
Hari yang di tunggu-tunggu kini telah tiba. Betapa cantik dan anggunnya Micha hari ini karena memakai gaun pengantin yang sangat indah dan memegang cepat saat dirinya berdiri di atas altar bersama dengan papanya. Tangan Micha terus mengeluarkan keringat dingin karena terlalu gugup. Sedangkan tamu-tamu undangan serta keluarganya menatapnya dengan air mata kebahagiaan.
Sesampainya di tempat akad mereka saling mengucap janji satu sama lain untuk seumur hidup saling menjaga, saling menghormati dan saling mengisi kekurangan dari masing-masing. Mereka akhirnya resmi menjadi pasangan suami istri.
Setelah mereka memasangkan cincin pernikahan satu sama lain, tanpa di aba-aba Axelle pun mencium kilas bibir Micha, alhasil membuat Micha melotot ke arahnya dan hal tersebut menjadi bahan tertawaan para tamu maupun keluarganya karena tingkah lucu mereka.
Sebuket bunga segar itu telah Micha dan Axelle pegang bersama untuk siap di lemparkan ke arah belakang mereka.
“Oh..tidak!!! Buket bunganya akan di lemparkan. Semua gara-gara kamu Jax menjemputku terlambat.” Decak Enzi kesal pada Jaxson.
FLASHBACK ON
Jaxson yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya hingga jam tiga dini hari pun langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur tanpa membersihkan dirinya terlebih dahulu Jaxson langsung tertidur lelap.
Jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan pagi, sedangkan acara pernikahan Micha akan di adakan jam sembilan pagi, alhasil membuat Jaxson terperanjak dan buru-buru untuk membersihkan dirinya dan mengenakan jas yang memang sudah ia siapkan jauh-jauh hari.
Di tempat lain Enzi sudah menggerutu karena menunggu Jaxson yang hampir satu jam tidak juga menunjukkan batang hidungnya, sehingga membuat Enzi sempat berfikir Jaxson memang sengaja ingin datang terlambat karena tidak ingin melihat prosesi pernikahan pujaannya tersebut.
“Haihh...bisa-bisa bengkak kakiku karena terlalu lama berdiri disini. Acara lempar buket bunga pasti sebentar lagi akan di mulai, aku harus mendapatkan buket itu. Tapi mengapa Jaxson belum muncul juga.” Gerutu Enzi kesal.
Tak selang beberapa lama Jaxson pun tiba di depan rumah Enzi, tanpa di aba-aba Enzi pun langsung masuk ke dalam mobil dan menyuruh Jaxson agar lebih cepat sedikit.
“Mengapa kamu jadi yang terburu-buru Enz?”
“Aku ini ingin mendapatkan buket bunga dari pengantinnya Jax, biar aku bisa secepatnya menemukan jodohku dan pengganti Jerry.” Jawab Enzi dengan raut wajah yang masih kesal.
“Maafkan aku Enz, aku bukannya sengaja. Semalam aku bergadang hingga jam tiga dini hari dan pekerjaan itu sama sekali tidak bisa aku tinggalkan.”
“Itu cuma alasan kamu saja bukan, karena kamu memang tidak ingin melihat langsung prosesi pernikahaan pujaan hatimu itu.”
“Uupppss..!!” Enzi seketika menutup mulutnya yang ember itu.
Jaxson saja belum pernah memberitahunya akan masalah siapa gadis yang di cintai Jaxson, tapi dengan lantangnya Enzi menyinggungkan hal itu.
“Maaf Jax aku bukan bermaksud...” Ucapan Enzi pun terpotong oleh perkataan Jaxson.
“Sebaiknya kamu tidak ikut campur urusan pribadiku.” Ucap Jaxson dingin.
“Oh..tidak, dia marah padaku. Argghh..!! Mengapa mulutku bisa selancang ini.” Gerutu Enzi dalam hati.
Selama di perjalanan pun mereka membisu satu sama lain hingga sesampainya di rumah kedua orang tua Micha karena memang pestanya sengaja di adakan disana dan bukan di kediaman Alexander. Enzi pun menatap takjub betapa mewah rumah tersebut.
Karena Enzi sendiri belum mengetahui rumah kedua orang tua Micha saat SMA waktu itu, Micha hanya mengajaknya ke kediaman keluarga besar Alexander atau yang tak lain adalah rumah kakek dan nenek Micha.
Setelah sesampainya di parkiran Enzi pun melihat banyak orang berbondong-bondong mendekati altar pusat pengantin yang artinya itu acara lempar buket pun akan segera di laksanakan. Dengan high heelsnya Enzi mencoba berlari kecil agar tidak tertinggal acara tersebut.
