
Sesampainya di apartemennya Micha hanya mengunci dirinya di kamar, Yora sempat menghubungi Micha beberapa kali tapi Micha tidak menggubrisnya, yang dia inginkan sekarang hanyalah ketenangan.
“Apa yang harus aku lakukan sekarang, haruskah aku mengundurkan diri atau bagaimana, jika aku mengundurkan diri sekarang semua yang sudah aku lakukan sejauh ini akan sia-sia ditambah Kakek Nenek pasti akan khawatir.” Ucap Micha lirih.
Sepanjang hari Micha terus bergelayut dengan fikirannya sendiri, dirinya sungguh frustasi keputusan apa yang harus dia buat, semuanya serba salah dan rumit. Disisi lain dia berat melepaskan pekerjaannya tapi disisi lain dia tidak sanggup jika terus-terusan diganggu oleh CEO nya. Hingga menjelang malam Micha masih saja di kamarnya dan belum makan apapun dari pagi tadi, wajahnya sedikit pucat karena kurang tenaga, dia hanya menitikkan air matanya jika mengingat hal yang di lakukan Axelle padanya.
Tok..tok..tok
Suara ketukan pintu terus berbunyi, Micha berjalan malas dan tanpa sadar untuk membuka pintu apartemennya.
“Siapa?” Ucapnya lesu.
“Kamu baik-baik saja Micha?” Ucap Axelle yang khawatir melihat keadaan Micha dengan wajah yang pucat.
“Ka..kamu pergi dari sini..!!” Ucap Micha sedikit terbata, dia mencoba teriak sekuatnya.
Bruukkkk...!!!
Micha jatuh pingsan dalam pelukan Axelle, karena tidak makan apapun dari pagi tubuhnya kurang tenaga hingga dirinya tak sadarkan diri. Axelle semakin merasa bersalah melihat keadaan Micha yang seperti ini, dia lalu menggendong Micha dan membawanya ke rumah sakit.
Tes..tes..tes..!! Cairan infus mentes perlahan.
Matahari pagi mulai meninggi membuat Micha dengan perlahan mengerjapkan matanya, bau obat yang sangat kental tercium di hidungnya. Dia melihat sekeliling hingga matanya menangkap sosok yang sangat dia benci saat ini.
“Kenapa aku bisa ada di rumah sakit dan untuk apa dia ada disini.” Ucap Micha lirih sambil mencoba mengingat kembali apa yang sudah terjadi kemarin.
“Ah..benar aku terlalu mengurung diriku hingga tidak nafsu makan dan ada orang yang datang ke apartemenku tapi aku tidak bisa mengingatnya dengan jelas karena pandanganku sudah kabur waktu itu, apa dia yang datang kemarin malam makannya dia membawaku kesini.” Gumamnya pada diri sendiri.
Axelle mulai membuka matanya dan saat melihat Micha yang sudah bangun pun dirinya langsung beranjak dari sofa yang dia pakai untuk alas tidur semalam.
“Bagaimana keadaanmu, sudah merasa enak?” Tanya Axelle membuka percakapan.
“Ya seperti yang anda lihat.” Jawab Micha sambil membuang muka kearah lain.
“Maaf untuk kejadian kemarin.” Ucap Axelle tulus.
“Untuk apa minta maaf, anda kan memang selalu melakukan hal-hal sesuka anda bukan, sekarang anda minta maaf lain hari mungkin anda akan melakukan hal yang sama lagi.” Ucap Micha kesal.
“Ya aku salah sudah kurang ajar denganmu Micha, tapi apa kamu harus jual mahal terus seperti ini?”
“Apa?! Jual mahal..heh..anda ini memang bisanya hanya meremehkan dan merendahkan orang lain.”
“Saya akan menulis surat pengunduran diri saya, besok saya akan serahkan langsung pada anda." Ucapnya lagi.
“Terserahlah.”
Braakkk...!!
Axelle menutup pintu ruangan Micha sedikit keras, akhirannya dia tetap saja menyakiti hati Micha. Axelle tak bisa berbuat banyak jika Micha memang benar akan mengundurkan dirinya, Axelle hanya bisa merutuki dirinya sendiri yang selalu bertindak bodoh dan kelewatan.
“Dia sebenarnya psyco atau gimana sih, kadang kelihatan baik kadang kaya iblis yang kejam, sebaiknya aku segera keluar dari rumah sakit ini.” Ucap Micha lirih.
