MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
Kabar Buruk & Penyesalan



Xia sudah tak sadarkan diri dan seluruh tubuhnya di penuhi dengan darah segar. Momy Kerin yang mendapat laporan dari pihak rumah sakit langsung syok dan pingsan. Sedangkan Xilio yang melihat hal tersebut pun langsung menghampiri Momynya dan mengambil ponselnya yang saat itu belum terputus sambungan panggilannya.


“Hallo..? Sebenarnya ada apa ya? Mengapa Momy saya menjadi pingsan?” Tanya Xilio merasa khawatir.


“Mohon maaf Tuan, saya ulangi sekali lagi kami dari rumah sakit pusat kota dan apa benar ini dengan keluarganya Nona Xia?” Ucap suster itu.


“Benar, saya kakaknya. Ada apa ya dengan adik saya?” Tanya Xilio semakin gugup.


“Beberapa saat yang lalu Nona Xia mengalami kecelakaan mobil tunggal dan saat ini nyawanya sudah tidak tertolong lagi. Mohon keluarga untuk mengurus jenazah dan administrasinya, saya mengucapkan turut berbela sungkawa.” Jelas suster tersebut.


“Apa...!!! Ba..baiklah sus, terima kasih atas informasinya. Kami akan segera kesana.” Jawab Xilio lemas.


“Baik Tuan.”


Setelah panggilan tersebut di matikan, Xilio dengan segera mengabari sang Kakak Jarvis. Sedangkan Jarvis sendiri masih sibuk dengan urusan pekerjaanya. Ponselnya yang terus berdering pun tidak di hiraukannya. Sampai dia merasa kesal karena panggilan tersebut tidak henti-hentinya mengganggu aktivitas kerjanya.


“Siapa sih..?!” Geram Jarvis.


Saat melihat semua panggilan itu dari Xilio, Jarvis pun dengan buru-buru memanggilnya kembali.


“Hallo Xi, ada apa?! Mengapa kamu menelfonku sebanyak ini?” Tanyanya khawatir.


“Kak Xia Kak.” Ucapnya terbata dan sedikit parau suaranya.


“Ada apa dengan Xia?” Sahut Jarvis langsung datar, karena dirinya mengira Xia membuat onar lagi.


“Xia kecelakaan dan tidak bisa di selamatkan Kak.” Ucap Xilio dengan matanya yang sudah memerah.


“A..apa..?!! Kamu jangan bercanda Xi, ini tidak lucu sama sekali.”


“Aku sungguh-sungguh Kak, aku juga baru mendapat kabar dari rumah sakit pusat kota. Dan Momy sekarang pingsan Kak.” Jelas Xilio lagi.


Jarvis terduduk lemas mendengar berita tersebut. Sedangkan kini di media sosial pun semakin ramai karena kejadian gadis yang mengalami kecelakaan tunggal ini sudah di ketahui publik bahwa dia adalah gadis yang arogan dan sombong sebelumnya. Yang bahkan belum ada setengah jam dari dia melarikan diri setelah membuat masalah dengan keluarga Alexander.


Jarvis dan keluarganya kini sedang mengurus jenazah dan pemakaman untuk Xia. Axelle, Jaxson dan Wilfred pun tidak menyangka hal ini terjadi pada Xia. Mereka juga terkejut akan berita yang menampilkan Xia merendahkan Micha di hadapan banyak orang.


Keluarga Alexander pun tak luput dari pemeriksaan kepolisian karena merekalah yang terakhir kali terlibat cekcok dengan korban. Setelah kepolisian mendapatkan bukti-bukti yang jelas dari keluarga Alexander maupun dari pihaknya sendiri. Polisi sudah menetapkan bahwa itu memang murni kecelakaan tunggal dan kejiwaan korban ternyata sedikit ada gangguan mental.


Momy Kerin yang tak terima akan kebenaran tersebut terus histeris dan berteriak menyalahkan keluarga Alexander. Setelah usai pemakaman Xia, satu persatu pelayat mulai pergi meninggalkan kediaman Jarvis. Kecuali para sahabat dan juga keluarga Alexander yang masih disana.


“Momy stop menyalahkan keluarga Alexander. Apa Momy tahu semua hal yang terjadi pada Xia juga disebabkan dari ulah Momy sendiri.” Teriak Jarvis yang sudah geram dengan kelakuan Momynya itu.