Dan tak luput tangan Jaxson pun di tariknya juga untuk mengikutinya dalam acara lempar bunga tersebut.
“Hei Enzi, lepaskan tanganku.” Gerutu Jaxson, sedangkan Enzi pun sudah tidak menghiraukan perkataan Jaxson.
“Oh..tidak!!! Buket bunganya akan di lemparkan. Semua gara-gara kamu Jax menjemputku terlambat.” Decak Enzi kesal pada Jaxson.
Enzi dengan cepat maju kedepan tanpa Jaxson lagi dan...
Bruuuukkkk...!!!
Enzi dan seorang pria menangkap buket bunga itu secara bersamaan. Alangkah terkejutnya mereka yang berada disitu. Apalagi Jaxson tidak menyangka Enzi akan senekat itu hanya demi sebuket bunga pengantin.
“Aww..!!” Ringis Enzi karena sikunya sedikit terluka saat terjatuh tadi.
“Kamu tidak apa?” Tanya Jarvis yang kini membantu Enzi untuk berdiri.
Ya benar pria yang secara bersamaan menangkap buket bunga itu adalah Jarvis.
“Buket ini untukmu saja dan sebaiknya kamu obati lukamu.” Ucap Jarvis serius.
“Tidak perlu khawatir Jarv, aku yang akan mengobati lukanya. Karena aku yang membawanya kemari sebagai pasanganku, aku yang akan bertanggung jawab mengurusnya.” Ucap Jaxson datar.
“Bukan urusanmu.”
Belum sempat Enzi maupun Jaxson beranjak dari tempat itu, dengan tiba-tiba tangan Enzi di tarik oleh seseorang.
“Enzi...?!!! Ini benar kamu?” Tanya Micha yang sudah berlinang air mata
Karena tidak menyangka bahwa di hari pernikahannya sahabat yang sudah lama dia rindukan hadir disana. Belum sempat Enzi selesai menatap Micha, Micha sudah memeluknya sangat erat. Hal itu semakin menjadi drama untuk di tonton para tamu undangan maupun keluarga yang lainnya.
“Micha..?! Ini sungguhan kah?” Ucap Enzi yang tak kalah histerisnya karena bahagia.
“Jadi kamu yang menikah?” Micha pun hanya menganggukkan kepalanya.
“Mengapa kamu tidak mengundangku?” Tanya Enzi kesal.
“Bukan seperti itu Enz. Aku akan menceritakan semuanya padamu nanti setelah acara ini selesai ya, kamu jangan marah dulu ok.” Jelas Micha.
“Baiklah.”
“Ya sudah Jax, aku mohon kamu bantu Enzi untuk segera mengobati lukanya.”
Jaxson dan yang lainnya yang masih bingung dengan situasi ini pun hanya terdiam. Karena mereka tahu ini bukan saat yang tepat untuk saling menginterogasi.
Setelah acara pernikahan Axelle dan Micha selesai pun barulah para sahabat Axelle turut berkumpul bersama Micha dan keluarganya. Kakek, nenek serta kedua orang tua Micha berada di ruang tengah dan untuk mereka berenam memilih di halaman belakang untuk saling berbincang.
Micha pun lalu menjelaskan siapa Enzi sebenarnya pada semuanya. Setelah mereka mengetahui bahwa Micha dan Enzi sudah bersahabat sejak masa SMA pun menjadi mengerti akan situasi yang terjadi saat pesta pernikahan tadi.
Kini giliran Micha untuk menjelaskan mengapa dirinya tidak mengundang Enzi di pernikahannya.
“Aku sudah mencarimu kemana-mana Enz tapi aku benar-benar tidak bisa menemukan keberadaanmu, dan aku memang sengaja tidak meminta bantuan Kakek, karena aku sangat khawatir dengan kondisinya yang akhir-akhir ini telah banyak tekanan. Jika dia membantuku itu pasti akan menambah beban pikirannya.” Jelas Micha, Enzi pun mengerti dan hanya menghelakan nafasnya pelan.
“Oh..ya dan juga Joel bagaimana dia Enzi? Apa kamu masih berhubungan dengannya, karena aku juga susah mendapatkan informasi dimana di berada sekarang, terakhir yang aku dapatkan hanyalah keluarga mereka bangkrut dan berantakan?” Tanya Micha yang membuat tenggorokan Enzi tercekat.
.
.
.
.
Bagaimana reaksi Micha ya? Jika Enzi sungguh menceritakan kejadian yang sesungguhnya?🤔🤔
Akankah Jarvis atau Jaxson ya yang nantinya bersama Enzi?🤔🤫masih rahasia author ya🤭
.
.
.
.
.
.
Bersambung......
Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁
Terima Kasih 🙏🙏