MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
Kembali Normal



Setelah kejadian yang penuh air mata itu, akhirnya semua berangsur-angsur kembali normal. Dari resort yang tadinya sempat terganggu oleh orang-orang yang di bayar Xia untuk merusaknya kini juga berangsur pulih kembali para pekerja yang terluka juga sudah bisa melakukan pekerjaan mereka dengan normal lagi.


Persiapan pernikahan antara Axelle dan Micha pun juga sudah selesai. Dan tepat seminggu yang lalu Micha akhirnya berhenti dari pekerjaanya, apartemennya pun di berikan kepada sahabatnya Yora dan keluarganya karena mereka sangat membutuhkan tempat tinggal yang teduh, karena menurut Micha tempat tinggal Yora sangatlah prihatin.


Tadinya Yora dan keluarganya sempat menolaknya tapi karena paksaan dari Micha akhirnya Yora menerimanya dan sangat berterima kasih sudah banyak sekali membantu keluarganya, meski setelah Micha resign dari Arion Group dan mereka jarang bertemu tapi Micha masih sering mengirimkan paket makanan ataupun baju ke rumah Yora.


Dan setelah apartemen beserta isinya di berikan kepada keluarga Yora, Micha memilih tinggal kembali bersama kakek dan neneknya sebelum dia benar-benar resmi di persunting oleh Axelle. Yora sendiri sempat terkejut saat mendengar Micha akan menikah dengan atasannya yang paling arogan itu. Karena dulu Micha sangat membenci Axelle tapi kini dia akan menjadi suaminya.


Jodoh itu benar-benar tidak terduga. Dan juga Ciko yang sudah di anggap sebagai adiknya sendiri sempat menahan Micha agar tidak resign, tapi setelah mendengar alasannya Ciko pun akhirnya merelakan kepergian Micha dari pekerjaannya tersebut. Semua yang di kenal Micha pun tak luput mendapatkan undangan pernikahannya.


Hanya saja di hati kecil Micha masih terbesit rasa kesedihan karena kehilangan kontak dengan dua sahabatnya sewaktu SMA dulu. Padahal dia sangat ingin sekali memberitahu mereka dan mengundangnya ke pernikahan dia.


Sebenarnya bisa saja Micha meminta tolong pada Kakeknya untuk mencari tahu keberadaan kedua sahabatnya itu, hanya saja Micha tidak ingin lagi merepotkan kakeknya ataupun membuatnya lelah untuk berpikir.


“Sayang ternyata kamu ada disini.” Ucap Axelle memecah lamunan Micha.


Micha sedang duduk santai di halaman belakang rumah kakeknya ini. Axelle yang baru saja datang di kediaman Alexander pun langsung di suruh kakek dan nenek Micha untuk menyusulnya di halaman belakang rumah mereka.


“Hmm, kamu sudah datang.” Jawab Micha singkat.


“Iya, ada apa lagi sayang?” Tanya Axe lembut.


“Tidak apa-apa Axe, aku hanya tidak menyangka saja kita akan secepat ini menuju ke pelaminan.” Sahut Micha.


“Bukankah itu lebih baik.”


“Memang, ini semua terasa seperti mimpi.” Ucap Micha sambil berdiri dan berjalan mendekati kolam renang.


Micha lalu duduk di tepian kolam renang dan memainkan kakinya di dalam air. Axelle yang tadinya duduk di kursi pun mengikuti apa yang di lakukan oleh Micha.


“Lusa aku pasti akan menjadikan kamu pengantin yang paling bahagia dan tercantik sedunia.”


“Jangan gombal.” Sahut Micha tersipu malu.


“Sedunia hatiku sayang.” Lanjut Axelle lagi.


Alhasil Micha memukul pelan bahu Axelle karena menahan malu atas godaan dari Axelle.


“Sudahlah sebaiknya kita masuk kedalam untuk makan siang. Kalau lama-lama disini berdua denganmu mukaku bisa-bisa jadi tomak busuk karena kematangan kamu goda terus.”


“Haha..tidak mungkinlah Micha sayang, masa iya wajah cantikmu ini berubah jadi tomat busuk yang pantas itu jadi selai strawberry yang manis dan cantik.” Goda Axe lagi.


Micha yang semakin tersipu malu pun berlari kecil mendahului Axelle pergi ke ruang makan yang ternyata disana sudah ada kakek neneknya dan juga kedua orang tuanya.


“Kapan Mama dan Papa tiba?” Tanya Micha kemudian.


“Hampir bersamaan dengan Nak Axelle tadi sayang.” Sahut Alice.


