
Sosok itu tak lain adalah Axelle, mata tajamnya terus memandang ke arah Micha walau Micha sudah masuk ke gedung apartemennya, Axelle masih terus berada di tempatnya lumayan lama, barulah dia pergi meninggalkan tempat itu.
“Apa yang harus aku lakukan agar kamu mau bekerja kembali di Arion Group Micha.” Ucap Axelle lirih.
Rendy yang melihat tuannya sedang frustasi pun ikut merasa sedih, sebenarnya tuannya ini orang baik hanya saja sikapnya banyak yang salah saat dirinya mulai menunjukkan perhatian, dan gengsinya itu sungguh semakin membuat dirinya sendiri dalam keadaan sulit, contohnya ya seperti sekarang ini. Axelle memiliki rasa terhadap gadis yang bernama Micha tapi hasilnya dia malah terus menyakiti hatinya dan dirinya sendiri tidak menyadari rasa yang dia miliki untuk gadis itu.
“Semoga kedepannya anda bisa merubah sikap dan sifat anda ini tuan.” Ucap Rendy dalam hati.
Keesokan paginya Micha mulai beraktifitas seperti biasa, kini dia giliran masuk shift pagi dan Ciko masuk shift siang. Di pagi hari jika hari biasa sedikit ramai tapi jika mulai siang tidak begitu ramai lagi.
“Satu cake coffee dan chocolate.” Ucap sosok pria tampan itu memesan.
“Baik, ada lagi?” Tanya Micha pada pria itu. Pria itu lalu menatap Micha dan terkejut.
“Micha?! Kamu bekerja disini?” Ucap Wilfred mantan CEO nya.
“Ah..Pak Wil, iya pak sekarang saya bekerja disini.” Jawab Micha sopan, dirinya juga tak kalah terkejutnya ternyata CEO nya itu pelanggan di toko kue ini.
“Wil lama sekali aku sudah lapar.” Teriak Jarvis yang sudah tidak sabar.
Jarvis yang tadinya duduk di salah satu meja pun menghampiri Wilfred yang sedari tadi memesan tidak kembali-kembali.
“Lama sekali Wil.” Ucap Jarvis lagi.
Micha yang melihat Jarvis pun hanya menundukkan kepalanya memberi salam.
“Oh..ternyata dia yang membuatmu lama.” Ucap Jarvis dengan nada jengah.
“Diam kamu Jarvis sebaiknya tunggu di mobil saja.” Celetuk Wilfred memperingatkan.
“Cih..” Ucap Jarvis lalu pergi dari toko kue tersebut dan menunggu Wilfred di mobil.
“Maaf atas kelakuan Jarvis ya, dia tidak banyak tahu kronologi masalah yang kemarin, dia hanya mencoba membela Axelle, makannya dia bersikap seperti itu terhadapmu.” Ucap Wilfred mencoba menjelaskan.
“Tidak masalah Pak, saya sudah tidak ingin membahas hal itu lagi. Kalau begitu apa ada yang ingin anda tambah lagi?” Tanya Micha mengalihkan topik pembicaraan.
“Tambah dua minuman Vanila latte saja.”
Micha kemudian dengan gesit menyiapkan pesanan Wilfred.
“Ini Pak Wil pesanan dan kartu anda. Terima kasih sudah berkunjung, semoga anda puas dengan layanan kami.” Ucap Micha setelah selesai memberi pesanan dan menggesek kartu milik Wilfred untuk pembayarannya.
“Oke Micha, sampai jumpa lagi.” Ucap Wilfred lalu pergi menghampiri Jarvis yang sudah terlihat kesal karena menunggunya begitu lama.
“Sebenarnya apa yang kau bicarakan dengan gadis itu Wil, lama sekali.” Gerutu Jarvis.
“Sudahlah jangan seperti anak kecil, ini sarapanmu.” Ucap Wilfred sambil menyerahkan cake rasa Coffee dan minumannya pada Jarvis.
Wilfred lalu melajukan mobilnya kembali menuju perusahaan. Hari ini Jarvis tiba-tiba menghampiri ke rumahnya hanya untuk ikut berangkat bersama sekaligus menyuruh Wilfred membelikan sarapan ini untuknya, cake di toko itu memang enak Jarvis malas untuk mengantri hingga dia menyuruh Wlfred sekalian saat membeli sarapannya juga.
Setibanya di perusahaan mereka masih seperti biasanya melakukan aktivitas pekerjaan masing-masing, tapi tidak dengan Axelle wajahnya terlihat lesu dan tidak fokus dengan pekerjaannya dia masih saja memikirkan masalahnya dengan Micha. Dia terus memikirkan cara apa yang akan dia lakukan untuk menghadapi Micha, agar Micha dapat memaafkan kesalahannya.
