
Seusainya bekerja dan kembali ke apartemennya Micha sesegera mungkin untuk memberi kabar pada Mama dan Papanya bahwa dirinya belum bisa pulang karena masih ada urusan pekerjaan yang harus dia selesaikan hari ini juga.
“Maaf ya Ma, Micha belum bisa pulang hari ini karena pekerjaan ini cukup urgent. Kalau besok bagaimana Ma?” Ucapnya di panggilan telephone.
“Haih...ya sudah sayang tidak apa-apa, besok Mama dan Papa akan jemput kamu ya.” Ucap Alice yang sedikit kecewa karena Micha belum bisa pulang ke rumah.
“Maafin Micha sekali lagi ya Ma, bikin Mama sedih.”
“Tidak sayang, kejutannya di tunda besok juga tidak masalah. Ya sudah kamu selesaikan pekerjaanmu dahulu ya, jangan lupa makan ya sayang, jaga selalu kesehatanmu.”
“Iya Ma itu pasti, makasih ya Ma.”
“Iya sayang.”
Setelah mengakhiri panggilan telephonenya Micha dengan segera membalas pesan dari Jaxson bahwa dirinya akan menunggu Jaxson menjemput di apartemennya.
“Aku sebaiknya segera bergegas membersihkan diriku.” Ucap Micha pada dirinya sendiri.
Seusai mandi Micha lalu memilih baju untuk ia kenakan malam ini, karena cuaca agak dingin dirinya memilih mengenakan celana jeans panjang dengan atasan T-shirt beserta Sweater untuk menghangatkan tubuhnya dari hawa dingin malam, dengan make up tipisnya dan dengan rambut yang dia gerai menambah kealamian kecantikannya.
Micha memang sengaja mengenakan pakaian yang santai, karena dirinya hanya menemani Jaxson saja dan tidak ingin terlibat dengan masalah tersebut. Micha sendiri pun lupa bahwa Kakek dan Neneknya belum ia beritahu bahwa dirinya sudah tidak bekerja lagi di Arion Group.
Tak perlu menunggu waktu yang lama pesan singkat dari Jaxson muncul di layar ponselnya, karena dia sudah tiba di depan apartemen Micha. Setelah membacanya pun Micha bergegas untuk turun untuk menghampiri Jaxson.
“Maaf Pak lama.” Ucap Micha merasa bersalah telah membuat Jaxson menunggunya.
“Tidak apa Micha, aku mungkin akan lebih bersalah jika sampai kamu yang menungguku.” Ucap Jaxson memberi perhatian pada Micha.
“Masuklah.”
“Baik Pak.”
Jaxson pun langsung melajukan mobilnya menuju kediaman Alexander. Di dalam keheningan itu pun Micha akhirnya buka suara terlebih dahulu.
“Pak Jaxson sebelumnya sudahkah membuat janji dengan Kakek saya?” Tanya Micha penasaran
“Ah..belum Micha, aku sedikit tidak nyaman jika harus memberitahukan masalah ini lewat telephone, jadi hal ini memang aku sengaja belum memberitahukan kepada Kakekmu.” Ucap Jaxson sedikit gugup.
“Baiklah kalau begitu biar aku saja yang memberitahukan Kakek.”
“Maaf merepotkanmu Micha.”
“Tidak masalah Pak, aku hanya membantu.”
Micha kemudian menghubungi sang kakek bahwa dirinya akan datang beserta seseorang yang ingin membuat kerjasama bersama kakeknya. Tanpa basa basi sang kakek pun menyuruh Micha untuk segera kesana karena sang kakek sangat tidak sabar siapakah gerangan orang itu, sampai-sampai Micha sendiri yang mengantarnya ke kediaman Alexander.
Kakek Micha pun hanya mondar mandir di depan pintu menanti kedatangan Micha, sedangkan Rimala yang melihat suaminya pun merasa kesal di buatnya.
“Sudahlah sayang stop mondar mandirnya, Micha pasti sebentar lagi sampai tadi kan dia sudah bilang bahwa udah di jalan. Kamu ini sudah seperti mau kedatangan cucu menantu saja.”
“Ya siapa tahu yang Micha bawa ini memang calon cucu menantuku.” Ucap Doni penuh harapan.
“Ya sudah duduklah kamu membuatku pusing, jika terus mondar mandir disana.” Gerutu Rimala.
“Baiklah-baiklah aku akan duduk bersamamu.” Ucap Doni mengalah.
Tak selang beberapa lama suara mobil pun terdengar memasuki halaman rumah kediaman Alexander. Dengan sesegera mungkin Doni pun menyambut kedatangan mereka.
