MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
Sadar



“Wil..Axelle sudah..”


Ucapan Micha yang terbata-bata di sertai isak tangis membuat Wilfred semakin tegang dan merasakan rasa takut yang dalam, takut jika terjadi sesuatu hal buruk pada Axelle.


“Iya Axelle sudah apa Micha, bicaralah yang jelas. Tenangkan dulu dirimu.” Ucap Wilfred mencoba memenangkan Micha agar bicaranya tidak terbata-bata lagi. Padahal dirinya sendiri sudah merasa panik.


“Axelle sudah sadar Wil, cepatlah datang kemari. Maaf membuatmu khawatir aku terlalu senang hingga membuatku menangis dan sulit bicara.” Jelas Micha.


“Syukurlah, aku sudah panik jika sesuatu terjadi pada Axe Micha. Ya sudah aku akan segera datang kesana sekarang.” Ucap Wilfred lembut.


“Terima kasih Wil dan maaf sekali lagi.” Ucap Micha merasa bersalah.


“Tak apa Micha.”


Setelah memutuskan panggilan telephone Wilfred pun langsung pergi meninggalkan Arion Club dan mengendarai mobilnya lumayan cepat, karena dirinya sudah tidak sabar ingin bertemu dengan sahabatnya itu.


*****


Saat ini sudah menunjukkan pukul 20.00 malam, Micha dengan hati-hati menyuapi Axelle dengan posisinya yang masih setengah duduk.


“Sudah ya sayang, aku sudah kenyang makanan ini sungguh hambar.” Ucap Axelle pada Micha.


“Kamu mau cepat sembuh tidak? Tinggal sedikit lagi, cepat habiskan setelah ini harus cepat meminum obatmu.” Gerutu Micha.


“Kamu ini tidak ada mesra-mesranya sama sekali ya.” Celetuk Axelle yang sedikit kesal terhadap Micha.


“Baiklah, sayangku ayo cepat habiskan buburmu dulu ya, setelah itu minum obatmu biar cepat sembuh.” Ucap Micha dengan nada lembut sekaligus membujuk.


Micha sendiri bahkan merasa geli dirinya bisa mengucapkan hal-hal seperti itu di hadapan seorang pria yang baru saja menjadi kekasihnya itu.


FLASHBACK ON


Setelah hampir setengah hari lebih Micha menunggu Axelle di ruangannya, akhirnya Axelle menunjukkan reaksinya, tangannya mulai bergerak dan matanya mulai terbuka secara perlahan.


Micha yang melihat hal ini pun merasa sangat senang bahkan sampai menitikkan air matanya. Setelah memanggil dokter untuk memeriksa kondisi Axelle, Micha pun segera menghubungi salah satu sahabat dari Axelle, namun panggilannya pada Jaxson dan juga Jarvis tidak dapat tersambung, hingga akhirnya panggilannya ke Wilfred langsung di angkatnya dan dia segera datang ke rumah sakit.


“Bagaimana keadaannya dok?” Tanya Micha tidak sabar setelah memasuki ruang rawat Axelle lagi.


“Keadaannya sudah stabil, tapi masih harus cukup di perhatikan karena lukanya bisa saja terbuka lagi, tidak boleh memikirkan hal-hal yang berat dulu. Usahakan selalu membuat pikirannya tenang ya.” Jelas sang dokter.


“Terima kasih dok.” Ucap Micha haru.


Setelah sang dokter pergi dari ruangan itu, Micha pun langsung memarahi Axelle.


“Mengapa kamu melakukan hal ini Axelle, kamu bisa saja membiarkanku yang terkena balok itu. Jika tadi terjadi sesuatu padamu bagaimana?” Celetuk Micha yang sudah di sertai isak tangisnya.


Axelle yang posisinya kini setengah duduk pun menarik tangan Micha perlahan agar Micha mendekat padanya, Micha pun hanya menuruti apa yang di lakukan Axelle padanya. Tanpa menjawab ocehan dari Micha, Axelle pun memeluk Micha dengan erat membuat Micha sedikit terkejut tapi Micha langsung membalas pelukan Axelle yang tak kalah eratnya.


Axelle tersenyum senang Micha membalas pelukannya, dengan secara perlahan Axelle melepaskan pelukkannya dan membuat Micha tetap duduk di atas tempat tidurnya dengan posisi menghadapnya.


“Micha apa kamu tahu saat aku tersadar aku bisa melihatmu baik-baik saja itu membuat hatiku merasa lega. Jika aku membiarkanmu tertimpa balok itu, bagaimana nanti aku akan bisa hidup, aku akan menyesal seumur hidupku jika sampai tidak bisa menyelamatkanmu. Aku sudah bilang sebelumnya aku sangat mencintaimu Micha, aku pasti akan buktikan kesungguhan cinta yang aku miliki untukmu.” Jelas Axelle sambil mengusap lembut air mata Micha yang sudah mengalir deras.


