MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
Rencana



Saat melihat reaksi Kakek dan Nenek Micha sepertinya mereka belum mengetahui masalah yang di hadapi Micha dan mereka juga belum mengetahui bahwa sekarang Micha hanya bekerja di sebuah toko kue. Jaxson jadi merasa bersalah karena tak sengaja memberitahukan kebenaran ini pada mereka, jika Micha tahu pasti dia akan marah padanya.


“Maaf Kek aku terlalu banyak berbicara. Sebaiknya untuk selebihnya anda tahu sendiri dari Micha nya, jika dia tahu anda mengetahui hal ini dari saya takutnya dia akan marah terhadap saya. Jadi tolong Kakek dan Nenek beri Micha waktu sampai dia menceritakan detailnya sendiri pada kalian.” Ucap Jaxson memohon.


“Haih...baiklah, anak itu kalau punya masalah selalu saja di pendam sendiri.”


“Sudahlah Kek, kita sebaiknya mendengarkan saran Nak Jaxson.” Ucap Rimala menenangkan suaminya, Doni pun hanya mengangguk dan menurut.


Sedangkan Wilfred yang sedari tadi melihat keakraban Jaxson dengan pemimpin perusahaan Alexander ini pun sedikit merasa tidak senang karena Jaxson mendapat dukungan hanya karena memberitahukan hal yang sepele terhadap mereka. Wilfred kemudian mengajak Jarvis untuk menghampiri Jaxson dengan alasan memberikan salam pada mereka sebelum pulang.


“Hai Jax, kamu lama sekali.” Ucap Wilfred basa basi.


“Oh..aku hanya berbincang sebentar dengan sang tuan rumah.” Jawab Jaxson datar.


“Perkenalkan mereka adalah Wilfred dan Jarvis, mereka juga pemimpin Arion Group Kek.” Imbuh Jaxson lagi.


“Kek..?! Apa maksud Jaxson memanggil Tuan Doni dengan sebutan Kakek.” Ucap Jarvis dalam hatinya.


“Ternyata dalam waktu sekejap saja sudah sedekat ini, aku kalah satu langkah dengan Jaxson.” Ucap Wilfred dalam hati.


“Hallo Pak saya Wilfred, senang berjumpa dengan anda.” Ucap Wilfred sambil menyalami tangan Doni Alexander dan tersenyum.


“Saya Jarvis, senang bertemu dengan Anda Pak Doni Alexander.”


“Kami mohon maaf tidak bisa berbincang banyak dengan anda, karena kami ingin berpamitan pulang Pak Doni.” Ucap Wilfred mewakilkan.


“Baiklah kalau begitu kalian hati-hati lah di jalan. Dan kamu Jaxson kalau ada waktu mampirlah kemari ya.”


“Baik Kek, terima kasih.” Jawab Jaxson dengan lembut.


Kemudian mereka bertiga pergi meninggalkan kediaman Alexander. Wilfred sungguh penasaran ingin menanyai hubungan Jaxson dan Doni Alexander yang sangat dekat tersebut, tapi karena mereka membawa mobil masing-masing, Wilfred pun mengurungkan niatnya dan mungkin dia akan menanyai Jaxson di lain waktu lagi.


Namun lain dengan Jarvis yang sangat penasaran akan hal itu, dirinya bahkan meminta dan memohon agar bisa menginap di rumah Jaxson, awalnya Jaxson menolak keras namun karena Jarvis terus merengek akhirnya Jaxson menyetujuinya, dirinya paling malas kalau Jarvis sedang rusuh seperti ini. Terkadang rasa jahilnya kelewatan dan membuatnya geram.


Sesampainya di rumah Jaxson pun Jarvis dengan tidak sabar langsung menanyai berbagai pertanyaan mengenai hal yang terjadi di pesta tadi.


“Hei Jaxson Jawab dong, kamu kenapa sudah begitu akrab dengan Kakek Nenek nya Micha?” Tanya Jarvis tidak sabar.


“Aku sudah bilang karena mereka menyukaiku, tidak ada alasan lain.”


“Kamu tidak menggunakan guna-guna kan?” Tanya Jarvis yang semakin ngaco.


“Emang aku ini apa?! Lagian kamu selama ini tidak pernah peduli tentang Micha ataupun keluarganya. Kenapa sekarang kamu cerewet sekali?”


Pertanyaan yang di lontarkan Jaxson pun membuat Jarvis gelagapan untuk menjawabnya, dia tidak sadar bahwa dirinya mulai tertarik dengan Micha.


”Oh..a..aku hanya ingin bertanya saja, memangnya tidak boleh.” Elak Jarvis sedikit gagap.


“Benarkah?! Aku rasa kamu ini sedang punya niat lain terhadap Micha Jarvis.” Selidik Jaxson yang merasa Jarvis ini mulai tertarik dengan Micha.


“Aku tidak ada niat apa pun sama gadis cupu begitu, bukan seleraku kamu juga tahu.” Elak Jarvis lagi.