“Kakek kenapa menunggu diluar, cuaca malam ini lumayan dingin, ini tidak bagus untuk kesehatan Kakek.” Celoteh Micha yang baru saja menginjakkan kakinya di teras rumah.
“Mana tamu buat Kakek Micha?” Tanya sang Kakek tidak sabar.
“Sebentar Kek dia sedang merapihkan berkasnya.”
Tak tak tak
Langkah kaki Jaxson semakin mendekati Micha dan Kakenya yang sedang berbincang.
“Hallo Tuan Doni Alexander.” Sapa Jaxson dengan sopan.
“Oh...ternyata kamu Nak Jaxson. Mari cepat masuk ke dalam di luar dingin.” Ucap Kakek Micha senang hingga mengabaikan cucunya sendiri.
“Ehem...cucu Kakek aku atau dia nih?” Tanya Micha dengan wajah cemberutnya.
“Tunggu dulu, Kakek sudah kenal dengan Pak Jaxson?” Tanya Micha dengan terkejut saat dirinya baru menyadari keakraban sang Kakek dengan mantan atasannya itu.
“Sudah Micha saat ulang tahun perusahaan kemarin Kakek langsung kenal akrab dengan Nak Jaxson.” Jawab sang Kakek jujur.
“Ya sudah ayo lanjutkan bicaranya di dalam saja ya Micha sayang.” Ucap sang Kakek lagi.
Micha lalu melangkah mengikuti langkah sang Kakek dan Jaxson. Sedangkan sang Nenek yang melihat Micha sudah ada didepan matanya pun langsung menghambur memeluk cucu kesayangannya itu.
“Micha sayang kenapa kamu baru kemari lagi, Nenek sudah sangat merindukanmu.” Ucap sang Nenek sambil memeluk erat Micha.
“Maafkan aku Nek, aku terlalu sibuk bekerja. Tapi Nek ini terlalu erat Micha susah bernafas.” Ucap Micha lembut.
“Oh..sayang maafkan Nenek, karena terlalu rindu kamu Nenek jadi ingin sekali terus memeluk erat dirimu.”
“Lain kali Micha pasti akan lebih banyak lagi meluangkan waktu Micha untuk Nenek ya.” Ucap Micha menenangkan sang Nenek.
“Benarkah?”
“Tentu saja Nek.”
“Sudah-sudah kangen-kangenannya nanti lagi ya, sekarang kita sedang kedatangan tamu jangan membuat tamu kita canggung.” Ucap Doni memisahkan acara berpelukan Nenek dan sang cucu satu ini.
“Ah..iya maafkan kami, ayo Nak duduklah bersama kami.” Ucap Rimala mempersilahkan Jaxson agar duduk bersama.
“Terima Kasih Nek.” Ucap Jaxson sopan.
Micha hanya mengernyitkan dahinya karena sedari tadi mantan atasannya ini sudah sangat terlihat akrab sekali dengan Kakek dan Neneknya. Dia berencana untuk menanyakan hal itu nanti.
“Tadi saya dengar dari Micha bahwa Nak Jaxson ini ingin mengajukan kerjasama dengan perusahaan Alexander ya?” Tanya Doni dengan serius.
“Benar Kek, ini proposal yang sudah saya buat, jika ada masalah akan saya revisi lagi.”
“Sebenarnya ini sudah bukan pekerjaanku lagi, tapi karena Nak Jaxson sudah datang secara langsung, tidak mungkin aku mengabaikannya.”
Di terimalah berkas itu dari tangan Jaxson dan di lihatlah dengan teliti oleh Doni yang saat ini sudah memakai kaca mata tebal. Doni hanya mengangguk-anggukan kepalanya sebelum komentar tentang proposal kerjasama tersebut.
“Ini cukup menarik aku akan menandatanganinya dan besok akan ku serahkan pada sekertarisku untuk di urus lebih lanjut.”
“Terima Kasih banyak Pak Doni Alexander.” Ucapnya formal sambil meminta jabatan tangan Doni.
“Haha kamu ini, sudah-sudah jangan terlalu formal seperti itu Nak Jaxson.”
“Jika saya tidak formal rasanya sedikit canggung Kek.”
Dari arah belakang datanglah seorang pelayan yang menghampiri mereka berempat.
“Maaf Tuan Nyonya makan malamnya sudah siap.” Ucap sang pelayan itu dengan hormat.
“Baiklah, terima kasih Bi.” Ucap Rimala lembut.
“Sama-sama Nyonya.”
Ke empatnya lalu menuju ruang makan. Tadinya Jaxson menolak karena merasa tidak enak, karena paksaan Kakek dan Nenek Micha akhirnya Jaxson memilih untuk pasrah.
.
.
.
.
.
.
Bersambung......
Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁
Terima Kasih 🙏🙏