MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
Kesal 2



Sudah beberapa waktu lalu Micha berhasil menghindarinya tapi pada akhirnya tetap saja bertatap muka lagi dengannya.


“Ada urusan apa anda kemari?” Ucap Micha ketus.


“Besok kamu ikut pergi ke perusahaan cabang dengan saya.” Ucapnya dengan nada arogannya.


“Untuk apa? Anda kan sudah memiliki sekertaris pribadi.” Ucap Micha lagi.


“Aku bossnya kamu tinggal ikut saja, jangan banyak tanya, mau dipecat?” Ucap Axelle lagi.


“Ya..ya..anda memang bossnya, boss yang seenaknya memerintah bawahannya.”


“Jam 07.00 harus sudah stand by.” Ucap Axelle, lalu pergi meninggalkan Micha yang masih berdiri di depan pintu apartemennya.


“Dia menyelidikiku lagi, dasar boss yang tidak tahu malu.” Ucap Micha kesal.


“Tetap saja tidak bisa menghindarinya, tapi untuk apa sampai dia repot-repot datang kemari cuma mau memberitahukan hal itu saja.” Ucap Micha heran.


“Ah..masa bodolah, bukan urusanku.” Ucapnya lagi.


Micha tidak ingin memikirkannya terlalu pusing, dia memilih untuk menenangkan fikirannya dengan beristirahat dari pada memikirkan para CEO nya itu.


Di sisi lain Axelle terus berdecak kesal merutuki tindakan bodohnya baru saja, karena jauh-jauh hanya mengatakan hal seperti itu pada Micha. Sejak kejadian ciuman yang tidak di sengaja itu membuat Axelle sering gelisah sendiri dan sulit untuk melupakannya, karena itu merupakan ciuman pertamanya dengan seorang gadis. Padahal dirinya sendiri selama ini sungguh anti dengan wanita, maksudnya tidak ingin berhubungan ke hal yang lebih sensitif. Axelle beranggapan semua ini di sebabkan oleh Micha hingga membuat dirinya selalu resah hingga harus memaksa Micha ikut pergi ke perusahaan cabang yang berada di pinggiran kota, dia memilih Micha untuk menjadi penanggung jawab keuangan disana untuk sementara, sekaligus ingin memberi Micha pelajaran.


“Arggghh...!! Sebenarnya ada apa dengan diriku ini?” Ucap Axelle kesal.


Sopir pribadinya bernama Rendy hanya tersenyum melihat tingkah laku tuannya yang sedang jatuh cinta tapi dirinya sendiri tidak menyadari akan hal itu.


“Kita akan kemana lagi tuan?” Tanya Rendy pada majikannya itu.


“Pulang.” Perintah Axelle dengan nada yang masih kesal.


“Baik tuan.” Rendy pun hanya mematuhi perintah tuannya.


*****


Seperti yang sudah di perintahkan Axelle kemarin, Micha sudah stand by dari jam 07.00 kurang agar dia tidak kena ocehan bossnya lagi, untungnya sekarang jarak tempat tinggalnya ke perusahaan cukup dekat. Sehingga Micha tidak terlalu terburu-buru. Tak selang beberapa lama empat mobil mewah datang berentetan, yang sudah pasti mereka CEO Arion Group ini. Micha hanya memutarkan bola matanya karena jengah.


“Apa salahku harus terus terlibat dalam kondisi seperti ini.” Ucap Micha dalam hati.


Axelle yang berada di posisi paling depan langsung menghampiri Micha yang sudah menunggu di depan lobby. Sedangkan Jaxson, Wilfred, dan juga Jarvis menatap heran Axelle yang menghampiri Micha.


“Cepat masuk.” Perintahnya pada Micha.


Micha tak menjawab pernyataan Axelle dia hanya mengikuti langkah kaki Axelle menuju mobilnya. Jaxson yang melihat adegan itu pun sedikit tidak suka.


“Apa maksud Axelle sebenarnya, dia mau mendekati Micha atau mau mempermainkannya.” Ucap Jaxson dalam hatinya kesal.


“Sepertinya ada sesuatu antara Axelle dan Micha.” Ucap Wilfred dalam hati.


“Gadis ini semakin menarik, bisa-bisanya mereka bertiga saling menatap gadis itu penuh perhatian.” Ucap Jarvis lirih.


“Sepertinya akan ada persaingan yang sengit.” Ucap Jarvis lagi dalam hati.


