
Micha sungguh sangat kesal di buatnya, matanya menatap tajam ke arah mata gadis arogan tersebut, lalu Micha mendekatinya.
Plaaakkkk
“Kamu benar-benar tidak punya etika ya.” Geram Micha.
Xia yang mendapatkan tamparan keras di wajahnya pun mulai tidak terima, amarahnya semakin memuncak karena seharusnya yang menampar itu dia bukannya gadis miskin di hadapannya ini yang malah menampar dirinya.
“Hei..!! Dasar J****g !! Dasar gadis miskin tak tahu malu.” Teriak Xia balik.
“Kamu itu selamanya tidak akan pantas mengenakan gaun cantik ini apalagi dari desainer ternama sedunia seperti ini. Kamu itu hanya wanita murahan yang mengejar harta Kak Axelle.” Ucap Xia lagi dengan lantang.
Sehingga membuat para pengunjung Mall yang berada di sekitar butik tersebut pun penasaran untuk melihat kegaduhan antara dua gadis tersebut. Sahut menyahut suara para pengunjung itu semakin terdengar dengan pendapat mereka masing-masing.
Karena mungkin kini di mata mereka Micha adalah seorang gadis miskin yang telah menggoda CEO kaya agar bisa menikah dengannya dan bisa mengenakan gaun dari desainer ternama di dunia.
Sedangkan para pelayan dan kepala pelayan di butik tersebut semakin geram akan hal ini. Saat mereka akan melangkahkan satu kaki kedepan untuk memberikan penjelasan, Micha dengan cepat menahan mereka dengan kode tangannya.
Mereka pun hanya menghela nafasnya kasar karena mereka sendiri sudah tidak tahan nonanya di tindas dan di permalukan seperti ini.
“****** kamu Micha..!! Sekarang tidak ada Kak Axelle disini dan harga diri kamu hari ini akan berakhir disini.” Gumam Xia dalam hati.
“Bagaimana gadis cantik itu bisa melakukan hal memalukan tersebut, apa dia tidak pernah di didik oleh orang tuanya.”
“Iya benar itu, memalukan sekali dia.”
Kalimat itulah yang membuat Micha sudah tidak tahan lagi ingin membongkar semua kebenarannya. Sedari tadi Micha memang dengan sengaja diam terlebih dahulu setelah menampar Xia, agar Xia puas untuk merendahkannya tapi tidak di sangka para pengunjung Mall pun lebih menilai negatif dirinya. Hingga kalimat yang menyangkut kedua orang tuanya membuatnya marah, hingga akhirnya Micha mulai buka mulutnya.
“Oh...benarkah aku tidak pantas? Nona aku sarankan sebelum kau mencaci maki orang yang salah, cari tahu terlebih dahulu latar belakangku dengan jelas.” Ucap Micha tak kalah sombongnya.
Baru inilah Micha menyombongkan dirinya di depan wanita yang arogan dan sombong seperti Xia ini, jika dirinya tidak memberikan pelajaran yang berharga hari ini kelak Xia mungkin saja akan terus mencari masalah untuk menghancurkan hubungannya dengan Axelle.
“Heh..!! Buat apa..?! Kamu itu hanya seorang pelayan dari toko kue yang sudah ternama saja.” Jawabnya yang masih terus merendahkan Xia.
“Sekarang aku tidak akan perhitungan denganmu atas gaun ini. Namun jika sampai kakekku yang mengetahui bahwa gaun yang sudah dia pesan beberapa hari ini di rusak begitu saja olehmu, aku sendiri tidak akan menjamin apa yang akan dia lakukan terhadapmu ataupun keluargamu.” Sahut Micha santai.
Xia sempat terkejut akan penuturan Micha dan juga para pengunjung Mall yang mendengar hal tersebut pun juga tak kalah terkejutnya jika memang gaun itu di pesan oleh kakeknya sendiri, itu berarti gadis ini dari keluarga terpandang dan kaya raya.
“Hahaha..kamu jangan mencoba mengelabuhiku gadis miskin. Bahkan kamu mengaku-ngaku bahwa ini pembelian dari kakekmu.” Ucap Xia yang masih saja tidak mempercayai perkataan Micha.