Setelah mengurus prosedur keluar paksa dari rumah sakit Micha segera kembali ke apartemennya, dia berganti pakaian dan pergi dengan motor matic kesayangannya mengelilingi kota untuk mencari pekerjaan, hingga tibalah pada sebuah toko kue favoritnya yang selalu ramai di datangi pengunjung. Kebetulan disana terpampang kertas pengumuman yang membutuhkan karyawan secepatnya. Micha lalu masuk ke toko kue tersebut, kasir disana sudah hafal dengan Micha karena dia sering membeli kue disini.
“Hai Nona Micha, mau cake mocca lagi?” Tanya sang karyawan itu dengan akrab.
“Tidak, hari ini aku tidak ingin membeli tapi ingin bertemu dengan manager disini.” Ucap Micha pada karyawan itu.
“Nona mau melamar?” Tebak sang karyawan laki-laki yang bernama Ciko itu.
“Benar, apa kamu bisa panggilkan?” Pinta Micha sopan.
“Baiklah tunggu sebentar Nona, saya akan memanggilkannya anda bisa duduk dahulu.”
“Baiklah, terima kasih."
“Hallo Pak saya Micha.” Ucap Micha memperkenalkan diri.
“Baiklah, saya Ferdi manager disini. Kata Ciko kamu ingin melamar disini?”
“Benar Pak, saya membutuhkan pekerjaan ini.”
“Baiklah kamu bisa mulai kerja besok dan mulai masuk shift siang, untuk gaji dan yang lain kamu sudah jelas kan?”
“Sudah Pak Ferdi, terima kasih banyak Pak.” Ucap Micha sopan lalu mengundurkan dirinya pergi dari toko tersebut.
“Akhirnya aku bisa mendapat penggantinya secepat ini, besok pagi-pagi aku akan menyerahkan surat pengunduran diriku, sekaligus berpamitan pada Yora.”
Walaupun masih berat bagi Micha untuk melepaskan pekerjaannya di Arion Group dia dengan terpaksa harus mengundurkan dirinya, Micha sudah lelah berurusan dengan para CEO nya itu. Biarlah bekerja di toko kue ini gajinya kecil asal aku masih bisa bekerja dengan tenang tanpa gangguan mereka.
*****
Keesokan harinya Micha sudah siap dengan surat pengunduran dirinya, dia pergi menuju ruang managernya terlebih dahulu, untuk memberitahukan hal pengunduran dirinya ini, Pak Richard sempat menahan Micha agar memikirkan kembali untuk tidak mengundurkan dirinya. Begitu pula dengan ketua teamnya Pak Vero yang sudah menyukai kinerja Micha.
“Kenapa harus mengundurkan diri Micha, baru saja aku mempunyai teman disini, tapi sekarang dengan tiba-tiba kamu mengundurkan diri begitu saja.” Ucap Yora sedih.
“Maafkan aku Yora, sebenarnya aku juga sudah nyaman bekerja disini hanya saja ada alasan yang aku tidak bisa jelaskan, aku harus tetap mengundurkan diri.” Jelas Micha.
“Memang alasannya apa Micha, jika kamu memang sudah nyaman bekerja disini kenapa tetap mengundurkan diri?”
“Aku belum bisa cerita untuk saat ini Yor, nanti kalau aku sudah siap aku pasti akan cerita padamu.”
“Lalu sekarang kamu akan bekerja dimana? Perusahaan ini kan yang terbaik di antara yang baik.”
“Aku kemarin sudah melamar di toko kue Yor, walau gaji kecil yang penting aku masih bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhanku sendiri.”
Yora hanya memeluk Micha sedih, dirinya sungguh tidak rela Micha harus mengundurkan dirinya. Micha menenangkan Yora dengan dia berjanji akan sering berkunjung ke rumah Yora. Setelahnya Micha pergi ke ruangan Axelle dan menyerahkan surat pengunduran dirinya.
“Kamu serius akan hal ini Micha?” Tanya Axelle pada Micha serius.
“Ya.” Jawab Micha singkat.
“Apa alasanmu mengundurkan diri ini karena hal yang telah aku lakukan padamu?” Tanya Axelle lagi.
“Tidak.”
“Lalu apa alasanmu, berikan aku alasan yang jelas agar aku bisa acc surat pengunduran dirimu.”
Micha hanya terdiam dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh Axelle, dia bingung apa alasan yang harus dia katakan agar surat pengunduran dirinya secepatnya di setujui oleh atasannya ini.
.
.
.
.
.
.
Bersambung......
Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁
Terima Kasih 🙏🙏