“Mom setelah Papa meninggalkan keluarga ini, Jarvis lah yang menjadi peran kepala rumah tangga. Jarvis bekerja keras karena ingin membahagiakan keluarga ini. Tapi apa yang Momy dan Xia lakukan di belakang Jarvis.”


“Jarvis sudah pernah bilang stop untuk melakukan hal yang terlewat batas, tapi apa?! Momy dan Xia sama sekali tidak mendengarkan Jarvis. Bukan mereka yang membalas perbuatan kalian, tapi Tuhan langsung yang membalas atas perbuatan kalian.”


“Jika Momy masih saja seperti ini dan tidak menginstropeksi diri, lebih baik Jarvis pergi dari rumah ini dan tidak lagi menjadi bagian keluarga ini. Jarvis sudah muak dengan semuanya Mom, Momy selalu saja mementingkan harta dari pada kami anak-anak Momy yang lebih butuh perhatian dan kasih sayang dari Momy.”


Mata Jarvis sudah memerah, cairan bening keluar di ujung pelupuk matanya, rambutnya sudah acak-acakan karena menahan emosinya yang sudah meluap-luap dengan menjambak rambutnya agar dia tak berbuat kasar pada Momynya tersebut.


Panjang lebar Jarvis terus mengungkapkan perasaan yang telah terpendam selama ini. Dia sangat menghormati Momynya selama ini sehingga Jarvis tidak pernah berkomentar lebih dan memilih banyak diam atas tindakan-tindakan Momynya yang terlalu keras pada anak-anaknya, dan semua yang di lakukan Momynya itu hanyalah karena harta.


Momynya hanya terduduk menangis terisak dan semua hal itu masih di saksikan para sahabat dan juga keluarga Alexander.


“Sayang maafkan Momy..maafkan Momy. Momy menyesal Nak tapi semuanya sudah terlambat.” Ucap Momy Kerin di sela isak dan derai air matanya.


Jarvis langsung mengangkat bahu Momynya dan memeluknya erat. Air mata Jarvis bahkan sudah menetes di wajah tampannya, sedangkan Xilio juga tak kalah sedihnya dengan adegan yang baru saja terjadi ini.


Xilio sangat mengetahui Kakaknya Jarvis sangat pintar menutup rapat kegundahan hatinya dan dia lebih sering memperlihatkan wajah jahil dan senyumannya saat di hadapannya maupun di hadapan orang lain. Tapi tidak dengan Momynya, Jarvis memang selalu dingin dan cuek terhadap Momynya sendiri.


Para sahabat Jarvis dan juga Micha bahkan tidak pernah menyangka Jarvis bisa seseram ini saat dia marah dan bahkan mampu bersikap sangat dewasa. Karena yang mereka tahu hanyalah kejahilan Jarvis kalaupun ada masalah Jarvis hanya selalu bilang, mereka bertengkar karena adu mulut saja dan Jarvis lebih memilih menghabiskan waktunya dengan meminum wine di club.


“Sekarang Momy harus berjanji pada Jarvis stop melakukan hal-hal yang terlewat batas lagi. Dan stop untuk hanya memikirkan harta saja Mom.” Ucap Jarvis lembut dan mengusap air mata Momynya.


“Momy berjanji Nak, Momy akan berubah dan akan lebih memperhatikan kalian berdua.” Ucap Momy Kerin tulus.


“Baguslah Mom, mari kita buka lembaran yang baru. Dan kita doakan semoga saja Xia bisa mendapatkan kebahagiaannya disana.”


“Iya sayang.”


Ketiga nya pun berpelukan penuh haru, Ibu dan kedua anaknya itu pun tersenyum penuh makna. Semua yang menyaksikan hal tersebut juga terbawa suasana harunya.


Setelah hari semakin larut mereka semua berpamitan untuk kembali ke rumah mereka masing-masing.


“Terima kasih semuanya dan sekali lagi maafkan atas kelakuan saya sebelumnya.” Ucap Momy Kerin yang mengucapkan kata maaf terutama untuk keluarga besar Alexander.


Setelah keduanya berpamitan dan saling bermaafan, satu persatu mobil mewah itu pun pergi meninggalkan kediaman Jarvis.


.


.


.


.


.


Jadi ingat ya apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai.🙏🙏 Authornya sok bijak nih..Mohon maaf ya ini sama sekali tidak ada maksud untuk menyinggung siapapun. Idenya author sedang menghalu tinggi jadi di buat agak dramastis ya..😁🙏🙏


.


.


.


.


.


.


Bersambung......


Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁


Terima Kasih 🙏🙏