
Seperti yang sudah pernah Micha katakan sebelumnya bahwa dirinya akan menyewa tempat tinggalnya sendiri dekat dengan perusahaan, agar dapat memudahkannya pergi ke tempat kerja dan menghemat waktunya. Walaupun Nenek dan Kakeknya masih sangat berat untuk melepas Micha, tapi mereka bisa apa. Kemauan keras Micha tidak akan bisa di ubah lagi. Akhir pekan ini Micha akan mulai pindahan, karena dirinya dengan mudah mendapatkan apartemen yang sesuai dengan yang dia cari. Ini berkat bantuan sang kakek yang mendapatkan informasi lokasi apartemen yang sesuai dengan yang Micha inginkan.
“Hari ini akhirnya tiba, aku harus mulai berkemas untuk pindah ke apartemenku yang baru.” Ucap Micha begitu senang.
Weekend ini Micha disibukkan dengan rencana kepindahannya, dirinya mulai mengemas barang-barang yang di butuhkan saja. Tidak banyak barang yang Micha bawa, karena nantinya dia akan mulai membeli dikit demi sedikit untuk isi apartemennya. Saat ini Micha baru mampu membeli beberapa perabotan yang paling di butuhkannya, untuk yang lainnya akan dia beli setelah gaji berikutnya.
“Akhirnya aku pindahan juga Nek, aku sudah tidak sabar bagaimana bisa merasakan hidup mandiri sepenuhnya.” Ucap Micha pada Neneknya.
“Cucu Nenek pasti bisa menghadapi semuanya dengan baik, walau Nenek masih tidak rela harus di tinggal Micha tapi demi Micha Nenek akan dukung semua yang Micha lakukan.” Ucap sang Nenek sambil menghembuskan nafas beratnya.
“Kamu harus jaga diri kamu baik-baik ya sayang, jika ada sesuatu yang membahayakanmu langsung hubungi Kakek ya.” Ucap sang kakek memberi nasehatnya.
“Benar apa yang dikatakan Kakekmu sayang, Nenek sebenarnya sungguh masih khawatir terhadapmu.”
“Sudah Kakek sama Nenek jangan bersedih ya, Micha akan sering berkunjung ke tempat Kakek dan Nenek dan pastinya Micha akan menjaga diri Micha dengan baik.” Ucap Micha menenangkan Kakek dan Neneknya.
Setelah Kakek dan Neneknya ikut membantunya pindahan dan merapikan isi apartemennya, barulah mereka berdua pulang ke rumah besar Alexander lagi, sedangkan Micha sudah merebahkan tubuhnya pada kasur barunya.
“Masih jam 3 sore, aku akan berbelanja beberapa bahan makanan dan mencoba belajar untuk memasak saja. Jika aku tidak bisa memasak bisa-bisa aku akan boros nanti.” Ucap Micha pada dirinya sendiri.
Micha lalu bersiap pergi ke mini market dekat apartemennya. Untungnya hanya butuh waktu 10 menit untuk menuju ke mini market di seberang jalan apartemennya itu dengan berjalan kaki. Setelah mengambil beberapa bahan makanan dan juga beberapa makanan ringan dan minuman, Micha segera ke kasir untuk membayar.
Dua kantong besar memenuhi kedua tangan Micha, namun Micha tidak merasa berat dia malah asyik melanggangkan kakinya untuk kembali ke apartemennya, tanpa disadari Micha ada mobil sport yang melaju sangat kencang yang hampir menabraknya, karena terkejut Micha mundur kebelakang hingga terjatuh dan belanjaannya jadi berserakan. Sang pemilik mobil sport itu pun dengan gesit menghentikan laju kendaraannya, dan turun dari mobilnya mendekati gadis yang hampir di tabraknya tadi.
“Sorry, kamu tidak apa-apa kan?” Tanyanya pada gadis itu sambil mengulurkan tangannya untuk membantu gadis itu berdiri.
“Tidak apa-apa.” Jawab Micha sambil mengambil belanjaannya yang berserakan, dia mengabaikan uluran tangan pria itu.
“Hei...butuh bantuan?” Ucap pria itu lagi.
“Anda ini sudah bersalah masih saja tanya melulu kalau mau bantu ya bantu saja.” Ucap Micha kesal.
