MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
Pertemuan Tak Terduga 2



Pesta perayaan hari jadi perusahaan Alexander pun tiba, pestanya pun diadakan langsung di kediaman utama Alexander, Doni Alexander dan istrinya Rimala sudah berada di ruang utama menyambut para tamu. Tak selang beberapa lama Zayn Alexander dan Alice Angelica Hutomo juga telah hadir, mereka lalu menghampiri Doni dan Rimala untuk memberi salam.


“Semoga sukses selalu dan panjang umur perusahaan Alexandernya ya Pa.” Ucap Alice menyalami mertua lelakinya itu kemudian memeluk dan mencium mertua perempuannya.


“Semoga Papa dan Mama juga selalu sehat ya.” Ucap Zayn pada Papa dan Mamanya.


“Micha kok belum kelihatan Ma?” Tanya Alice pada mama mertuanya.


“Dia mungkin masih berdandan di atas sayang, coba kamu lihat ke kamarnya saja ya.” Jawab Rimala lembut.


“Baiklah kalau begitu Alice tinggal dulu ya Ma.”


“Iya sayang.”


Alice kemudian pergi ke atas menuju kamar Micha, sedangkan Zayn menemani Papanya untuk berbincang dengan para kolega mereka. Dan mertuanya Rimala menjamu para istri dari kolega suaminya.


Tok..tok..tok..


”Micha ini Mama sayang, boleh masuk?” Ucap Alice dari luar kamar Micha.


“Iya Ma, masuk aja.” Jawabnya.


“Kamu belum selesai berdandan sayang?”


“Sudah kok Ma, hanya saja Micha masih malas untuk ke bawah.”


“Kamu cantik sekali sayang.” Ucap Alice yang melihat anaknya dari pantulan cermin.


Alice lalu mendekati Micha yang masih berada di depan meja riasnya.


“Kamu sudah cantik seperti ini kenapa masih malas untuk ikut bergabung di pesta sayang?”


“Ya hanya malas saja Ma, mereka kebanyakan cuma cari Muka dan perhatian kita saja, Micha tidak suka orang-orang yang menjilat seperti itu.”


“Hush..kamu tidak boleh berbicara seperti itu. Bagaimanpun juga mereka para tamu kakekmu, jadi Micha harus tetap menghormatinya ya. Sebaiknya kita segera turun sekarang.” Ucap Alice dengan lembut.


“Baiklah Ma.” Jawab Micha sedikit malas.


Pesta mulai bertambah ramai dan semakin banyak para kolega, teman, sahabat, kerabat jauh yang mulai berdatangan, jam sudah menunjukkan pukul 20.00 malam. Alice dan Micha kemudian menuju lantai bawah untuk ikut bergabung bersama. Setiap langkah kaki mereka menjadi pusat perhatian para tamu, terutama Micha yang mana malam ini sungguh bagai bidadari dengan gaun panjangnya berwarna peach, sepatu heels berwarna peach juga dan di tambah riasan natural yang senada dengan gaunnya, walau polesan make up Micha hanya tipis tapi kecantikannya sungguh luar biasa hingga membuat para tamu undangan terpesona dan memuji kecantikan serta keanggunannya.


Kecantikan Micha pun tak luput dari pandangan empat pria tampan yang sedari tadi berada di pojok ruangan, mereka tak lain lagi adalah CEO Arion Group Axelle, Jaxson, Wilfred dan Jarvis. Jarvis yang selalu memandang rendah Micha karena penampilannya kini dia menelan salivanya karena terpesona dengan kecantikan Micha, begitu pula dengan Axelle yang merasakan detak jantungnya berdetak dengan cepat saat melihat keanggunan dan kecantikan Micha malam ini. Sedangkan Jaxson dan Wilfred hanya tersenyum bahagia melihat Micha yang malam ini menjadi sang tuan putri.


“Aku tahu kamu memang sangat cantik Micha, walaupun tidak memakai make up kecantikanmu itu sudah natural.” Ucap Jaxson dalm hati.


“Bagaimana bisa seorang bidadari seperti ini Axelle kecewakan. Kamu sungguh wanita yang penuh kejutan Micha, aku semakin tertarik denganmu.” Ucap Wilfred dalam hatinya juga.


“Apa aku punya kesempatan untuk menebus kesalahanku malam ini Micha.” Ucap Axelle dalam hatinya.


