebebasan sedikit pun di rumah itu.


Semua hal harus di nilai dari bibit bebet bobotnya dan itu membuat Wilfred sangat membenci rumahnya sendiri.


“Akhirnya kamu mau pulang juga Wil, Mama sudah kangen sama kamu.” Ucap Mamanya yang menghambur ke arah Wil untuk memeluknya.


Namun Wil menghindari hal tersebut, dirinya memilih langsung duduk di sofa.


“Apa-apaan kamu ini Wil tidak sopan dengan Mamamu.” Geram sang Papa.


“Sebaiknya Papa segera bicara apa yang harus di bicarakan jangan mengalihkan pada hal lain.” Sahut Wilfred dingin.


Sedangkan mamanya hanya menatap sedih putranya menjadi sedingin ini pada orang tuanya sendiri. Sungguh kebalikan dari Wilfred biasanya, saat berada di keluarganya sendiri, baginya ia sedang berada di penjara. Lingkup geraknya sangat terasa di batasi, dirinya menjadi sosok yang amat dingin.


“Papa mau bicara sekarang atau besok, Wil lelah Pa. Wil ingin segera beristirahat.”


“Ya sudahlah kamu istirahat saja dulu. Besok baru kita bahas lagi.” Sahut Papanya kemudian.


Tanpa berkata apapun lagi Wilfred langsung melenggangkan pergi menuju kamar lamanya. Tak banyak yang berubah dari kamar itu. Wilfred langsung merebahkan tubuhnya, dia sungguh lelah dengan perjalanannya ini di tambah kepulangannya bukanlah keinginannya sendiri.


Wilfred memejamkan matanya sejenak, wajah polos gadis itu masih terngiang di benaknya, dia merasa bersalah bersikap dingin pada gadis itu karena perpisahannya sebelum berangkat ke Inggris.


“Tunggu...aku bisa meminta Virgo untuk menyelidiki tentang gadis itu. Mengapa aku baru teringat sekarang.” Celetuk Wilfred yang langsung beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil handphone yang ia letakan di atas nakasnya.


“Sudah cukup lama dia berada di Arion Group tapi mengapa baru sekarang aku mulai memperhatikannya.” Sesal Wilfred lirih.


Wilfred dengan segera menekan nomor Virgo.


“Hallo Virgo.”


“Siap Tuan.”


“Selidiki gadis bernama Yora untukku ya, dia satu bagian dengan Micha bekerja. Aku menunggu kabar darimu secepatnya.” Perintah Wil tak sabar.


“Baik Tuan.”


Tanpa basa basi lagi Virgo segera melakukan apa yang Wilfred perintahkan seusainya panggilan itu berakhir.


“Aku akan berusaha memperjuangkanmu gadis manis. Tunggulah aku...!!”


*****


Drrttt drrttt drrttt


Suara ponsel gadis yang masih berpakaian rocker itu terus bergetar. Namun dia masih terlelap dalam tidurnya.


“Berisik sekali, masih pagi begini siapa yang menghubungiku secara beruntun.” Ucapnya malas sambil meraih ponselnya yang tergeletak di sampingnya.


Saat gadis itu menatap sayu layar ponselnya, dia semakin malas untuk mengangkat panggilan tersebut.


“Papa...? Haiihh..!!”


Gadis itu melempar sembarang ponselnya agar jauh darinya. Dirinya lalu beranjak pergi ke kamar mandi dan memilih untuk membersihkan diri dari pada harus emosi melihat panggilang dari Papanya.


Seusainya mandi ia menatap kilas ponselnya yang masih tergeletak di ranjang. Dan papanya masih terus menghubunginya. Dia lelah, dan pada akhirnya tetap mengangkat panggilannya.


“Ada apa?”


“Kamu kemana saja, dari semalam tidak pulang ke rumah!!!” Bentak sang Papa yang masih menahan amarahnya.


“Aku tidak akan pulang sebelum Papa membatalkan perjodohan itu.” Sahut Gadis itu ketus.


“Enzi...!!! Jangan bikin Papa sampai melakukan hal yang kasar padamu.”


Papa Enzi pun menghela nafasnya kasar, dia hanya melakukan hal yang baik untuk anak semata wayangnya tapi Enzi sama sekali tidak mau mendengarkannya.


“Kalau begitu jangan harap kamu bisa kembali dengan para sahabatmu itu.” Ancam sang Papa membuat Enzi tercekat.


Enzi kini merasakan kekesalan yang tidak mampu ia lampiaskan, matanya sudah memerah menahan air matanya. Mau tidak mau Enzi harus datang dalam perjodohannya malam ini.


Sedangkan Wilfred yang sudah mengetahui siapa yang akan d jodohkan dengannya, dia mulai membuat rencana.


Wilfred memilih untuk berkeliling kota Inggris pagi ini, sekaligus merancang rencana agar perjodohannya malam ini gagal.


Saat berada di sebuah cafe terbuka mata wilfred menangkap sosok yang tadi malam baru ia temui itu. Gadis itu tengah berjalan gontai dengan kakinya yang iseng menendang pelan sebuah kaleng minuman yang sudah kosong.


Wilfred lalu menghampiri gadis itu, karena dia masih penasaran siapa sebenarnya gadis itu.


“Hai gadis rocker.” Sapa Wil.


Enzi seketika menoleh ke arah suara tersebut, dan terukir senyum simpul di bibirnya.


“Hai Wil, kita bertemu lagi.” Sapanya juga.


“Bisakah kita duduk disana sebentar.” Ajak Wil.


“Baiklah.”


Setelah Wilfred mengajak Enzi untuk duduk dan memesankan minuman hangat serta makanan ringan, barulah ia membuka percakapannya kembali.


“Kamu bisa jelaskan padaku sekarang?” Tanya Wilfred minta jawaban yang semalam ia tanyakan.


“Aku Enzi Wil, kamu tidak mengenaliku sama sekali kah?” Jelas Enzi.


“Enzi?!” Entah Wilfred harus berkata apa. Kini rencananya untuk menggagalkan perjodohan itu menemukan titik terang.


Karena kebetulan ini sungguh keberuntungannya dan mungkin keberuntungan Enzi juga.


“Bernakah kamu Enzi? Kamu tidak berbohong kan Enz?” Ucap Wil berbinar.


“Ia ini aku Enzi Wil, mengapa kamu sesenang itu?” Tanya Enzi yang merasa bingung atas sikap Wilfred padanya.


“Enzi aku tebak malam ini kamu akan di jodohkan bukan?”


“I..iya, bagaimana kamu tahu itu Wil?” Tanya Enzi terkejut.


“Tentu saja aku tahu, dan kamu ingin perjodohan ini batal bukan?”


“Iya, kamu tahu juga hal itu?”


Enzi semakin di buat Wilfred kebingungan karena segala pertanyaan yang terlontar dari mulut Wilfred benar adanya.


.


.


.


.


.


.


Bersambung......


Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁


Terima Kasih 🙏🙏