*****
Doni Alexander sudah membuat undangan untuk hari jadi perusahaan Alexander pekan ini tentunya akan banyak kalangan atas yang akan hadir, namun pesta ini tidak akan ada reporter ataupun wartawan yang akan meliput, acara ini memang di selenggarakan secara tertutup dari media.
“Sayang sabtu nanti kamu harus ikut hadir menemani nenek ya.” Ucap Rimala di balik telefon pada cucu kesayangannya itu.
“Baiklah Nek.” Ucap Micha pasrah.
“Bagaimana dengan pekerjaanmu akhir-akhir ini sayang?” Tanya sang Nenek membuat Micha langsung menelan salivanya.
“Ah..pekerjaan Micha baik-baik saja kok Nek, Nenek jangan khawatir.”
“Benarkah? Dari suaramu spertinya ada sesuatu yang terjadi?” Tanya Neneknya menyelidik, karena Rimala paling tahu gelagat Micha.
“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan Nek, hanya ada beberapa maslah kecil saja, Micha bisa handle kok.” Ucap Micha menenangkan Neneknya.
“Baiklah kalau begitu sayang, nanti sabtu pagi Nenek akan langsung menjemput kamu ya.”
“Baik Nek.” Jawab Micha sebelum menutup panggilannya.
“Apa Pak Ferdi akan mengizinkanku ya.” Ucap Micha lirih.
“Hayo ngelamunin apa Kak? Mentang-mentang udah sepi ya, malah enak melamun.” Ucap Ciko yang mengagetkan Micha.
“Ciko udah datang kamu?”
“Sedari tadi Kak, Kak Michanya aja yang tidak menyadarinya karena keasyikan melamun.” Goda Ciko lagi.
“Aku sedang memikirkan sesuatu Ciko, dan mungkin ini akan merepotkanmu.” Ucap Micha sedikit ragu.
“Katakan saja Kak, apa yang bisa aku bantu?”
“Umm..sebenarnya weekend ini aku ada acara keluarga, Nenekku baru saja memberitahukanku, aku ingin izin dengan Pak Ferdi tapi aku takut Pak Ferdi akan marahiku Ciko karena di weekend pertamaku sudah meminta izin cuti.”
“Oh..hanya ini Kak.”
“Iya, di tambah lagi kamu pasti bakal kualahan lagi nanti.
“Masalah Pak Ferdi Kak Micha coba ngomong baik-baik secara langsung kalau itu urusannya memang mendesak dia pasti akan izinkan Kak Micha cuti, dan kalau untuk masalah jaga toko aku kan memang sudah terbiasa sendiri sebelumnya Kak, jadi tidak masalah buatku.” Jelas Ciko.
“Terima kasih banyak ya Ciko, nanti sebelum pulang aku akan pergi meminta izin ke Pak Ferdi.”
“Ya sudah sebaiknya Kak Micha segera berkemas, sekarang giliranku untuk berjaga.” Ucap Ciko dengan semangat.
“Baiklah Ciko, terima kasih.”
“Sama-sama Kak Micha.”
Setelah Micha membantu Ciko sebentar barulah dia berkemas dan pergi ke ruangan atasannya.
Tok tok tok
“Masuk.” Ucap sang atasan dari dalam.
“Permisi Pak Ferdi.” Ucap Micha sopan.
“Oh..ya Micha ada apa?”
“Begini Pak mohon maaf sebelumnya, saya ingin meminta cuti weekend ini apa bisa Pak?” Tanya Micha dengan hati-hati.
“Aku kira kamu meminta maaf karena ingin mengundurkan diri, saya sempat kaget tadi karena saya sudah suka dengan kinerja kamu. Jika hanya cuti tidak masalah Micha, memangnya kamu ada masalah sampai weekend ini minta untuk cuti?”
“Tidak Pak hanya saja sedang ada urusan keluarga dan saya harus hadir disana.”
“Ya sudah kalau begitu, uruslah urusanmu dengan benar ya.” Ucap atasannya itu dengan sopan.
“Terima kasih banyak Pak, kalau begitu saya pamit undur diri Pak.” Ucap Micha sopan.
“Baiklah.”
Micha lalu pergi dari ruangan atasannya itu dengan hati yang tenang, dia beruntung bisa mendapatkan teman sekaligus atasan yang baik pula.
.
.
.
.
.
.
Bersambung......
Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁
Terima Kasih 🙏🙏