
Tak terasa waktu terus bergulir begitu cepat, berat rasanya Jaxson saat ingin berpamitan pada Kakek dan Nenek Micha, karena dirinya sangat betah disana dan ingin terus berbincang dengan keduanya. Tapi jika dirinya melakukan hal itu, Micha pasti akan semakin tidak menyukainya.
“Nak Jaxson tunggu sebentar, selagi masih disini aku ingin menanyakan beberapa hal.” Ucap Doni dengan wajah seriusnya, membuat Jaxson harus menelan salivanya.
“Iya Kek, silahkan.” Jawab Jaxson sambil menyembunyikan kegugupannya.
“Bagaimana kinerja Micha di perusahaanmu? Apakah dia membuat masalah?”
Pertanyaan itu membuat Micha sangat terkejut dan gelagapan, sedangkan Jaxson langsung mengerti apa yang di lakukan Kakek Micha ini dengan mengajukan pertanyaan yang sama seperti waktu pesta saat itu, dia hanya ingin memancing Micha agar menceritakan keseluruhan rahasia yang di sembunyikannya.
Jantung Micha berdegup sangat cepat, keringat dingin tiba-tiba membasahi tangannya karena gugup. Dia sungguh tidak tau apa yang harus dia lakukan saat ini, apa dia harus jujur atau berbohong. Sedangkan Jaxson sangat kebingungan untuk menjawab pertanyaan Kakek Micha yang sudah jelas tahu jawabannya apa. Melihat Jaxson yang kesulitan menjawab akhirnya pun Micha harus tetap berkata jujur pada Kakek dan Neneknya.
“Kakek...!!” Panggilnya sambil menghembuskan nafas panjang.
Sedangkan sang Kakek sengaja menunggu kelanjutan dari perkataan Micha.
“Sebenarnya aku sudah tidak lagi bekerja di Arion Group.” Ucapnya sedikit gugup.
“Sejak kapan Micha, kenapa kamu tidak memberitahukan pada kami, lalu bagaimana cara kamu membiayai kehidupanmu sehari-hari?” Celetuk sang Nenek yang langsung memberikan Micha banyak pertanyaan.
“Maafkan aku Kek Nek, Micha sengaja tidak memberitahukan hal ini karena Micha tidak ingin kalian khawatir. Dan saat ini Micha sudah bekerja di toko kue langganan kita.” Ucap Micha sambil tertunduk.
“Seharusnya kamu bilang saja pada kami sayang, kami juga tidak akan memarahimu. Asal kamu senang kami akan selalu mendukungmu.” Ucap sang Kakek menenangkan Micha agar dirinya tidak merasa bersalah.
“Terima kasih Kek, lain kali Micha tidak akan mengulanginya lagi.” Ucap Micha kembali tersenyum.
“Lalu apakah Kakek boleh tahu alasan kamu sudah tidak bekerja lagi di Arion Group?” Tanya sang Kakek lagi.
“Umm..masalah itu Micha minta maaf Kek, Micha tidak bisa memberikan jawabannya hanya saja Micha memang tidak ingin lagi bekerja disana.” Ucap Micha gugup.
“Baiklah Kakek tidak akan tanya lagi masalah kamu sudah tidak bekerja di Arion Group. Tapi kamu dan Nak Jaxson sepertinya sudah kelihatan dekat?” Ucap sang Kakek yang mulai mengganti topik pembicaraan.
“Tidak juga Kek, kami hanya sebatas rekan saja.” Jawab Micha datar.
“Masih sulit untuk menaklukan hati gadis ini, dia baik dan terlihat lembut di luar tapi hatinya benar-benar tertutup dinding es yang tebal. Aku harus lebih berjuang lagi untuk mencairkan es yang ada di dalam hatinya.” Ucap Jaxson dalam hati.
“Micha mau sampai kapan kamu seperti ini, Nenek sudah sangat ingin menggendong cicit Nenek, sebelum Nenek meninggal.” Ucap sang Nenek merasa sedikit kecewa karena Jaxson bukanlah pasangan Micha.
“Nenek tidak boleh bicara sembarangan seperti itu, Micha masih mudah Nek, Micha masih ingin merintis karir Micha sendiri.” Ucap Micha sedikit kesal pada Neneknya, bukan karena masalah cicit tapi Micha tidak suka Neneknya berkata hal tentang kematian.
“Haih..Ya sudahlah.” Ucap sang Nenek sedikit merajuk.
Neneknya pun langsung pergi meninggalkan mereka bertiga dan kembali ke kamarnya. Micha hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku sang Nenek seperti anak kecil yang sedang merengek meminta permen.