Dan saat Micha selesai memunguti belanjaannya barulah dia menatap pria yang baru saja hampir menabraknya itu. Dan kali ini Micha harus di kejutkan lagi dengan pertemuannya yang tidak disengaja ini. Micha menghela nafasnya, berharap ini hanyalah mimpi siang bolongnya. Namun tetap saja pada kenyataannya yang berdiri dihadapannya kini seorang Jarvis salah satu CEO nya yang paling jahil.
“Kamu...?!” Triak Micha spontan.
“Oh...ternyata kamu. Mau dibantu tidak?” Ucap Jarvis dengan nada yang arogan.
“Tidak perlu.”
Micha lalu melangkahkan kakinya menyebrang jalan dan tak memperdulikan Jarvis yang masih berada disana.
“Sial, sok jual mahal banget gadis itu.” Ucap Jarvis kesal.
“Apa aku ini kena kutukan, bagaimana bisa terus-terusan berurusan dengan mereka. Arggghh...!!” Ucap Micha kesal.
Sesampainya di apartemen Micha meletakan belanjaannya di meja dengan kasar, lalu merebahkan tubuhnya sejenak diatas sofa.
“Dari pada memikirkan hal yang tidak penting sebaiknya aku segera mandi dan memasak.” Ucapnya pada dirinya sendiri.
Micha menikmati setiap guyuran sower yang membasahi tubuhnya. Mandi dengan air hangat membuatnya menjadi sedikit rileks dan tenang. Setelah selesai Micha bergegas mengambil pakaiannya di lemari, dia mengenakan celana jeans pendek seatas lutut dan t-shirt berwarna putih.
“Waktunya untuk pergi ke dapur.” Ucap Micha gembira.
Bermodal resep dari google, Micha mencoba memasak makanan yang paling mudah dahulu yaitu nasi goreng. Setelah belanjaan yang dia beli di cuci dan di letakkan di lemari es, barulah Micha mengambil beberapa bahan masakan yang di perlukan untuk memasak nasi goreng. Micha dengan perlahan meracik bumbu dan memotong beberapa sayuran untuk tambahan nasi gorengnya. Dan mengambil nasi di rice cooker yang dia masak sebelum berbelanja tadi agar di dinginkan terlebih dahulu. Setelah semua bumbu dan bahan sudah selesai dia racik, Micha mulai tahap untuk penggorengannya.
“Pakai margarin saja biar tidak terlalu berminyak nasinya.”
Hampir setengah jam lebih berkutat di dapur akhirnya nasi goreng yang dia buat selesai juga. Micha segera mengambilnya di piring dan mulai menyantapnya perlahan.
Micha tetap memaksakan dirinya untuk memakan masakannya sendiri walau rasanya kurang enak, dia akhirnya menghabiskan setengah dari masakannya.
“Sudahlah aku tidak sanggup lagi.”
Micha membuang sisa makanannya dan mencuci piring serta perabotan dapur yang sudah kotor tadi.
Prang prang prang..!!
Padahal hanya sedikit cucian piring dan peralatan dapur saja tapi Micha sungguh sulit menghadapinya, hingga dia memecahkan satu piringnya.
“Arrggghhh...!!! Aku sangat kesal, ternyata sangat susah hidup mandiri.” Ucapnya sembari menghentak-hentakan kakinya ke lantai karena saking kesalnya pada dirinya sendiri.
Setelah selesai membersihkan kekacauan yang dia buat, akhirannya Micha merasa lapar lagi. Sedangkan ini sudah menunjukkan pukul 21.00 malam.
“Kenapa aku tidak delivery order saja.” Ucapnya sambil menepuk jidatnya.
Tak perlu menunggu waktu yang begitu lama, makanan yang Micha pesan akhirnya datang.
Tok tok tok
Ceklek
“Martabak manisnya kak.” Ucap driver makanan online itu.
“Terima kasih, kembaliannya kamu ambil saja.”
“Terima kasih banyak kak.” Ucap driver itu lalu pergi.
Dengan lahapnya Micha menyantap makanannya. Dan....
Tok tok tok
“Aduchh siapa lagi sih?” Ucapnya tanpa sadar.
“Eh tunggu yang tau apartemenku kan baru Kakek dan Nenek, siapa yang malam-malam begini bertamu.” Ucapnya pada diri sendiri.
Micha lalu pergi untuk membuka pintunya.
“Kamu lagi....?!!!" Ucap Micha yang terkejut akan siapa yang berdiri di hadapannya kini.
.
.
.
.
.
.
Bersambung......
Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁
Terima Kasih 🙏🙏