MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
Nyonya Axelle



Keduanya menikmat masa liburan singkat mereka setelah menikah. Karena jadwal padat pekerjaan Axelle sehingga tidak bisa untuk berlama-lama meninggalkan perusahaannya. Apalagi dia juga harus mengurus Star Group yang kini semakin naik tingkat menjadi perusahaan nomor satu.


“Sarapan dulu sayang aku sudah menyiapkannya untukmu.” Ucap Micha pada Axelle yang baru saja turun tangga.


“Terima kasih sayang, kamu pagi-pagi buta sudah bangun dan menyiapkan sarapan untukku. Padahal di rumah banyak pelayan.”


“Ini sudah kewajibanku sayang, aku tidak mau orang lain yang melayani kebutuhanmu yang sederhana ini.”


“Baiklah sayang kamu atur sesukamu saja, asal kamu jangan terlalu kelelahan ya.” Ucap Axelle pasrah.


Keadaan pun menjadi lengang karena keduanya sedang menikmati sarapan tanpa berbicara apapun. Seusainya sarapan Axelle pin lalu berpamitan pada istri tercintanya untuk segera berangkat kerja, di karenakan hari ini ada pertemuan dengan Client dari Korea dan semua CEO Arion Group wajib datang semua.


“Sayang aku berangkat kerja dulu ya, jika kamu membutuhkan apapun kamu bisa bilang pada kepala pelayan di rumah dan jika kamu bosan di rumah kamu bisa pergi jalan-jalan dengan sopir rumah.” Pamit Axelle.


“Iya-iya sayang, sudah cepat berangkat nanti terlambat.” Sahut Micha lalu mencium punggung tangan Axelle.


Axelle pun lalu membalas ciuman di kening Micha.


“Hati-hati ya suamiku sayang.” Ucap Micha lembut.


“Iya istriku tercinta.”


Setelah mobil Axelle sudah meninggalkan kediamannya, Micha pun kembali masuk ke dalam rumah dan membantu pelayan rumah membersihkan piring kotor.


“Nyonya biarkan saya saja, nanti Tuan bisa marah dengan saya.” Ucap asisten rumah tangga yang sedang membersihkan piring dan gelas kotor itu.


“Tidak apa-apa Bi Tuan tidak akan memarahimu, aku yang akan bicara padanya nanti jika dia memarahimu.” Sahut Micha lembut.


“Ba..baiklah Nyonya dan terima kasih.”


“Wah...Nyonya sangat baik sekali berbeda dengan calon tunangan Tuan yang dulu. Sangat kasar dan semaunya sendiri. Semoga mereka terus langgeng sampai tua, Amin.” Ucap asisten itu dalam hati.


“Bi lain kali jangan sungkan, Bibi memang hanya asisten rumah tangga disini tapi kita kan masih sesama manusia, jadi harus tetap saling membantu dan menghormati, apalagi Bibi lebih tua dari saya. Tidak pantas jika saya tidak sopan kepada yang lebih tua.


“Nyonya baik sekali, pantas Tuan yang sangat dingin bisa menjadi selembut itu Nya. Saya dan teman-teman yang lain hampir terkena serangan jantung saat melihat Tuan bisa selembut itu Nya.” Ucap asisten itu.


“Tapi apakah Tuan pernah kasar sama bawahannya?” Tanya Micha menyelidik.


“Emm...sebenarnya Tuan tidak terlalu menuntut pekerjaan pada kami asal semua beres Tuan hanya diam dan tidak banyak komentar Nyonya.”


“Tapi ada beberapa waktu Tuan pernah marah besar entah karena apa jadi kami yang terkena imbasnya semua apa yang kami kerjakan menjadi serba salah di matanya Nyonya, tapi walau begitu Tuan tidak akan memecat kami.” Jelas asisten itu lagi.


“Mungkin dia memang sedang ada masalah besar Bi, sehingga melampiaskan emosinya sembarangan. Mulai saat ini aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi Bi. Jadi jangan khawatir ya.” Ucap Micha tulus.


“Terima kasih Nyonya, saya senang anda menjadi Nyonya kami. Anda sungguh baik sekali pada kami, meaki kami hanya seorang bawahan.” Asisten itu pun terharu dengan kata-kata Nyonya barunya itu.


“Sama-sama Bi. Sekarang semuanya sudah selesai saya akan kembali ke kamar saya ya Bi.”


“Baik Nyonya.”


Micha pun berlalu meninggalkan ruang dapur dan menuju ke kamarnya kembali. Di kamar Micha pun hanya iseng memainkan game yang berada di ponselnya hingga dirinya tertidur.


“Sayang bangun ini sudah siang, saatnya untuk makan siang.” Ucap Axelle yang membangunkan Micha secara perlahan.


“Uhhh..mengapa kamu sudah pulang sayang? Memang sudah selesaikah bertemu dengan clientnya?” Tanya Micha sambil meregangkan otot-otot tubuhnya.


“Semuanya berjalan dengan sukses sayang, aku sengaja pulang karena ingin mengajakmu makan siang di luar. Sehabis ini aku akan kembali lagi ke perusahaan tapi kamu ikut denganku ya.” Jelas Axelle.


“Mengapa harus ikut ke perusahaan sayang? Aku tidak mau mengganggu kerjamu.” Celetuk Micha.


“Emm nanti aku akan beritahu saat sampai disana ok. Aku ingin memberimu sesuatu.”


“Baiklah.” Akhirnya pun Micha menuruti perkataan suaminya.


Setelah Micha berganti pakaian mengenakan dress berwarna merah muda dengan high heels yang sepadan dengan warna bajunya dan sedikit memoles make up tipis pada wajahnya. Menambah betapa anggun dan cantiknya seorang Micha.


Axelle pun terpana di buatnya meski simple dan tidak berlebihan tapi itu membuat kecantikan Micha semakin terpancar.


“Sayang kamu sangat cantik.” Puji Axelle dengan pandangan yang terus menatap seluruh tubuh istrinya itu.


“Memangnya kamu baru menyadarinya kalau aku ini cantik?” Gerutu Micha.


“Tidak sayang, aku tahu kamu ini memang sudah cantik tapi sekarang semakin bertambah cantik.”


“Bibir kamu manis sekali ya suamiku, bisa membuat aku semakin jatuh cinta sama kamu.” Gemas Micha


“Tentu saja karena kamu kan istriku dan memang hanya kamu yang paling tercantik bagiku.” Goda Axelle.


“Sudahlah sebaiknya kita berangkat sekarang, nanti kamu terlambat masuk kantor.” Ucap Micha mengalihkan pembicaraan.


Karena rona wajahnya semakin memerah berkat kata-kata manis dari suaminya Axelle. Jantungnya sudah berdegup amat kencang di buatnya.


Axelle hanya tersenyum penuh kemenangan karena berhasil membuat istrinya tersipu malu karena ucapan manis darinya.


Axelle lalu melajukan mobilnya menuju restauran yang cukup dekat dengan Arion Group agar mereka tidak akan lama saat berkendara untuk kembali ke perusahaan.


.


.


.


.


.


.


Bersambung......


Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁


Terima Kasih 🙏🙏