MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
Meminta Bantuan



Jarvis sebenarnya sedikit ragu untuk meminta pertolongan dan izin Axelle namun jika dia tidak bilang pada Axelle, takutnya nanti akan jadi masalah di masa mendatang.


“Aku mau berbicara dengan Micha secara empat mata.”


“Apa?! Mau bicara apa memangnya kamu sama Micha Jarvis?” Tanya Axelle yang mulai merasa kesal dengan Jarvis.


“Axe jangan salah paham dulu. Aku hanya mau meminta bantuan Micha.” Jelas Jarvis.


“Bantuan Micha? Bantuan soal apa?”


“Aku penasaran dengan sahabat Micha yang terkena scandal kemarin.” Jelas Jarvis lagi.


Axelle tentu saja terkejut akan pernyataan Jarvis yang bisa tertarik dengan sahabat Micha yang sudah jelas-jelas bukan lagi wanita yang suci. Meski kejadiannya bukan kemauannya, namun tetap saja takutnya di balik kebaikannya sekarang ada rencana terselubung.


Meski Axelle sendiri memberikan kesempatan gadis itu untuk interview di Arion Group, tapi semua itu semata karena untuk menyenangkan hati Micha. Sdan Axelle sendiri juga akan memantau kinerja dia.


“Apa kamu yakin Jarvis?” Tanya Axelle serius.


“Karena dari itu Axe aku ingin menyelidikinya terlebih dahulu. Aku merasa aku pernah bertemu dengannya, tapi aku seperti melupakan hal itu.”


“Sungguh ada perasaan yang aneh dan familiar saat aku melihatnya Axe.” Jelas Jarvis lagi.


“Baiklah aku akan membantumu untuk menyelidikinya, dan kau aku izinkan untuk berbicara dengan Micha. Tapi awas saja jika kamu tidak menjaga sikap.” Ucap Axelle memperingati Jarvis.


“Haha..tenang saja Axe aku sudah menghilangkan perasaanku pada Micha. Aku tak akan macam-macam, kamu masih tidak sepercaya itukah pada sahabatmu sendiri? Kamu ini sangat pencemburu ya.” Cibir Jarvis.


“Sialan!! Baiklah aku percayakan Micha padamu nanti. Jaga dia selama dia bersamamu, jangan sampai dia tergores sedikitpun jika hal itu terjadi aku akan membunuhmu.”


“Tenang saja Pak Boss.” Sahut Jarvis terkekeh.


“Sepulang kerja nanti ya Axe. Aku tidak mau menundanya lagi.”


“Hmm.”


Setelah mendapat pertolongan dan juga izin dari Axelle, Jarvis melangkahkan kakinya pergi dari ruangan Axelle dengan hati yang berbunga.


“Tunggu saja ya, sebentar lagi aku akan mengetahui segalanya tentangmu gadisku.” Ucap Jarvis lirih.


*****


Disisi lain kini Joel sangat gembira karena interviewnya berjalan cukup lancar meski dirinya sempat merasakan gugup.


“Semoga ini menjadi awal untukku Ma, berkati anakkmu ini ya Ma. Semoga Mama bahagia disana.” Ucap Joel lirih dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Sesungguhnya hati Joel sangat hancur jika ia mengingat kembali kenangan tragis yang menimpa mamanya dan juga dirinya, Joel benar-benar tak menyangka papanya bisa setega itu kepada keluarganya sendiri.


“Aku tidak boleh sedih, Joel harus semangat. Semua pasti akan berlalu.” Joel mengusap air matanya dan menyemangati dirinya sendiri.


Joel kemudian menghubungi Micha bahwa dirinya sudah di terima dan akan mulai bekerja besok pagi. Dan Joel memutuskan untuk pulang ke kontrakannya.


Senyum di wajah Micha pun mengembang tatkala mendapat pesan singkat dari Joel.


“Semoga ini menjadi awal karirmu Joel, semangat!!” Balas Micha.


Satu hari berlalu begitu cepat, Jarvis dan Micha kini bertemu di cafe yang terletak di seberang Arion Group. Axelle memberitahu Micha akan tujuan Jarvis saat makan siang tadi. Kini Micha membelalakkan matanya tak percaya saat mendengar pernyataan Jarvis yang benar-benar tertarik dengan sahabatnya Joel.


“Apa kamu serius ingin mengenal Joel Jarv?”


“Aku ingin mengetahui tentangnya dahulu Micha, masalah kedepannya bagaimana aku masih belum bisa pastikan. Karena aku juga ingin memastikan satu hal yang mengganjal di hatiku.”


“Dan apakah kamu yakin dengan hal yang kamu katakan tadi? Bahwa kamu pernah bertemu dengan Joel sebelumnya Jarv.” Tanya Micha sekali lagi.


“Aku masih belum yakin Micha, makannya aku meminta bantuan Axelle juga untuk membantuku menyelidiki hal ini. Tapi satu hal yang pasti setiap melihat wajah Joel ada sesuatu perasaan yang berbeda dalam hatiku.”


“Jadi untuk sementara aku akan memperhatikan dia secara diam-diam, kamu jangan beritahu hal ini padanya ya Micha. Aku akan memastikan semuanya terlebih dahulu, karena aku tidak ingin menyakiti dia.”


“Baiklah Jarv, aku juga akan mencoba bertanya pada Joel juga tentang masa lalunya kembali. Untuk tahu apakah kalian benar-benar pernah bertemu sebelumnya.”


“Terima kasih Micha.”


“Sama-sama Jarvis.”


Keduanya akhirnya berpisah setelah Axelle datang untuk menjemput Micha.


“Sudah selesai?”


“Emm.”


“Apa yang akan kamu lakukan untuk membantu Jarvis sayang?”


“Entahlah aku akan memikirkannya nanti, aku lelah.”


“Baiklah.”


Tak ada lagi pembicaraan antara kedua sejoli itu, hingga mereka tiba di rumah.


.


.


.


.


.


.


Bersambung......


Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁


Terima Kasih 🙏🙏