
Enzi terdiam sesaat karena dirinya kini merasa bingung untuk menjelaskannya terhadap Micha. Jika Micha tahu Joel sudah sangat berubah drastis dia pasti akan sedih.
“Enzi jawab pertanyaanku? Apa Joel terkena masalah?” Tanya Micha lagi memecahkan lamunan Enzi
“Emm..ti..tidak Joel baik-baik saja Micha.” Jawab Enzi sedikit gugup karena menutupi kebenarannya.
“Baguslah kalau begitu, lalu dimana sekarang dia Enz?”
“Oh..ternyata Joel yang merebut calon suami Enzi itu juga sahabat Micha. Enzi pasti kesulitan menjelaskannya pada Micha.” Gumam Jaxson dalam hatinya.
“Di..dia ada di luar negeri Micha, dan sedang sibuk bekerja jadi agak susah di hubungi, dan sepertinya dia juga sudah mengganti nomor ponselnya lagi.” Jawab Enzi yang masih gugup.
“Mengapa dari dulu tidak pernah berubah selalu saja mengganti nomor dia sesuka hati, tanpa memberi kabar kepada kita.” Gerutu Micha.
“Jika nanti Joel menghubungiku lagi aku pasti akan segera memberitahumu.” Ucap Enzi lagi.
Enzi sungguh tidak menyangka bahwa kini dirinya bisa berbohong pada Micha, untuk menutupi kejelekan Joel menurutnya Micha lebih baik tidak bertemu dengan Joel sama sekali. Agar selamanya tidak akan mengetahui kelakuan dan sifat Joel yang sekarang.
“Baiklah pastikan kamu menghubungiku jika Joel telah menghubungimu Enz, supaya kita bisa berkumpul lagi.” Sahut Micha senang.
“Iya Micha.”
Enzi sangat merasa bersalah atas apa yang dia lakukan pada Micha, namun hal ini dia lakukan demi kebaikan Micha.
“Dan kamu Enz sejak kapan mengenal Jaxson?” Tanya Micha menyelidik.
“Uhhh..itu sebenarnya pertemuan yang tidak disengaja Micha.” Enzi sedikit ragu untuk menceritakan pertemuannya dengan Jaxson.
“Oh..benarkah?!” Goda Micha.
“Baiklah aku akan bercerita, itu kejadian yang singkat. Bukan begitu Jax.” Ucap Enzi sambil melirik ke arah Jaxson.
Sedangkan Jaxson hanya cuek menanggapi tatapan Enzi, namun berbeda dengan ke tiga sahabatnya mencoba menyimak cerita yang akan Enzi ucapkan.
“Huh...dasar pria tak berperasaan, selalu saja bisa merubah ekspresinya. Di depan sahabatmu pun kamu cukup banyak diam dan dingin Jax.” Gumam Enzi dalam hati.
“Singkatnya karena aku sedang ada masalah aku pergi minum ke Arion Club dan karena aku terlalu mabuk, Jax menolongku dan merawatku.” Jelas Enzi.
“Merawatmu?!” Micha mendadak mengernyitkan dahinya.
“Micha..!! Jangan berfikir yang macam-macam dulu, dia hanya menyediakan kamar dan kebutuhanku. Setelah dia menolongku kita berpisah dan belum mengenal satu sama lain. Ya, karena aku sudah mabuk saat itu.”
“Berarti aku harus berterima kasih padamu Jax, karena telah merawat sahabatku. Jika bukan karena kamu mungkin Enzi waktu itu bisa saja bernasib buruk.”
“Bukan masalah Micha, karena dia mabuk di Arion Club tentu saja aku sebagai atasan disana juga tidak mungkin membiarkan gadis baik-baik mabuk sendirian disana.”
“Ehem..sepertinya ada sesuatu di balik kata gadis baik-baik.” Sindir Jarvis tiba-tiba.
“Ada benarnya juga yang di katakan Jarvis Jax.” Sahut Wilfred sambil berpura-pura berfikir.
“Mungkin Enzi jodohmu Jax.” Celetuk Axelle asal.
“Dia sahabat Micha tentu saja dan sudah pasti dia juga gadis yang baik, kecuali...” Ucapan Jax langsung di potong oleh Enzi.
“Jax...!! Sebaiknya kita pulang, orang tuaku pasti sudah mengkhawatirkanku ini sudah hampir larut.” Ucap Enzi sedikit berteriak saat memanggil nama Jaxson.