“Mana Axellenya?” Tanya Zayn pada putrinya itu.


“Itu di belakang Pa, sebentar lagi juga sampai.” Jawab Micha ringan.


Dan benar saja Axelle muncul dan bergabung bersama mereka. Mereka tak banyak bicara saat makan, hanya dentuman antara piring, sendok dan garpu saja yang saling menyahut. Seusai makan siang Alice dan Zayn beserta kedua orang tua Zayn memilih untuk berbincang di ruang keluarga.


Sedangkan Micha dan Axelle berkeliling di halaman rumah dan taman rumah kaca. Dua sejoli yang tengah di landa jatuh cinta itu pun bercanda ringan sesekali saling menggoda satu sama lain.


*****


Jaxson kini sedikit demi sedikit sudah merelakan hubungan Micha dengan Axelle, setelah kedatangan Enzi di kehidupannya beberapa hari ini membuat Jaxson tak merasa kesepian lagi.


Canda tawa ringan dari Enzi sanggup membuatnya tertawa. Mereka juga sering bertemu di Arion Club untuk sekedar berbincang dan mengenal satu sama lain. Tapi sampai saat ini Jaxson masih saja belum bisa menceritakan kisahnya pada Enzi. Karena menurutnya lebih baik di simpan sendiri.


Jaxson hanya mengutarakan bahwa masalahnya hanyalah cinta bertepuk sebelah tangan. Enzi bahkan sempat menertawakannya karena seorang pria tampan, seorang CEO dan bahkan menurut Enzi Jaxson adalah pria yang sangat lembut dan sopan bisa di tolak oleh gadis pujaannya sendiri.


“Lusa aku ada undangan pernikahan sahabatku, apa kamu mau menemaniku Enz?” Tanya Jaxson tiba-tiba.


Melihat ekspresi dari Jaxson yang terlihat agak murung, kini pun Enzi mengerti mengapa Jaxson tidak ingin mengatakan alasannya di tolak oleh gadis pujaannya tersebut, karena kemungkinan besar gadis itu adalah mempelai wanita sahabatnya sendiri.


“Baiklah, kamu berani bayar aku berapa untuk menemanimu ke pesta?” Tanya Enzi sambil meledek Jaxson.


“Mau mu berapa?” Tanya Jaxson kembali, yang akhirnya mengikuti alur perkataan Enzi.


Enzi memang sengaja berkata seperti itu untuk memecah lamunan Jaxson yang muram, karena sejujurnya Enzi sendiri tidak senang melihat Jaxson masih memikirkan gadis itu, yang bahkan menolak pria sebaik ini.


“Asal besar aku akan menerimanya dengan senang hati.” Sahut Enzi sambil terkekeh.


Karena melihat reaksi Jaxson agak serius dengan perkataannya.


“Haha..hei Jax apakah kamu benar-benar percaya aku meminta bayaran kepadamu hanya karena kamu memintaku menemanimu ke sebuah pesta.” Ucap Enzi lagi sambil tertawa.


“Apa kamu juga percaya aku tadi terlihat serius?” Sahut Jaxson menyeringai jahil.


“Ah..sialan kamu Jax, kamu mencoba bercanda denganku.” Ucap Enzi sambil memukul pelan bahu Jaxson.


Dan akhirnya keduanya tertawa bersamaan. Malam pun semakin larut, Jaxson mengantarkan Enzi untuk pulang kerumahnya. Setelah cukup lama berbincang di Arion club tadi.


“Sampai jumpa lusa ya Enz, aku akan menjemputmu disini.” Ucap Jaxson sedikit berteriak, karena Enzi sudah memasuki ambang pintu gerbang rumahnya.


“Baiklah pangeranku.” Sahut Enzi sambil terkekeh lagi.


Setelahnya Jaxson kembali melajukan mobilnya dan ia memutuskan untuk kembali ke rumahnya. Bayangan Enzi sedikit terngiang di kepalanya.


“Gadis yang menarik.” Gumam Jaxson dengan senyuman yang terukir dibibirnya.


Keunikan Enzi inilah yang membuat Jaxson nyaman berbicara dengannya. Dia sangat berbeda dengan gadis lainnya karena menurutnya Enzi gadis yang cerewet dan blak blakan namun dia masih tetap menjaga kesopanannya sebagai seorang gadis.


.


.


.


.


So bagaimana menurut kalian nih? Akankah Enzi dan Jaxson berjodoh? Pastinya itu masih rahasia author ya..🤭


.


.


.


.


.


.


Bersambung......


Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁


Terima Kasih 🙏🙏