
Kenangan indah semalam sungguh membuat wajah Micha merona kembali pagi ini. Dia menatap lekat wajah tampan suaminya yang kini masih terlelap, Micha lalu mencium kilas wajah Axelle. Kemudian beranjak dari tempat tidurnya dan membersihkan dirinya. Setelah itu Micha turun ke bawah untuk membantu asisten rumah tangganya untuk menyiapkan sarapan.
“Pagi Nyonya.” Sapa sang Asisten rumah tangga tersebut.
“Pagi Bi. Menu pagi ini apa Bi, biar saya bantu buat.” Ucap Micha lembut.
“Salad buah dan pancake madu Nyonya.” Sahut Asisten itu dengan sopan.
“Baiklah biar saya yang buat, Bibi buatkan susunya saja ya dan satu jus apel no ice.” Pinta Micha.
“Baik Nyonya.”
Kedua orang tersebut pun akhirnya sibuk dengan tugasnya masing-masing. Micha dengan sangat telaten membuat salad buah dan juga pancake madunya. Kini dirinya sudah cukup terbiasa dengan aktifitas paginya ini. Demi sang suami tercinta, Micha berusaha untuk melakukan segala hal yang di butuhkan oleh suaminya secara mandiri.
“Semua sudah siap Bi, tinggal Bibi rapikan di meja makan ya, saya mau membangunkan Tuan dulu.”
“Baik Nyonya.
Micha kemudian kembali beranjak menuju kamarnya yang terletak di lantai dua untuk membangunkan sang suami. Biasanya saat Micha kembali dari rutinitasnya di dapur, Axelle sudah rapih dengan kemejanya. Namun hari ini Micha harus berusaha keras untuk membangunkan Axelle yang saat ini masih terlelap.
Micha lalu berkacak pinggang dan menggelengkan kepalanya, karena Axelle cukup sulit untuk di bangunkan hari ini.
“Sayang ini sudah siang, nanti kita bisa terlambat. Aku tidak mau jika image aku jadi buruk gegara kamu ya. Mentang-mentang Nyonya CEO aku bisa datang ke kantor sesuka hati aku. Aku tidak mau di cap seperti itu. Sayang bangun..!!” Teriak Micha lebih kencang.
Hingga Axelle mulai meregangkan otot-ototnya, lalu menatap sang istri dengan senyum tampannya, tanpa basa-basi Axelle lalu menarik tangan Micha, hingga Micha terjatuh dalam pelukannya.
“Sayang apa yang kau lakukan?! Ini sudah siang?!” Ucap Micha yang berusaha untuk lepas dari pelukan suaminya itu.
“Kamu sangat menggoda sayang.” Ucap Axelle pada telinga Micha.
“Apa?!” Micha membelalakan matanya penuh, karena dia tahu akan menuju kemana hal ini.
“Tenangkan adik kecilmu dahulu sayang.”
Pernyataan itu semakin membuat Micha berontak dari atas tubuh Axelle.
“Sayang ini sudah siang, lepaskan aku sekarang!! Lihatlah jam dindingnya sudah menunjukkan pukul 07.30 pagi. Jika kamu tidak segera membersihkan dirimu sekarang nanti bisa terlambat.” Ucap Micha panjang lebar.
“Tenangkan adik kecilmu dahulu sayang, baru aku akan melepaskanmu.”
Micha menatap tajam suaminya sedangkan Axelle hanya tersenyum menggoda melihat Micha seperti itu. Untuk urusan ranjang Micha cukup kualahan karena Axelle pasti akan melakukannya lebih dari satu kali.
Kini Micha hanya pasrah saat tubuhnya sudah di penuhi peluh keringat dan nafas keduanya sama-sama memburu. Seusainya melakukan olah raga pagi tersebut, Micha mau tak mau harus kembali membersihkan dirinya dan berganti lagi. Karena pakaian yang ia kenakan tadi sudah berserakan di lantai. Dan hal ini pun menjadi kesempatan bagi Axelle untuk melakukannya lagi di dalam kamar mandi.
“Sa..sayang bisakah segera selesaikan ini, kita benar-benar bisa terlambat.” Ucap Micha terbata di sela aktifitas panas mereka.
Axelle lalu menyetujui permintaan Micha dan mulai mempercepat aktifitasnya agar segera usai. Hal itu tentu membuat teriakan suara Micha semakin meracau, hingga keduanya berhasil mendapatkan pelepasan bersama.
“Aku mencintaimu sayang.” Ucap Axelle lirih pada telinga Micha.
Micha hanya menunduk tersipu malu, mereka lalu secara bersama saling membantu membersihkan diri masing-masing. Aktifitas pagi ini cukup membuat kaki Micha sedikit lemas, Axelle benar-benar membuatnya tak berdaya.
“Kenapa kamu sayang?” Tanya Axelle dengan raut wajah tanpa dosa.
“Kenapa?! Ini semua karena ulahmu.” Gerutu Micha.
Micha kalah telak, wajahnya sudah merona merah dan tertunduk malu. Axelle memang sangat suka sekali menggoda istrinya itu, meski Micha sering bawel dan suka protes saat Axelle meminta jatahnya, akan tetapi saat sudah di atas ranjang Micha akan menjadi orang yang berbeda.
“Ya sudah, mari kita turun untuk sarapan. Setelah ini kita langsung berangkat.”
“Iya sayang.”
Keduanya kemudian menuruni anak tangga bersamaan untuk menuju ruang makan. Sang asisten rumah tangga mereka pun sempat menahan tawa, karena melihat sang Nyonya sudah berganti pakaian lagi.
“Oh Nyonya pantas saja cukup lama membangunkan Tuan, ternyata?” Ucap asisten itu dalam hati, sambil tersenyum karena malu sendiri.
Tak membutuhkan waktu lama untuk mereka sarapan. Axelle dan juga Micha kemudian bergegas memasuki mobil yang sudah siap di halaman rumah mereka, dimana Rendy sudah menunggu mereka hampir satu jam lamanya.
“Apa daya nasib seorang bawahan sepertiku, mempunyai boss yang sedang di mabuk cinta ini.” Ucap Rendy dalam hati.
Sesampainya di perusahaan Arion Group Micha lalu berpisah dengan Axelle dan menghampiri Joel yang sudah menunggunya sedari tadi di lobby.
“Maaf Joel aku lama, karena ada sedikit urusan di rumah tadi.” Celetuk Micha merasa bersalah.
“Tidak apa-apa pengantin baru.” Sahut Joel menggoda Micha.
“Haih..!! Kami ini sudah bukan pengantin baru lagi Joel kan sudah satu bulan lebih aku menikah.” Sahut Micha sedikit malu.
“Karena itulah masih hangat-hangatnya bukan?” Goda Joel lagi.
“Ah..sudahlah jangan menggodaku terus Joel. Sekarang ikut denganku ke bagian HRDnya,” Sahut Micha mengalihkan pembicaraan.
“Baiklah.” Celetuk Joel sambil terkekeh karena tingkah laku sahabatnya itu.
Joel hanya membuntuti Micha dari belakang. Namun tanpa disadari oleh Joel bahwa sedari tadi ada sepasang mata yang terus memperhatikannya.
“Cukup menarik!!” Ucapnya.
Sosok itu kemudian beranjak dari tempatnya dan berlalu pergi.
.
.
.
.
.
.
Bersambung......
Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁
Terima Kasih 🙏🙏