“Kecuali apa Jax?” Micha pun penasaran dengan ucapan Jaxson yang terpotong oleh Enzi.
Namun Jaxson yang mengerti maksud Enzi pun segera mencari alasan lain untuk jawaban dari pertanyaan Micha.
“Kecuali jika disaat dia datang langsung menggoda laki-laki disana, aku mungkin tidak akan membantunya.” Elak Jaxson.
“Sial kamu Jax, memangnya aku wanita murahan.” Sahut Enzi kesal.
Micha pun terkekeh dengan tingkah laku sahabatnya itu yang kesal dengan Jaxson, padahal Jaxson sama sekali tidak bermaksud untuk mengandaikan Enzi seperti itu.
“Marah?! Memangnya aku mengataimu wanita murahan?!” Tanya Jaxson.
“Eumm tidak.” Celetuk Enzi merasa malu atas ucapannya tadi.
“Ya sudah ayo kita pulang.” Ajak Jaxson datar.
“Micha aku pamit dulu ya, nanti aku akan mengirimkan alamat rumahku lewat pesan.” Ucap Enzi.
“Baiklah Enz, nanti aku juga akan memberi alamat rumah baruku.”
“Untuk kalian berdua sekali lagi selamat untuk pernikahannya, semoga langgeng sampai hayat memisahkan kalian.”
“Terima kasih Enzi.” Ucap Micha sambil memeluk sahabatnya itu.
Sedangkan Axelle hanya mengangguk dan tersenyum ringan. Setelah Enzi dan Jaxson pergi dari kediaman orang tua Micha, Wilfred dan juga Jarvis ikut berpamitan pulang. Karena memang jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.
Mereka terlalu asyik berbincang sehingga tak terasa waktu sudah larut. Bahkan sampai sepasang pengantin baru ini belum mandi dari selesainya acara resepsi tadi, karena sebelumya Micha hanya mengganti gaun pengantinnya dengan baju santainya.
Di ruang tengah pun sudah begitu lengang menandakan semua orang sudah beristirahat di kamar masing-masing.
Kini giliran sang pengantin baru memasuki kamar mereka berdua. Micha yang merasa sedari tadi menahan rasa lengket di tubuhnya pun langsung beranjak menuju kamar mandi dan membawa serta pakaian gantinya.
Axelle hanya menatap lekat Micha yang bahkan terkesan agak cuek dengannya setelah mereka tinggal berdua saja. Padahal di sisi lain Micha hanya memikirkan setelah dirinya mandi akan langsung beristirahat, hari ini merupakan hari yang melelahkan untuknya sekaligus hari bahagianya.
Seusai mandi Micha segera keluar dan alangkah terkejutnya suaminya Axelle sudah berdiri di depan pintu kamar mandi.
“Ada apa Axe, kamu mengejutkanku.” Decak Micha kesal.
Setelah beberapa saat Micha baru menyadari sesuatu hal mengapa Axelle tiba-tiba di depan pintu kamar mandi.
“Axe...?! Coba sekali lagi kamu panggil aku apa?” Axelle pun tak kalah kesalnya.
“Maaf suamiku sayang, tapi untuk beberapa hari libur dulu ya. Aku sedang ada tamu.” Ucap Micha lembut sembari memeluk tubuh suaminya.
Axelle pun hanya menghela nafasnya kasar. Bagaimana tidak, sudah sedari tadi dia menahan hasratnya dan menunggu Micha agar segera keluar dari kamar mandi, namun yang ia dapatkan kekecewaan karena Micha belum bisa melayaninya.
“Haih...ya sudah kamu langsung istirahat saja ya sayang, kamu pasti lelah. Aku akan membersihkan tubuhku dan menyusulmu nanti.” Ucap Axelle lembut.
“Terima kasih sayang, sudah mengerti aku.”
“Mungkin memang belum waktunya aku untuk mendapatkannya sayang, aku akan sabar untuk beberapa hari.” Ucap Axelle tersenyum sambil mengecup kening Micha lembut.
Micha pun mengangguk pelan dan tersipu malu akan perlakuan lembut Axelle. Seusai mencium kening Micha Axelle pun langsung memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Sedangkan Micha tak butuh waktu lama untuk memejamkan matanya yang sudah menahan kantuk sedari tadi, dirinya sudah tertidur pulas sebelum Axelle selesai dengan rutinitas mandinya.
.
.
.
.
Bersambung......
Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁
Terima Kasih 🙏🙏