
Micha yang terus menahan amarahnya membawa Axelle ke rumah kaca, karena di sana banyak tumbuhan jadi areanya tertutup hingga tidak akan ada orang yang melihat mereka.
“Sekarang lepaskan tangan saya.” Ucap Micha sambil mencoba mengibaskan tangannya. Axelle lalu melepaskan tangannya dari pergelangan Micha.
“Katakan apa yang ingin anda lakukan sekarang?” Ucap Micha ketus.
“Aku hanya ingin meminta maaf dan kamu kembalilah ke perusahaan. Arion Group sungguh masih membutuhkan kamu.”
Micha yang mendengar jawaban Axelle pun malah merasa kesal karena pada akhirnya dia meminta maaf supaya dirinya kembali bekerja di perusahaannya, itu artinya dia tidak bersungguh-sungguh meminta maaf atas kejadian cium paksa itu.
“Oh..begitukah, tapi saya sudah tidak butuh lagi punya CEO yang kurang ajar seperti anda.”
“Katakan saja apa yang kamu inginkan Micha agar kamu mau menerima permintaan maaf dariku dan kembali ke Arion Group lagi.”
“Untuk apa? Memangnya saya kekurangan apa? Saya tidak butuh apapun tawaran yang anda berikan.” Ucap Micha membalikkan kata-kata Axelle yang waktu itu telah menyinggungnya.
“Aku tahu kamu tidak butuh apa-apa, tapi aku yang butuh kamu Micha.” Ucap Axelle semakin memelas.
“Apa maksud anda butuh saya? Memangnya saya barang.”
“Bukan seperti itu maksudku, hanya saja aku bingung untuk menjelaskannya.”
“Kalau masih bingung cukup anda fikirkan lagi, tapi sebaiknya anda jangan pernah mengganggu saya lagi.” Ucap Micha tegas.
Micha lalu beranjak meninggalkan Axelle yang masih berdiri mematung di rumah kaca. Micha memilih untuk kembali ke ruang pesta namun dirinya tidak ikut di dalam pesta tersebut. Dirinya langsung pergi ke kamar dengan alasan gaunnya tidak sengaja tertumpah jus. Jaxson sebenarnya sungguh ingin menghampiri Micha namun dia urungkan niatnya karena sepertinya kondisi saat ini tidak tepat.
“Tunggu, sedari tadi pesta sudah di mulai mengapa aku tidak melihat nenek yang menolongku waktu itu ya. Dia bukannya nenek Micha juga, tapi kenapa pesta besar begini tidak muncul.” Ucap Jaxson dalam hati.
Jaxson mengira neneknya Micha yang waktu itu menolong tidak bisa hadir mungkin karena dirinya sedang ada kendala, padahal Jaxson sungguh ingin bertemu dengannya lagi dan membalas jasanya. Namun setelah kejadian waktu itu dirinya tidak lagi bisa menemukan nenek itu maupun Micha juga, hingga akhirnya dengan tiba-tiba Micha muncul di hadapannya sebagai karyawannya sendiri, walau itu tidak bertahan lama.
“Aku tidak akan menyia-nyiakan waktunya kali ini, aku harus mendapatkannya.” Ucap Jaxson lirih, dan samar-samar terdengar oleh Wilfred dan Jarvis.
“Harus mendapatkan apa Jax?” Tanya keduanya serentak.
“Bukan apa-apa.” Jawab Jaxson singkat dan kembali menikmati minumannya.
Wifred dan Jarvis hanya saling bertukar pandang dan mengangkat bahu mereka tanda tak mengerti satu sama lain. Kini Axelle melangkahkan kakinya debgan gontai, dia benar-benar bingung dengan perasaannya sendiri, saat ini fikirannya sangat kacau hanya karena seorang gadis bisa membuat dirinya sangat frustasi seperti ini.
“Arrrghhh..!! Sial...!!” Axelle memukul tembok yang berada didekatnya. Dia lalu berjalan menuju mobilnya.
Rendy sang sopir yang sedang memejamkan matanya didalam mobil pun terkejut saat melihat tuannya masuk ke dalam mobil dengan keadaan yang kacau.
“Tuan bukankah pestanya belum selesai?” Tanya Rendy dengan hati-hati.
“Bawa aku pulang sekarang.” Ucapnya Axelle singkat. Dirinya terus memijit pelipisnya.
“Baik tuan.” Rendy hanya menurut, dari pada nanti dirinya yang terkena amukan tuannya ini.
