MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
Pengungkapan



Saat Micha membalikan badan dan akan membuka pintu ruangan itu, Axelle dengan cepat menahan tangan Micha dengan raut wajah yang memohon Micha untuk tetap tinggal sebentar.


“Lepaskan tangan saya dulu.” Ucap Micha dengan nada datarnya.


Setelah melepaskannya barulah Axelle mencoba mengatur nafasnya untuk mempersiapkan hal apa yang ingin dia ucapkan dengan Micha.


“Micha maafkan aku yang kemarin sudah melakukan hal yang keterlaluan terhadapmu dan aku sebenarnya ingin mengatakan kalau aku sudah jatuh cinta sama kamu sehingga aku sering melukai hatimu dengan melakukan hal yang seharusnya tidak aku lakukan.” Ucap Axelle dengan serius.


Micha terbelalak mendengar pernyataan yang di ucapkan Axelle padanya, bagaimana tidak seorang CEO Arion Group yang di kenal dengan keangkuhan dan sikap dinginnya ini bisa jatuh cinta dengannya.


“Pak anda tidak salah minum obat kan?” Ucap Micha yang masih saja tidak mempercayai perkataan Axelle.


“Aku sungguh-sungguh Micha aku benar-benar sudah jatuh hati sama kamu.” Ucap Axelle lagi dengan wajah seriusnya.


FLASBACK ON


Setelah pulang dari Club malam itu Axelle benar-benar langsung menghubungi dokter pribadinya untuk mengecek kebenaran penyakit yang sedang dia derita ini. Setelah mengeluhkan dan memberitahu hal yang ia sedang rasakan sang dokter pun malah tertawa kencang.


“Dokter aku ini sebenarnya terkena penyakit apa? Kenapa dokter malah tertawa seperti itu?” Tanya Axelle yang heran dengan sang dokter.


“Apa sebelumnya kamu ini belum pernah berhubungan dengan wanita Tuan Axe?” Tanya dokter itu yang mencoba menahan tawanya.


“Sudah dok dengan Mama sama Oma.” Jawab Axelle dengan jujurnya yang mana membuat sang dokter semakin tertawa terbahak-bahak.


“Tuan Axe anda sungguh lucu.” Ucap sang dokter menahan perutnya yang sakit karena menahan tawanya.


“Dok jangan bercanda seperti ini, aku ini sebenarnya kenapa?”


“Haha baiklah saya akan menjelaskannya, anda dengar dengan seksama ya. Sebenarnya anda ini sedang mengalami penyakit yang namanya jatuh cinta Tuan Axe.”


“Jatuh cinta? Dengan siapa dok?” Tanya Axelle kebingungan.


“Belakang ini anda sering memikirkan seorang gadis bukan?” Tanya sang dokter lagi.


Axelle mencoba mengingat siapa yang sedang dia fikirkan belakangan ini.


“Tidak mungkin aku jatuh cinta dengan dia dok.” Bantah Axelle setelah dirinya mengingat bahwa belakangan ini dia hanya memikirkan tentang Micha.


“Aku tidak menyukai gadis kasar itu hanya saja aku memang sedikit mempunyai masalah dengannya sehingga akhir-akhir ini aku memikirkannya.” Imbuh Axelle lagi.


“Dia sudah membuatmu gelisah sampai seperti ini, kamu tidak bisa tidur di kala memikirkannya, mood mu sering berubah-ubah di saat dia ada di dekatmu ataupun saat dia tidak ada di dekatmu bukan begitu Tuan Axelle?” Jelas sang dokter lagi.


Ucapan sang dokter mulai Axelle cerna perlahan, dirinya sendiri bahkan tidak percaya jika dia jatuh cinta dengan seorang gadis kasar bernama Micha yang mana sangat jauh dari kriteria yang dia inginkan selama ini.


“Sebaiknya Tuan Axelle memikirkannya perlahan bagaimana perasaan anda sendiri terhadap gadis itu. Saya hanya memberitahukan hal yang sesungguhnya, mungkin sekarang anda tidak mengakui perasaan anda sendiri karena anda belum pernah merasakan hal yang namanya jatuh cinta. Sekian penjelasan dari saya ya Tuan Axelle, saya permisi dahulu.” Ucap sang dokter mengakhiri pemeriksaannya.


“Baiklah dok, terima kasih banyak atas penjelasannya.”


“Sama-sama Tuan Axelle.”