“Maaf ya Nak Jaxson jadi melihat pemandangan seperti ini.” Ucap Doni yang meras malu karena kelakuan istrinya itu.
“Tidak apa-apa Kek.”
“Ya sudah Micha antarkan Nak Jaxson sampai depan ya. Terima kasih untuk waktu yang singkat tadi Nak.”
“Baik Kek.”
“Itu bukan masalah Kek, lagian saya tidak menjawabnya, melainkan Micha sendiri yang menjawabnya. Kalau begitu saya pamit dulu ya Kek, terima kasih untuk kerjasamanya dan tolong titipkan salam saya untuk Nenek.” Ucap Jaxson sopan.
“Baiklah, hati-hati di jalan ya Nak.”
“Baik Kek.”
Setelah selesai berpamitan Micha pun langsung mengantar Jaxson hingga ke teras rumah. Micha sangat berterima kasih pada Jaxson karena dirinya Micha malam ini bisa menginap di rumah Kakek dan Neneknya, jika tidak dirinya mungkin akan malas lagi untuk keluar dari apartemennya.
“Terima kasih atas bantuanmu hari ini Micha. Lain kali akan aku traktir kamu sebagai tanda terima kasihku ini, tidak masalah kan?”
“Kalau begitu saya permisi dulu, selamat malam Micha.” Ucap Jaxson
“Selamat malam juga Pak Jaxson, berhati-hatilah saat mengendarai Pak.” Ucap Micha sopan.
Jaxson hanya membalasnya dengan senyuman, lalu dirinya meninggalkan kediaman Alexander dengan hati yang senang.
*****
Di kediaman Alice dan Zayn pada malam yang sama. Alice merasa sangat bersalah pada Leon dan Vira yang belum bisa memenuhi keinginan mereka untuk bertemu dengan Micha anak semata wayangnya.
“Maaf ya Vir Eon, hari ini Micha masih belum bisa datang kemari karena hari ini dia ada pekerjaan yang sangat urgent dan harus di selesaikan sesegera mungkin.” Ucap Alice merasa bersalah.
“Ya sudah tidak apa-apa Ca, aku mengerti itu. Micha sekarang sudah menjadi gadis yang dewasa ya.” Ucap Vira menyanjung Micha.
“Ya Vir tapi dia lebih keras kepala di banding aku ataupun Zayn.”
“Buah itu jatuhnya tak jauh dari pohonnya Ca.” Ucap Vira sedikit meledek Alice.
“Mulai lagi kan..? Nanti ujung-ujungnya akan menjerumus ke masa lalu.”
Vira hanya berusaha menahan tawa saat melihat tingkah laku sahabatnya yang sangat tidak suka membahas masa lalunya.
“Ya sudah sebaiknya kita panggil suami-suami kita untuk makan malam bersama Ca.” Ucap Vira sambil tersenyum.
“Baiklah.” Jawab Alice yang berjalan mengekori Vira menuju teras belakang.
“Sayang waktunya makan malam.” Ucap vira dengan nada yang di buat seromantis mungkin.
“Baiklah sayang, terima kasih.” Ucap Leon yang yak kalah romantis nya sambil memeluk pinggang Vira dari samping.
“Ayo semua kembali masuk kedalam keburu makanannya dingin.” Ucap Alice yang langsung membalikan badannya setelah mengucapkan kata-katanya tersebut.
Zayn yang melihat adegan Vira dan Leon pun di buatnya iri. Sedangkan Alice hanya mengucapkan hal yang menyuruh mereka untuk segera makan saja. Zayn pun masih terdiam di tempat dia duduk sekarang raut wajahnya berubah menjadi murung, agar Alice melihat dirinya tidak senang dengan apa yang baru saja Alice lakukan.
Untungnya Vira dan Leon sudah lebih dulu masuk ke dalam rumah. Alice pun berbalik dan menoleh ke arah Zayn yang masih duduk tak berkutik di sana. Alice sangat mengetahui apa penyebab dari murungnya Zayn.
“Maafkan aku sayang, aku hanya malu saja jika harus bermesraan di depan orang lain. Jangan marah lagi ok..?!” Ucap Alice dengan lembut.
Alice lalu mencium kilas bibir Zayn untuk menenangkan hatinya, dan itu berhasil membuat kemurungan Zayn hilang. Zayn lalu menarik tubuh Alice dalam pelukannya, saat Zayn ingin membalas ciuman Alice mereka di kejutkan oleh suara Leon dan Vira.
“Ehem...kapan kita akan mulai makan malamnya jika sang tuan rumah asyik bermesraan disini.” Ucap Vira menggoda keduanya.
.
.
.
.
.
.
Bersambung......
Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁
Terima Kasih 🙏🙏