“Jangan lupa bilang ke Jaxson untuk mewakilkanku meminta maaf pada tuan rumah kalau aku tidak enak badan dan pulang lebih awal.” Perintah Axelle pada Rendy.
“Baik tuan.”
Setelah Rendy mengirimkan pesannya ke Jaxson barulah dia melajukan mobilnya untuk memgantar tuannya pulang.
“Resiko jadi bawahan, tinggal menuruti perintah tuannya. Pasti masalah dengan Nona Micha lagi sampai-sampai Tuan seperti ini lagi, Tuan Axelle mau sampai kapan anda tidak menyadari perasaan anda sendiri yang terkena imbas kemarahannya kan jadi orang lain.” Keluh Rendy dalam hati.
Pesta terus berlangsung dengan meriah, di pesta ini menjadi ajang kesempatan untuk bisa saling bekerjasama antar perusahaan masing-masing. Perusahaan Arion Group yang belum lama ini menjadi perusahaan tersukses pun tak luput dari para pihak perusahaan lain yang ingin bekerja sama dengan mereka, Wilfred, Jaxson begitu pula Jarvis saling mengobrol dengan mereka walau sebenarnya mereka belum begitu tertarik untuk bekerjasama dengan mereka. Jaxson yang tiba-tiba menerima pesan singkat dari Rendy sopir pribadi Axelle pun sedikit merasa heran, karena Axelle yang tiba-tiba pulang tanpa berpamitan pada tuan rumah karena merasa tidak enak badan.
“Wil aku akan menghampiri Pak Doni Alexander sebentar ya.” Ucap Jaxson berbisik pada Wilfred
“Apa ada masalah?” Tanya Wilfred penasaran, kemudian Jaxaon menunjukkan pesan singkat yang dikirim oleh Rendy tadi.
“Aku kesana dulu ya.”
“Ada-ada aja Axelle ini, baiklah segeralah kesana.”
Jaxson kemudian menghampiri sang pemilik pesta. Dia memberikan salam kepada tuan rumah dengan sopan.
“Kamu tampan sekali, ada apa Nak.” Ucap Nenek Micha menyanjung Jaxson, Jaxaon pun sedikit tersipu malu.
“Ah..maaf, saya Jaxson salah satu perwakilan dari Arion Group. Dan saya kemari juga ingin meminta maaf di karenakan salah satu dari kami harus pulang lebih awal karena tidak enak badan dan belum sempat berpamitan dengan anda. Jadi saya mewakilkan atas ketidaksopanan rekan kami ini Pak Doni.
“Hahaha..kamu ini sungguh anak muda yang sopan ya, masalah seperti itu saja sampai meminta maaf. Tenanglah Nak aku tidak akan mempermasalahkannya. Kamu ini berarti salah satu pemimpin di Arion Group ya?”
“Benar Pak.” Ucap Jaxson sopan.
“Jangan terlalu kaku seperti itu, panggilah aku Kakek Doni saja, umurmu ini pasti tidak jauh dari cucu kesayanganku.”
“Umm..sepertinya itu kurang sopan Pak.”
“Jangan sungkan, aku suka dengan anak muda yang punya sopan santun sepertimu jadi panggil aku Kakek ya dan kamu bisa panggil istriku ini seperti Nenekmu sendiri. Kamu seharusnya sudah mengenal cucuku bukan?” Tanya Kakek Doni menyelidik.
“Su..sudah Kek.” Ucap Jaxson sedikit gugup.
“Keluarga Alexander suka padaku, sepertinya sudah pertanda lampu hijau. Jika Kakek Nenek Micha menyukaiku pasti kedua orang tuanya juga akan menyukaiku.” Ucap Jaxson dalam hati senang.
“Di perusahaanmu apakah dia suka membuat masalah? Dia itu anak yang susah diatur kalau kemauannya sudah tekad. Aku bahkan tidak bisa mencegahnya untuk tidak perlu hidup mandiri atau menyusahkan diri ya sendiri karena dia sudah memiliki segalanya.” Keluh Kakek Doni.
“Dia sangat rajin dan giat bekerja, anaknya juga ceria. Mungkin hal itu memang yang terbaik untuk dia berusaha dengan kemampuannya sendiri Kek. Tapi sekarang Micha sudah tidak bekerja di Arion Group lagi Kek.” Jelas Jaxson
“Apa...?!! Sejak Kapan?! Tanya Doni terkejut, begitu pula dengan Rimala yang tak kalah terkejutnya.
.
.
.
.
.
.
Bersambung......
Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁
Terima Kasih 🙏🙏