
Axelle secara perlahan mulai menceritakan kronologi kejadiannya.
“Jadi cerita sebenarnya seperti ini. Sebelumnya Rendy mendapatkan informasi dari nomor yang tidak di kenal bahwa Xia dan Mamanya sedang merencanakan untuk menjebakku saat dia mengajakku makan malam nanti untuk menaruh obat tidur dalam minumanku, sehingga nanti Xia akan membuatku seolah-olah sudah menidurinya dan meminta pertanggungjawaban dariku.”
“Dan aku harus berpura-pura terlihat lemah setelah meminum minuman yang dia pesan, padahal sebenarnya minuman yang sudah di beri obat tidur olehnya sudah di ganti oleh pelayan suruhanku.”
“Aku berpura-pura mengikuti rencananya, sedangkan Rendy sudah
aku suruh untuk menghubungi Jarvis untuk datang ke hotel itu terlebih dahulu sebelum aku sampai disana. Ternyata dia juga membawa adik satunya lagi yaitu Xilio, dan dari situlah aku juga mengetahui bahwa nomor yang tidak di kenal tadi adalah Xilio karena Jarvislah yang menyuruh Xilio untuk memberi peringatan padaku.” Jelas Axelle.
“Lalu mengapa tadi Xia menangis histeris seperti itu??!”
“Karena rencana dia sudah ketahuan terlebih dahulu oleh kita, dan saat itu aku juga berhenti berakting dari tidurku, Xia pun semakin terkejut akan hal itu. Tiba-tiba dia langsung berlutut meminta maaf dan menangis histeris, dia juga berkata bahwa dia melakukan hal ini karena terlalu mencintai aku.”
“Aku sudah berkata padanya bahwa cinta yang dia miliki untukku bukanlah cinta yang tulus melainkan itu hanya obsesi dia semata, aku juga sudah bilang padanya untuk berhenti menggangguku ataupun dirimu sayang, tapi dia sama sekali tidak menggubris perkataanku dan masih tetap pada pendiriannya, bahwa cintanya untukku adalah cinta yang tulus.” Jelas Axelle lagi.
“Nah sekarang kamu mengerti kan, aku ingin menyelesaikan masalah ini sendiri dan tidak ingin melibatkanmu sama sekali sayang, Xia itu nekad jika kamu tahu rencana ini kamu pasti akan melarangku.”
“Mengapa kamu sudah berasumsi seperti itu? Memangnya kamu sangat tahu jika aku benar-benar akan melarangmu?” Ucap Micha yang semakin membuat Axelle bingung di buatnya.
Karena ucapan Micha memang ada benarnya, seharusnya sebagai pasangan kekasih mereka haruslah bersikap jujur apapun resikonya nanti, mereka harus belajar bersama-sama untuk menghadapinya. Karena jika di dalam pasangan banyak terjadi kesalahpahaman itu hanya akan menimbulkan pertengkaran bahkan perpisahan.
“Maafkan aku sayang, tidak seharusnya aku tidak jujur padamu. Aku tidak akan mengulanginya lagi, jadi jangan marah ya.” Bujuk Axelle.
“Mengapa kamu seperti itu Axe? Apa setidak percaya itukah kamu padaku, sehingga kamu tidak menceritakan hal itu terlebih dahulu ataupun berdiskusi denganku secara bersama?” Ucap Micha dengan nada getirnya.
Baru saja dia menikmati akan keindahan rasa cinta yang Axelle miliki untuknya tapi di saat yang bersamaan rasa itu harus ternoda oleh sebuah kesalahpahaman.
“Bukan seperti itu Micha sayang, aku tahu aku salah, maafin aku ya sayang.” Ucap Axelle dengan nada menyesalnya.
Axelle tahu Micha sangat kecewa terhadapnya, dia mau tidak mau harus siap dengan resiko yang akan dia dapatkan karena telah membohongi Micha kekasihnya.
“Sebaiknya kita instropeksi diri terlebih dahulu Axe.” Ucap Micha dengan nada datarnya.
“Micha jangan seperti ini, aku tidak bisa tanpamu.”
“Seharusnya kamu sudah tahu aku bagaimana Axe. Tapi kali ini kamu benar-benar mengecewakanku.” Ketus Micha lalu pergi meninggalkan Axelle sendirian di taman itu.
