
Dengan sangat terpaksa Axelle harus merelakan hari liburnya demi membersihkan kekacauan yang Jerry buat. Bukan hanya melibatkan sahabat dan sahabat istrinya tetapi hal ini membuat waktu berdua dengan istri tercintanya harus tersita karena mengurus hal seperti ini.
Tentu saja hal ini juga menjelekkan image dua perusahaan besar sekaligus. Jerry sungguh sangat berani memprovokasinya, dia benar-benar mempunyai nyali yang besar.
“Aku tidak akan segan denganmu, karena kau sudah membuat istriku tercinta kesal dan membuat hati liburku bersama istriku tersita.” Geram Axelle.
“Lebih cepat lagi Ren, aku sungguh tidak sabar untuk menghancurkannya.” Perintah Axelle dengan nada dinginnya.
“Baik Tuan.”
“Tamatlah riwayatmu Jerry.” Batin Rendy.
Sesampainya Axelle di Star Group, Virgo telah menyelesaikan perintah dari Axelle, dia lalu memberikan segala bukti yang kiat untuk dapat mengakusisi perusahaan Jerry.
“Lanjutkan rencana selanjutnya. Pastikan perusahaannya tidak bisa bangkit kembali. Aku ingin dia membayar segalanya.” Ucap Axelle dingin.
“Baik Tuan.” Sahut Virgo dengan wajah datarnya.
Tanpa basa basi lagi Virgo segera melaksanakan perintah Tuannya, setelah selesai membersihkan berita sebelumnya dan mempublish beberapa kejadian yang sebenarnya, tentu saja keadaannya kini berbalik banding. Masyarakat menghujat dan mencerca akan kelakuan Jerry dan keluarganya.
Tidak hanya berani mencemarkan nama baik dua perusahaan besar sekaligus tapi Jerry berani menyinggung orang yang tidak seharusnya dia singgung. Di saat yang bersamaan perusahaannya mengalami kebangkrutan karena ternyata perusahaan mereka juga terdapat banyak masalah.
Di balik kesuksesan mereka ternyata banyak kasus korupsi yang terjadi di dalamnya dan selama ini mereka tutupi dengan rapat. Namun untuk membongkar rahasia itu sungguh tidak sulit bagi Axelle.
Jerry beserta keluarganya kini harus berurusan dengan pihak kepolisian karena ulah mereka sendiri, mereka harus rela mendekam di penjara. Orang tua Jerry hanya terus menyalahkan sang anak atas apa yang sudah dia lakukan, sehingga menyinggung seorang tuan muda yang seharusnya tidak dia singgung.
“Stop kalian menyalahkan aku!! Siapa yang menyebabkan korupsi dimana-mana?” Ketus Jerry pada orang tuanya.
“Tutup mulutmu dasar anak kurang ajar!! Kamu berani berlaku seperti ini pada orang tuamu. Kamu sendiri yang memyebabkan kami melakukan hal itu.” Teriak Papa Jerry dengan lantang.
“Sudah-sudah Pa.” Mama Jerry mencoba melerai keduanya.
“Kamu tahu..!! Kami melakukan hal itu karena kamu yang suka berfoya-foya dengan macam-macam wanita ******. Kamu kira keuangan kita menipis itu karena apa ha..!! Aku sungguh rugi membesarkan anak sepertimu.” Geram Papa
“Pa sudahlah jangan bicara seperti itu pada anak kita.” Ucap Mama Jerry yang sudah menangis.
“Oh kalau begitu tinggal cabut saja aku dati kartu keluarga kalian, mudah kan.” Sahut Jerry dengan nada menantang.
“Dasar anak durhaka...!!!” Teriak Papa Jerry yang memdaratkan satu pukulan pada wajah anaknya.
Jerry hanya meringis karena ujung bibirnya mengeluarkan darah segar. Mama Jerry sudah memangis sesenggukkan meliahat anak dan papanya bertengkar seperti ini.
“Stop kalian semua...!!! Waktunya masuk ke dalam tahanan.” Ucap salah seorang petugas kepolisian.
Mereka lalu digiring menuju salah satu sel tahanan dan di jadikan dalam satu ruangan. Kini anak dan orang tua itu saling acuh. Pepatah itu benar adanya sepintar-pintarnya menyimpan bangkai, baunya tetap tercium juga.
Dan untuk berjaga-jaga Micha sudah menghubungi Axelle suaminya agar berita yang Jerry sebarkan tadi harus di hapus dan jangan sampai tersisa lagi di media sosial. Micha sungguh tidak ingin jika nanti berita negatif itu masih tersisa di media sosial dan kedua sahabatnya melihatnya, kehidupan mereka jadi berantakan karena tanggapan negatif dari publik.
Karena memang kejadian yang sesungguhnya tidak sepenuhnya Virgo publish demi menjaga privasi masing-masing. Itulah perintah dari Tuannya Axelle, buat Jerry kalah telak tapi jangan sampai membuka aib yang tidak seharusnya terkuak.
Micha perlahan menekan bel pintu kamar hotel milik Enzi, dan tak beberapa lama munculah Enzi dengan mata yang masih sayup menahan kantuk. Melihat hal itu membuat Micha meras lega, karena artinya Enzi baru saja bangun dari tidurnya dan pastinya belum menyentuh ponselnya.
“Oh..kamu Micha, masuklah!” Celetuk Enzi yang masih sedikit malas.
“Kamu baru bangun Enz?” Tanya Micha basa basi.
“Hm, semalam aku sedikit lelah karena kejadian itu sehingga aku bangun agak siangan. Dan kamu Micha ada apa kemari pagi-pagi begini, apa suamimu tidak mencarimu?”
“Dia ada pekerjaan mendadak makannya aku bisa datang kemari, cepat bersihkan dirimu setelah ini kita pergi ke kamar Joel.” Sahut Micha bersemangat.
“Haih, baiklah tunggulah, aku akan mandi dahulu.”
“Oke Enzi.” Sahut Micha dengan senyum manisnya.
Di sisi lain kini Jerry semakin stress dan menggila di balik jeruji besinya, dia yang sehari-hari hanya mementingkan nafsu dunianya dan terbiasa dengan para wanita itu, kini mau tidak mau dia harus gigit jari karena menahannya. Dia semakin tidak terima saat teringat kekayaannya sudah habis tak tersisa dan sekarang dia hanya bisa hidup d balik jeruji besi.
“Arrggghhh...!!! Kau sungguh beruntung Enzi, Joel. Tunggu dan lihat saja aku terbebas dari penjara, aku pastikan akan membalas dendam pada kalian. Karena sudah membuat hidupku hancur.” Ucap Jerry dengan mata melotot dan merah, dia mengepal erat tangannya menahan amarah yang sudah memuncak.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung......
Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁
Terima Kasih 🙏🙏