Axelle kemudian mengantarkan dokter pribadinya sampai depan pintu rumahnya. Dirinya lalu kembali masuk ke dalam rumah dan memikirkan apa yang baru saja di katakan sang dokter padanya. Setelah begadang memikirkan hal apa yang harus dia lakukan, Axelle dengan yakin untuk menyatakan perasaanya terhadap Micha entah nanti Micha menerima perasaannya atau tidak yang penting hatinya bisa merasakan sedikit lega jika dia sudah mengungkapkannya dengan jujur.


FLASBACK END


“Haha..Pak Axelle ini sama sekali tidak lucu, saya harus cepat pulang Pak saya baru ingat ada urusan lain.” Ucap Micha mencoba menghindari Axelle.


“Ok aku tahu kamu mungkin tidak percaya, tapi aku bakal buktiin ke kamu aku bersungguh-sungguh.” Ucap Axelle sekali lagi untuk meyakinkan Micha.


Micha terpaku mendengar ucapan Axelle, detak jantung Micha mulai tidak beraturan. Tapi dirinya segera menepis hal itu dan pergi meninggalkan Axelle sendiri di ruang itu tanpa berkata apapun lagi padanya.


“A..apa yang sebenarnya dia fikirkan kenapa mudah sekali mengucapkan kata-kata seperti itu. Aku benar-benar tidak bisa berfikir saat ini.” Ucap Micha lirih.


Micha masih belum bisa mencerna semua hal yang di ucapkan oleh Axelle padanya, namun perkataan Axelle membuat jantungnya berdegub lebih cepat dari biasanya. Micha mengartikan hal itu karena dia sedang ketakutan menghadapi Axelle yang tiba-tiba berkata hal-hal yang tidak pernah Micha duga sama sekali.


“Arrgghhh...!! Aku tidak bisa tidur.” Ucap Micha kesal sambil menutup kepalanya dengan bantal.


*****


Sepanjang malam Micha terus berguling kesana kemari di atas tempat tidurnya hingga menjelang pagi dirinya tetap tidak bisa memejamkan matanya sama sekali alhasil menimbulkan mata panda. Micha berjalan gontai menuju kamar mandi untuk memberaihkan dirinya, karena hari ini dia masuk shift pagi.


“Oh..tidak apa yang harus aku lakukan dengan mata pandaku.” Rengeknya.


Seusai mandi Micha berulang kali menguap rasa kantuknya yang mulai menjalarinya. Dia sangat malas masuk kerja hari ini, tetapi kalau tidak berangkat siapa yang akan jaga, Ciko hari ini kebetulan juga ada kuliah pagi.


“Hufftt...sepertinya penderitaanku masih panjang. Semangat Micha kamu harus berjuang tidak boleh malas.” Ucapnya menyemangati dirinya sendiri.


Sesampainya di toko kue Micha segera menyeduh kopi agar rasa kantuknya berkurang. Untungnya pelanggan pagi ini tidak begitu ramai jadi dirinya sesekali mencuri waktu untuk memejamkan matanya. Sampai pada saat salah satu pembeli mengagetkan Micha yang tertidur pulas di kursinya.


“Hei Micha..bangun.” Ucapnya beberapa kali memanggil nama Micha.


“Ughh..aku tertidur. Ah maaf ini kelalaianku, ucapnya seketika saat mengetahui ada pelanggan yang ingin membeli.”


“Tidak apa Micha, untungnya ini aku jika orang lain mungkin kamu sudah di maki-maki.” Ucap Jaxson pada Micha.


“Oh Pak Jaxson, terima kasih sudah membangunkanku Pak. Pak Jaxson ingin memesan apa?”


“Cake strawberry dan Coffe Latte ya.”


“Ok Pak tunggu sebentar.”


Dengan cepat Micha segera menghidangkan 2 pesanan Jaxson.


“Ini Pak selamat menikmati.” Ucap Micha sambil tersenyum.


“Aku akan menunggumu sampai jam pulang ya, ada yang ingin aku bicarakan.” Ucap Jaxson sedikit berbisik.


Micha yang mendengar ucapan Jaxson ini pun menjadi de javu baginya. Dia masih mengingat semua hal yang terjadi kemarin itu memang bukanlah mimpi.


“Hei Micha dengar tidak.” Ucap Jaxson lagi mengagetkan lamunan Micha.


“Oh..i..iya Pak Jaxson. Silahkan saja.” Jawab Micha sedikit terbata.


.


.


.


.


.


.


Apa yang akan di bicarakan oleh Jaxson ya???


.


Bersambung......


Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁


Terima Kasih 🙏🙏