Saat Micha akan membalas perkataan Xia, neneknya Rimala pun tiba-tiba datang ke butik tersebut. Semua pelayan dan kepala pelayan butik menunduk memberikan hormat kepada Nyonya nya itu.
“Nenek mengapa kemari?” Tanya Micha khawatir.
“Axelle yang memberitahuku tadi bahwa kamu masih di butik sendirian.” Jawab sang Nenek.
“Dan sesampainya disini mengapa Nenek malah melihat hal yang tidak menyenangkan seperti ini. Mengapa cucu kesayangku bisa menjadi bahan olokkan dan di hinaan seperti ini.”
Dirinya sungguh tidak bisa menerima hal tersebut karena cucu kesayangannya di jadikan bahan hinaan banyak orang terutama gadis yang berdiri tegap di hadapan cucunya itu. Dengan mulut kasarnya berani-beraninya dia mempermalukan keluarga Alexander.
Setelah mendengar hal tersebut Xia langsung menelan salivanya. Xia tentu tahu wajah Rimala Alexander ini karena sudah sangat sering muncul di berbagai media karena kedermawaannya menyumbangkan sebagian harta keluarga Alexander pada dinas sosial ataupun yang lainnya.
“Nenek? Apa sungguh benar dia nenek kandung Micha. Oh..tidak..!! Matilah aku..!!” Gumam Xia dalam hatinya.
Tentu saja hal ini menjadi semakin heboh dan banyak mereka yang sudah merekamnya sedari tadi. Ada pula yang sudah menguploadnya ke media sosial. Alhasil dalam waktu singkat pertikaian itu ramai di perbincangkan dan pastinya Xia lah yang mendapatkan komentar-komentar buruk dan pedas.
“Sebaiknya kau sekolahkan lebih baik lagi mulutmu itu Nak, agar lain kali tidak menyakiti hati orang lain lagi.” Geram Rimala.
“Sudahlah Nek, hentikan. Disini terlalu banyak orang, sebaiknya kita ke atas dahulu.” Ucap Micha menenangkan sang Nenek.
“Benar Nyonya sebaiknya anda dan Nona pergi ke ruangan pribadi anda dia atas.” Ucap sang kepala pelayan dengan sopan.
“Haihh..baiklah.” Sahut Rimala menurut.
Xia yang mendengar hal tersebut pun hanya tertunduk diam, tenggorokannya tercekat tak bisa berkata apapun lagi. Kini dirinya sangat malu dan merasa terhina. Hal yang ingin di perbuatnya pada Micha kini berbalik kepada dirinya sendiri.
Xia melarikan dirinya bagai seorang pencuri, dia dengan buru-buru mengendarai mobilnya dan menuju kembali ke rumahnya. Sepanjang perjalanan pikirannya menjadi kalut dan menangis histeris, karena dirinya kini sedang ramai di perbincangan di media sosial.
Sedangkan Momy Kerin yang mengetahui hal itu dari berita di televisi pun mondar mandir menunggu kedatangan Xia dengan khawatir. Panggilan telephonennya pada Xia sedari tadi sama sekali tidak mendapat respon dari Xia.
“Aarrrgggghhhh....!!! Mengapa semuanya jadi berbalik padaku. Sial..!! Aku tidak terima, Micha kamu seharusnya mati.” Racau Xia yang semakin di butakan oleh amarahnya.
Dengan pikirannya yang kacau dan emosinya yang sudah meluap dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata, hingga menerobos lampu merah begitu saja, dirinya pun tak luput dari kejaran polisi lalu lintas.
Xia sudah tak memperdulikan itu, hal yang ia pikirkan saat ini adalah melenyapkan Micha dan tanpa sadar di depannya ada belokan tajam yang tak mampu dia hindari sehingga mobilnya terperosok ke arah jurang dan beberapa kali menabrak pohon besar.
Mobil mewah itu pun sudah tak berbentuk lagi. Polisi lalu lintas yang tadi mengejar Xia lalu memanggil ambulans dan polisi pusat untuk menyelidiki kecelakaan tunggal ini.
.
.
.
.
.
Bersambung......
Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁
Terima Kasih 🙏🙏