MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
petir disiang bolong



Sesampainya mima di tempat meeting mima bergegas menemui mr.key yang memang sudah menunggu diluar ruang rapat.


"maaf lama mr ini flashdisnya"


"kamu pelari yang hebat ayo masuk"


baru kali ini mima mendengar pujian dari seorang kim jun ho alias mr key yang sangat dingin.biasanya mima hanya menerima omelan dan kritikan darinya.


Akhirnya rapat berakhir juga setelah berjam jam membahas masalah masalah perusahaan, mr.key memang orang yang sangat perfectionis segala macam masalah harus di bahas secara detail lebih tepatnya dia orang yang rewel. selama ini belum pernah rapat berakhir dalam 1 jam paling cepat yaitu 2 jam. dan kalo udah didalam ruang rapat mr.key langsung mode judes yang membuat suasana makin tegang.


berasa diintrogasi pak polisi.


"bu mima tunggu" (salah satu kepala departemen memanggil bu mima)


"ada apa pak hendri"


"dimana pak kim"


(panggilan mr.key hanya diperbolehkan untuk rekan satu departemenya saja sedangkan luar departemen memanggil pak kim agar lebih sopan)


"aah dia lagi bicara dengan teknisi hukum"


"ooh syukurlah aku tegang sekali tadi, apa bu mima tidak stres setiap hari bertemu denganya?"


"pak kim memang kelihatanya dingin tapi sebenarnya dia orang yang sangat baik"


"ah betul juga hanya bu mima yang mampu menangani pak kim"


(bu mima hanya tersenyum)


sudah setengah jam bu mima menunggu di luar ruang meeting dan mr.key belum juga selesai berurusan dengan teknisi hukum.


"apakah bu mima menunggu lama ?"


"ah tidak mr"


"yaudah ayo kita kembali ke kantor"


merekapun kembali kekantor, dalam perjalanan begitu sunyi tidak ada obrolan yang mencairkan suasana.


bu mima juga bingung untuk memulai obrolan darimana dan akhirnya memilih untuk diam.


"bagaimana kalo kita makan siang dulu didepan ada restoran baru"


"baik mr"


ah kebetulan sekali perut bu mima memang sudah lapar dari tadi.


sebenarnya agak canggung si makan berdua sama bos tapi mau gimana lagi daripada pingsan kelaparan mending ikut ajalah.


"bu mima mau pesen apa?"


"terserah mr saya ikut aja"


"hmmm yaudah, gimana bahasa mandarin kamu sudah sampai mana?"


"eh anu itu sampaiii itu.. kan belum satu bulan mr jadi belum hafal"


"baru kata dasar sama perkenalan mr"


"oke coba kenalkan diri pake bahasa mandarin"


"eeh itu makananya dateng gimana kalo kita makan dulu"


(mima mencoba mengalihkan karna memang belum hafal betul bahasa mandarin dan daripada dia kena omelan sibos mending makan dulu aja biar kuat menghadapi omelan)


"ooh ya bu mima nama kamu kan syarima salwa kenapa dipanggil mima?"


"oh itu panggilan dari kecil mr saya sudah terbiasa dengan panggilan itu jadi dimanapun saya akan kenalkan nama saya mima dan panggilan itu panggilan sayang ibu buat aku kenapa mr tiba tiba nanya gitu?"


"nggkpapa nggak boleh?"


"ya boleh si tapi terasa agak aneh aja kan biasanya mr nggk pernah bicara yang nggk penting, kalo mr kenapa dipanggil mr.key padahal bagus loh kim jun ho"


"secret"


si bos hanya tersenyum kecil seperti biasa., sambil melanjutkan makan. sebenarnya bos juga bingung kenapa tiba tiba bisa nanya gitu pada mima.


"mulai hari dan selanjutnya ini temani aku makan siang"


"hah?"


"saya akan terus memantau perkembangan belajar bahasa mandarin kamu"


"iya mr"


kata kata yang terlontar dari mulut si bos membuat mima kaget dan salah tingkah, tapi mima selalu sadar diri , mima nggak pernah menganggap itu perhatian untuknya ia menganggap itu supaya mima jadi lebih kompeten untuk perusahaan.


"udah selesai makan?? silahkan perkenalkan diri"


"duuh ****** aku"(kata mima dalam hati)


"Mima jieshao wo de mingzi"


(perkenalkan nama saya mima)


"terus??"


"wo ai ni"


uuuppss kenapa aku ngomong gitu begoo ih malu aku(mima dalam hati)


"Mei ci jian dao ni duhui rang wo gandao jinzhang"


(kamu selalu membuatku gugup saat melihatmu)


"artinya apa mr".


"nanti kamu akan tau "


si bos beranjak keluar restoran dan diikuti bu mima.


mima memasang raut muka bingung karna kepikiran apa yang tadi dikatakan si bos.