Axelle menunduk lesu dan dia memilih pergi dari ruangan itu seorang diri, dia menuju taman yang berada di luar halaman rumah Alexander. Axelle mencoba menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan, jika dia mengingat kejadian waktu itu dadanya merasakan sesak, sebenarnya dia sama sekali tidak ingin memperlakukan Micha seperti itu, tapi egonya selalu saja mengalahkan hati nuraninya. Entah pertanda apa ini, dia belum pernah menjadi bimbang dan gelisah seperti ini sebelumnya. Axelle lalu menengadahkan kepalanya dan memejamkan matanya sejenak menikmati udara malam yang tenang.


Sedangkan saat ini di ruang pesta Micha mencoba memberi hormat kepada para tamu dengan senyum palsunya, dirinya sangat lelah terus berpura-pura menjadi anggun seperti ini dan harus terus tersenyum memberi salam. Hingga matanya manatap tiga sosok yang tidak ingin lagi dia temui, Micha menghembuskan nafasnya pelan lalu menunduk memberi hormat terhadap mereka tapi dengan senyum tipisnya, setelahnya Micha membuang muka dan berbalik arah menuju Papa, Mama, Kakek serta Neneknya berada. Dia tak menghiraukan tatapan ke tiga mantan CEO nya itu.


“Untung saja dia tidak ada disini.” Ucap Micha dalam hati.


“Baiklah, terserah kamu saja sayang.” Jawab Kakeknya lembut.


Micha kemudian beranjak dari ruang pesta dengan membawa segelas jus di tangannya. Berjalan menuju taman di halaman rumah karena disana tidak terlalu ramai, dia menuju ke rumah kaca yang berada di taman tersebut karena sedikit gelap dan tidak terlalu memperhatikan jalan Micha tersandung oleh sesuatu hingga dirinya terjatuh dan gaunnya terkena jus yang dia bawa.


“Awww...!!! Siapa yang menghalangi jalan sih.” Decak Micha kesal.


Axelle yang sedari tadi memejamkan matanya di kagetkan oleh sesuatu yang menabrak kakinya, saat dia melihat ke arah tersebut ternyata Micha jatuh tersandung oleh kakinya.


“Kamu baik-baik saja Micha?” Tanyanya khawatir.


Micha lalu menolehkan kepalanya ke arah sumber suara tersebut, Micha sungguh sudah hafal dengan suara dan nada bicara orang tersebut, hatinya semakin gusar dan kesal saat menatap orang itu memang orang yang paling ingin dia hindari.


“Aku baik-baik saja, anda tidak perlu membantu.” Ucap Micha dengan ketus.


Lalu dirinya mencoba berdiri dan mngibas-ngibaskan gaunnya yang basah karena jus tadi. Saat Micha akan melangkah pergi meninggalkan tempatnya, Axelle dengan tiba-tiba menahan pergelangan tangan Micha.


“Lepaskan tangan saya.” Ucap Micha kesal.


“Aku tidak akan melepaskannya, jika kamu belum memaafkan aku. Katakan saja apa yang harus aku lakukan supaya kamu memaafkan kelakuan waktu itu.” Ucap Axelle bersikukuh, sambil dirinya berlutut di hadapan Micha.


“Apa yang anda lakukan Pak Axelle, jika anda seperti ini hanya akan mengundang perhatian para tamu dan anda tahu mereka mungkin akan mengecam saya sudah menindas anda sampai-sampai anda berlutut seperti ini.”


“Jika kamu masih belum memaafkan aku, aku akan terus seperti ini sampai kapanpun.”


“Jika anda ingin terus berlutut disini silahkan saja, tapi lepaskan tangan saya.” Ucap Micha yang semakin kesal.


“Tidak akan, aku tidak akan melepaskannya sampai kamu memaafkan aku.”


Micha sungguh kesal dan di buatnya frustasi, jika terus seperti ini yang ada akan membuat pesta kakeknya berantakan, Micha tidak mau itu terjadi. Dia harus melakukan sesuatu agar mantan CEO nya itu tidak terus berlutut dihadapannya.


“Kalau begitu anda sekarang ikuti saya.” Ucap Micha mencoba menahan amarahnya.


Axelle yang mendengar penuturan dari Micha merasa senang dan dia menuruti perkataan Micha untuk mengikutinya tanpa melepaskan tangannya dari pergelangan tangan Micha.


.


.


.


.


.


.


Bersambung......


Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁


Terima Kasih 🙏🙏