Micha kembali ke hotel tadi dengan taxi untuk mengambil motor maticnya, setelah mengambilnya Micha lalu melajukan motornya menuju apartemennya.
Seribu kata berkecamuk dalam hati dan pikirannya, hatinya begitu terasa sesak karena mendapatkan kekecewaan di awal hubungan cintanya dengan Axelle.
“Apa keputusanku ini salah? Apa seharusnya dulu aku tidak menerimanya? Aku sungguh tidak ingin merasakan rasa sakit seperti ini, tapi ini semua memang sudah jadi resiko dalam menjalin sebuah hubungan.” Ucap Micha lirih.
“Sebaiknya memang untuk sementara kita instropeksi diri Axe, sampai aku benar-benar bisa menenangkan hatiku sendiri.” Ucapnya lagi pada diri sendiri.
*****
#Kediaman Axelle
Axelle terdiam duduk terpaku di balkon kamarnya dan menatap langit malam yang sedang di penuhi oleh gemerlap bintang disana. Namun hatinya sedang tak seindah gemerlap bintang malam ini, penyesalan memang selalu datang belakangan.
Dia menyesali perbuatannya karena tidak jujur dengan kekasih tercintanya Micha. Kekasih yang sudah lama sulit dia dapatkan, tapi di awal hubungan mereka Axelle malah membuatnya kecewa.
“Maafkan aku Micha, aku akan terima sampai kapan pun kamu ingin mendiamkanku dan menghindariku. Asal jangan sampai kau meminta putus denganku, karena aku pasti tidak akan sanggup untuk hal itu.” Ucap Axelle pada dirinya sendiri.
“Momy aku peringatkan, Axelle tidak semudah yang kalian berdua pikirkan. Aku bahkan sebagai sahabatnya sendiri masih tidak banyak mengetahui hal tentang dia.”
“Kali ini dia masih memaafkan Xia karena kita tumbuh bersama dan Axelle sudah menganggapnya sebagai adiknya sendiri tetapi jika Momy dan Xia masih melakukan hal yang terlewat batas lagi, aku bahkan tidak bisa menjamin apa yang akan Axelle lakukan pada kalian.” Ucap Jarvis penuh penekanan.
Momy Kerin dan Xia sempat terdiam mendengar penuturan dari Jarvis, sedangkan Xilio hanya diam dan memperhatikan perdebatan mereka.
“Semoga Momy tidak akan melakukan tindakan di luar batas lagi. Kak Axelle bahkan lebih menyeramkan dari yang Kak Jarvis perkirakan.” Ucap Xilio dalam hati.
Setelah selesai mengucapkan hal itu Jarvis pun langsung berlalu meninggalkan kediamannya untuk pergi ke Arion Club, sekedar untuk menghilangkan rasa penatnya atas masalah yang telah di perbuat oleh Momy dan adiknya itu.
Xilio lebih memilih untuk kembali ke kamarnya untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi.
“Kak Axelle benar-benar orang yang luar biasa.” Ucap Xilio lirih.
Sedangkan Momy Kerin dan juga Xia masih saja ingin memikirkan beribu rencana untuk mendapatkan Axelle dan memisahkannya dengan kekasihnya itu.
“Bagaimana ini Mom, harus dengan cara apa lagi?” Gerutu Xia.
“Sudahlah sayang jangan menangis, kita bisa fikirkan nanti caranya.” Ucap Momy Kerin menenangkan Xia.
*****
Keesokan paginya Micha kembali dengan rutinitasnya seperti biasa. Dia mencoba untuk tidak memikirkan masalahnya dengan Axelle, dia ingin lebih menyibukan dirinya dengan pekerjaan.
Drrtt drrtt drrtt
“Hallo Kek, ada apa?” Ucap Micha setelah menerima panggilan dari Kakeknya.
“Micha sayang nanti malam bisakah pulang kerumah?” Ucap sang Kakek.
“Baiklah Kek, Micha akan pulang nanti.”
“Nanti akan di jemput dengan sopir Kakek, jadi Micha tunggu di depan apartemen saja ya. Nanti Kakek akan kabari jam berapa sopir Kakek akan menjemput.”
“Baik Kek.”
Setelah memutuskan panggilannya Micha kembali di sibukkan dengan pekerjaannya.
.
.
.
.
.
Bersambung......
Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁
Terima Kasih 🙏🙏