“Jadi kali ini beri aku kesempatan untuk membahagiakanmu ya, jangan tolak aku lagi. Biarkan aku menjagamu dari hal apapun yang membahayakanmu, biarkan aku mengisi hari-harimu dengan senyuman, biarkan....”


Sebelum Axelle menyelesaikan kata-katanya Micha tiba-tiba langsung mencium kilas bibir Axelle. Axelle pun sempat terkejut dengan apa yang dilakukan Micha padanya, namun hal itu sudah dapat memberikan jawaban Micha untuk perasaannya.


“Aku percaya itu Axe, asal kamu juga berjanji tidak akan terluka seperti ini lagi, aku akan beri kamu kesempatan itu Axe. Aku tidak mau kehilanganmu.” Ucap Micha di sertai isak tangisnya.


Axelle pun langsung memeluk Micha lagi dengan erat.


“Jadi kamu sekarang sudah menerimaku?” Tanya Axelle dengan serius.


Micha pun hanya mengangguk malu. Karena akhirnya dia sudah mempercayakan hatinya untuk seorang pria arogan bernama Axelle.


“Bolehkah aku memanggilmu dengan sebutan sayang?”


Pertanyaan Axelle berhasil membuat wajah Micha semakin memerah karena malu, karena baru kali ini Micha merasakan namanya menjalin cinta. Memang benar kata orang cinta bisa membuat kamu gila yang suka senyum-senyum tidak jelas. Namun tak di elak cinta terkadang juga bisa membuatmu terluka.


“Kenapa tidak di jawab?” Tanya Axelle sekali lagi.


“Ya.” Jawab Micha singkat dengan wajah yang sudah bak tomat matang.


“Kamu masih malu sayang?” Tanya Axelle yang sedikit menggoda Micha.


Micha tidak berani menatap Axelle secara langsung, karena hatinya kini sudah meletup-letup bagai kembang api yang sedang meledak.


“Jantung oh jantung bisakah kau tidak meloncat-loncat seperti ini, kenapa bisa brdegup sekencang ini, aku sampai susah bernafas, jadi inikah yang dinamakan sedang jatuh cinta.” Gerutu Micha dalam hatinya.


“Micha sayang sekarang tatap mataku.” Ucap Axelle serius.


Micha pun secara perlahan menolehkan wajahnya ke hadapan wajah Axelle walau masih sedikit menunduk.


“Micha aku berjanji akan selalu membahagiakanmu dan tak akan pernah menyakitimu, jadi mulai sekarang jangan sampai ada rasa sungkan atau rahasia di antara kita ya. Apapun masalah yang kita hadapi kita harus saling bicarakan satu sama lain dan mencari solusinya bersama.” Ucap Axelle dengan lembut.


Micha pun terharu mendengar penuturan tulus dari Axelle.


“Baiklah, aku akan mencoba bersikap seperti biasa lagi. Aku tidak akan sungkan lagi padamu, aku juga berjanji untuk hal yang sama denganmu.”


“Janji?”


“Janji sayang.” Ucap Micha dengan lembut.


Panggilan sayang dari Micha semakin membuat Axelle bahagia. Dirinya bahkan langsung memeluk erat Micha lagi tanpa di aba-aba.


“Axe sudah, ini masih di rumah sakit.” Ucap Micha yang merasa malu atas kelakuan Axelle.


“Jika bukan di rumah sakit kamu mau?” Goda Axelle.


“Tidak juga.” Jawab Micha ketus.


Kini Micha sudah mulai bisa mengkondisikan dirinya seperti biasanya.


“Aku baru saja menjadi kekasihmu sayang, mengapa kamu sudah ketus lagi.” Gerutu Axelle.


“Axe ini di rumah sakit dan sekarang waktunya kamu untuk makan, tidak boleh ada penolakan.”


“Tidak bisakah kamu memanggilku sayang?” Rajuk Axelle.


“Iya-iya sayang.” Ucap Micha dengan nada datarnya.


Axelle pun hanya menggerutu tapi itu membuat Micha tertawa karena seorang CEO arogan di hadapannya kini berlagak manja padanya.


FLASHBACK END


Setelah usai menyuapi dan memberi obat pada Axelle Micha pun secara perlahan mengganti kembali posisi Axelle supaya rebahan lagi.


Tok...tok..tok..


“Masuk.” Jawab Micha menyuruh orang yang baru saja datang untuk masuk.


.


.


Sudah + 1 episode ya. Mohon pengertiannya ya author hanya punya dua tangan untuk mengetik novel ini, 1 ep kadang harus 1 hari baru jadi bahkan terkadang sampe 2 hari karena harus tepat mencari alur ceritanya dan terimakasih atas dukungan kalian semua..🙏🙏


maaf ya belum bisa crazy up.🙏🙏


.


.


.


.


.


.


Bersambung......


Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁


Terima Kasih 🙏🙏