Setelah Micha memasuki mobil, Axelle pun langsung melajukan mobilnya dan diikuti oleh yang lainnya. Ya mereka akan mengunjungi cabang perusahaan yang baru bersamaan.


Micha hanya menatap ke arah luar jendela dan tak mau membuka percakapannya pada bossnya yang satu ini. Axelle yang merasa di abaikan pun merasa kesal sendiri, tapi dirinya tidak mungkin tiba-tiba memarahi Micha karena hal yang tidak jelas. Axelle sendiri di hadapkan pada situasi yang membuatnya jengah sendiri, dia tidak mungkin membuka awal percakapan dengan Micha, lagian apa yang harus mereka bicarakan. Tidak ada topik yang pas saat ini, hingga Micha tiba-tiba membuka percakapan.


“Pak Axelle saya mau tanya, kenapa anda memilih saya sebagai perwakilan mengurus keuangan untuk perusahaan baru? Kenapa anda tidak memilih senior yang lain? Saya kan baru bekerja kurang lebih empat bulan, anda tidak takut saya mengacaukannya.” Ucap Micha yang memprotes untuk dirinya sendiri.


“Kamu tidak senang saya tunjuk?”


“Haih...sudahlah malas berdebat dengan anda.” Ucap Micha lagi lalu membuang mukanya lagi lebih memilih untuk melihat pemandangan di luar mobil.


“Dasar gadis tidak tahu berterima kasih, banyak dari mereka yang ingin berada di posisimu, tapi kamu merasa keberatan?” Ucap Axelle tiba-tiba.


Micha menolehkan wajahnya dengan raut wajah yang kesal.


“Ya anda benar saya memang gadis yang tidak tahu berterima kasih, tapi setidaknya saya tidak seperti para gadis itu yang bahkan memohon-mohon hanya untuk di posisi saya sekarang. Saya bukan pengemis cinta seperti mereka.” Ucap Micha sangat kesal.


Axelle terbelalak mendengar apa yang di ucapkan Micha. Seakan dia menikmati dan senang di puja-puja oleh para gadis itu namun kenyataannya Axelle sangat risih dan jijik dengan gadis yang seperti itu. Axelle dengan tiba-tiba menghentikan mobilnya dan menepikannya.


“Kenapa anda berhen..umm..lepaskan aku.” Teriak Micha memberontak.


Plaakkkk


Tamparan keras mendarat di pipi Axelle karena dirinya tiba-tiba mencium paksa Micha, Axelle sama sekali tidak bisa mengendalikan emosinya. Micha seketika menangis dan keluar dari mobil Axelle, Micha memilih naik taxi dan pergi tanpa sepatah katapun. Jaxson, Wilfred, dan juga Jarvis ikut berhenti dan menepikan mobil mereka, lalu mendekati mobil Axelle.


“Sial..!! Apa yang sudah aku lakukan.” Ucap Axelle kesal sembari memukul-mukul setir mobilnya, dia merasa bersalah karena melakukan hal itu pada Micha.


“Apa yang terjadi lagi Axe, kenapa tiba-tiba Micha pergi?” Tanya Wilfred khawatir.


“Arghhh...!!! Tidak tahu, acara hari batalkan saja, aku pulang duluan.” Jawab Axe frustasi, dia lalu melajukan mobilnya kembali dan meninggalkan para sahabatnya yang masih diliputi rasa penasaran.


Jaxson yang sempat melihat Micha menangis pun segera melajukan mobilnya untuk mengejar taxi yang ditumpangi Micha tapi hasilnya nihil, Jaxson sungguh sangat khawatir pada Micha, takut dia disakiti oleh Axelle. Sedangkan Wilfred dan Jarvis memilih kembali ke perusahaan pusat.


“Semoga Micha baik-baik saja.” Ucap Jaxson merasa khawatir.


“Aku harap dia baik-baik saja, kenapa Axelle selalu saja mempersulitnya.” Ucap Wilfred dalam hati.


Micha terus mengusap air matanya dengan kasar, dia sangat marah dan kesal, Micha sungguh merasa Axelle telah menginjak-injak harga dirinya sebagai perempuan. Dia sungguh tidak sanggup jika harus terus berhadapan dengan boss yang seperti itu, selama ini dia selalu menjaga semuanya dengan baik, tapi sekarang dilecehkan begitu saja oleh bossnya yang arogan itu.


.


.


.


.


.


.


Bersambung......


Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁


Terima Kasih 🙏🙏