“Ah..sial..!! Mengapa aku mengatai Micha cupu, padahal dia benar-benar cantik walau tidak tampil modis, hanya gara-gara sekali melihat dia malam ini, aku jadi kemakan dengan omonganku sendiri.” Gerutu Jarvis dalam hati.


“Baguslah kalau seperti itu.” Jawab Jaxson datar.


Jaxson lalu meninggalkan Jarvis sendirian di ruang tamu, sedangkan Jaxson memilih untuk membersihkan dirinya dengan mandi air hangat. Jaxson senyum penuh kemenangan karena Jarvis tidak akan berani lagi mendekati Micha secara terang-terangan, karena jika nanti Jarvis melanggar perkataannya sendiri itu pasti melukai harga dirinya yang tinggi itu alias gengsi.


“Jaxson pasti sengaja membuatku mengucapkan kata-kata itu agar aku tidak bisa mendekati Micha.” Gerutu Jarvis.


Jarvis lalu pergi ke kamar tamu seperti biasa jika dia menginap di rumah Jaxson ini, tanpa perlu memberitahu Jaxson lagi. Di rumah ini Jaxson hanyalah tinggal sendiri dia lebih memilih pisah rumah dengan orang tuanya. Di pagi hari hingga menjelang sore sudah ada pengurus rumah yang akan membersihkan dan merapihkan rumahnya ini.


Di antara empat sahabat ini hanya Jarvis lah yang masih tinggal bersama kedua orang tuanya sehingga dirinya sering menginap di luar entah itu di rumah Jaxson, Axelle maupun Wilfred karena mereka sudah memiliki rumah masing-masing. Sedangkan Jarvis di larang keras oleh orang tuanya untuk tinggal di luar karena dia harus mengajari adik laki-lakinya supaya bisa sukses seperti dirinya. Jika Jarvis masih nekad melakukan hal itu orang tuanya mengancam akan mengurungnya dan melarangnya bertemu dengan para sahabatnya lagi.


Malam semakin larut para tamu undangan pesta pun satu persatu berpamitan pulang. Keluarga Alexander banyak berterima kasih atas pemberian waktu mereka semua untuk bisa hadir di perjamuan pesta malam ini. Alice yang tidak melihat puterinya sedari tadi pun mencoba untuk mencari ke kamarnya dan ternyata benar Micha sudah berganti pakaian dengan baju tidurnya dan riasan wajah yang sudah di hapus.


“Sayang kamu sudah sedari tadi di kamarmu?” Tanya Alice lembut.


“Iya Ma, aku bosan ikut pesta seperti itu.”


“Ya sudahlah, kamu istirahat saja ya sayang ini juga sudah malam.”


“Mama dan Papa menginap?”


“Iya sayang, Mama dan Papa akan tidur disini malam ini, besok pagi baru balik ke rumah.”


“Besok kan masih hari minggu Ma, bagaimana kalau kita liburan sebentar, jarang sekali bisa ada waktu kumpul bersama seperti ini.”


“Baiklah, nanti Mama akan bicara pada Papamu, sekarang kamu istirahat dulu ya.”


“Iya Ma.” Ucap Micha menurut.


Setelah Alice mencium kening putri kesayangannya itu barulah dirinya beranjak pergi dari kamar Micha. Alice menghembuskan nafas beratnya dirinya sungguh merasa belum bisa menjadi orang tua yang baik bagi Micha karena terlalu banyak menghabiskan waktunya dengan bekerja. Alice kemudian pergi ke kamar Zayn suaminya dan menceritakan keinginan putri tercintanya.


“Aku sebagai Papanya juga terlalu sibuk dengan pekerjaan hingga kita tidak bisa melihat tumbuh kembangnya dengan baik dan sekarang putri kita sudah beranjak dewasa sayang.” Ucap Zayn penuh penyesalan.


“Kamu benar sayang, kita belum bisa menjadi orang tua yang baik. Bagaimana dengan rencana besok? Kamu ingin pergi berlibur dimana? Micha sungguh sangat menantikan momen ini sayang.”


“Bagaiman kalau kita pergi ke Villa pribadi Alexander saja sayang.” Ucap Zayn bersemangat.


“Baiklah sayang, besok aku akan memberi tahu Micha, Papa dan Mama juga rencana ini.” Ucap Alice tersenyum senang.


“Sebaiknya malam ini kamu berikan aku jatah dulu, sudah berapa lama aku tidak mendapatkannya.” Ucap Zayn menggoda Alice.


“Sayang kita ini sudah tidak muda lagi, kamu masih saja merengek dan manja seperti ini.”


“Untuk hal yang ini urusan lain sayang, kamu tinggal menerimanya saja.” Ucapan Zayn pun berhasil membuat Alice tersipu malu. Keduanya jadi seperti dimabuk cinta kembali dan menikmati malam panas mereka sepanjang malam.


.


.


.


.


.


.


Bersambung......


Wkwkwkwk...Authornya jadi ikut baper sendiri😄🤭


Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁


Terima Kasih 🙏🙏