
Saat Micha menuju kamar mandi terdengar samar-samar suara wanita yang sedang bertengkar di ujung lorong dekat kamar mandi tersebut. Perlahan Micha mendekati asal suara tersebut, dan alangkah terkejutnya ia mendapati Enzi bersama Joel sahabatnya yang sudah dia cari selama ini. Micha semakin terkejut saat melihat Joel yang mengenakan pakaian pelayan hotel.
“Enzi, Joel...ada apa dengan kalian? Mengapa bertengkar?” Celetuk Micha yang tak kalah membuat keduanya terkejut.
Joelanda hanya memalingkan wajahnya dan tertunduk, tetapi Enzi sudah di linangi dengan air mata di pipinya.
“Apa yang sebenarnya terjadi? Dan kamu Joel mengapa berpakaian seperti ini? Apa yang terjadi padamu?” Tanya Micha yang mulai tak sabar.
Kini situasi yang di alami Enzi dan juga Joel sangatlah canggung dan itu sangat ketara. Micha bingung dengan keadaan yang sedang di hadapannya ini, dulu mereka tidak pernah sampai secanggung ini meski bertengkar.
“Sebaiknya kita kembali ke pesta Micha.” Ucap Enzi datar sambil mengusap kasar air matanya.
“Tunggu Enz..!! Sebenarnya ada masalah apa kamu sama Joel?” Ucap Micha sambil menahan tangan Enzi yang hendak mengajaknya pergi.
Enzi mulai tertunduk dan berlinang air mata lagi, dia sungguh tidak ingin mengucapkan apa yang sudah pernah Joel lakukan padanya hingga membuat persahabatan mereka hancur seperti ini. Jika Micha tahu dia pasti akan sedih.
“Sebaiknya kamu jangan tanyakan hal yang lebih lagi Micha.” Sahut Enzi yang masih tertunduk dan menangis.
Micha mendengar hal itu pun sangat kesal. Bagaimana pun mereka itu sahabat tidak perlu main rahasia-rahasiaan lagi. Apa gunanya sahabat jika melihat sahabat sedang sedih atau kesusahan kita hanya diam saja tidak membantu.
“Kamu tidak menganggapku sebagai sahabat lagi Enz..!! Dan kamu juga Joel..!!” Ucap Micha sedikit berteriak pada keduanya.
Enzi dan Joel terpaku Micha bisa sampai marah seperti ini, karena dari dulu bahkan sampai sekarang Micha tidak pernah marah sedikitpun pada mereka, dia yang paling tenang dan ceria di antara yang lain.
“Kalian ini benar-benar ya, seperti anak kecil, saling acuh, saling diam. Masalahnya apa, bahkan aku tidak di beritahu sama sekali. Kalian sudah tidak ingin bersahabat lagi denganku...!! Jawab aku Enzi, Joel...!!”
Tenggorokan keduanya sama-sama saling tercekat. Micha sungguh benar-benar marah pada mereka. Enzi entah harus memulai ceritanya dari mana, sedangkan Joel yang sudah terlanjur membuat persahabatan mereka berantakan pun mulai menitikkan air matanya juga.
“Apa harus sekarang membongkar semuanya, aku sungguh tidak ingin melihat Enzi tersakiti.” Ucap Joel dalam hati.
“Kalian masih ingin tetap diam..!! Baiklah kalau begitu memang persahabatan kita cukup sampai disini..!!” Ancam Micha yang mulai melangkahkan kakinya pergi dari tempat itu.
“Micha jangan...!!!” Sahut Enzi dan Joel bersamaan.
Keduanya saling tatap dan membuang muka lagi ke arah yang berlawanan.
“Sebaiknya kita mencari tempat untuk membicarakan hal ini Micha.” Ucap Enzi lirih.
Micha pun lalu mengajak keduanya pergi ke kamar yang sudah dia booking untuknya dan juga Axelle. Micha sendiri masih di penuhi dengan segala pertanyaan di otaknya. Bagaimana kedua sahabatnya itu sampai seperti itu, dan melihat keadaan Joel yang sangat memprihatinkan.
Sesampainya di kamar Micha dan Enzi pun duduk di ruang utama, karena memang kamar tersebut terbagi menjadi beberapa ruangan yang terpisah. Sedangkan Joel masih berdiri tegap di dekat mereka.
“Apa yang kamu lakukan Joel? Cepatlah duduk.” Ucap Micha.
“Ti..tidak usah Micha, biar aku berdiri saja. Jika aku ketahuan nanti aku bisa di pecat.” Sahut Joel miris.
“Joel...!! Apa sekarang ini kamu menganggapku sebagai atasan dan bawahan? Meski aku tidak tahu apa yang terjadi padamu, tapi aku membawamu dan Enzi kemari ingin mengetahui semua hal yang sudah kalian tutup-tutupi dari aku.” Jelas Micha.
“Sekarang aku tanya pada kalian berdua apa yang sebenarnya terjadi sampai kalian bertengkar?” Tanya Micha mulai menyelidik.
Enzi lalu menceritakan awal mula ia bertemu dengan Joel dan memberinya pekerjaan di perusahaan calon suaminya, karena kebangkrutan keluarganya Joel sangat kesusahan, sehingga dari itu Enzi merasa iba dan ingin membantunya. Namun tidak dia sangka Joel malah tidur dengan calon suaminya tepat dua hari sebelum mereka menikah.
Micha sempat terkejut akan dua hal, Enzi akan menikah dan Joel mengkhianati Enzi. Dia tak menyangka kejadian yang mereka alami serumit ini. Dan saat ini Joel masih bungkam saat Enzi menceritakan tentang dirinya penuh dengan kebencian. Joel sangat menerima akan hal itu, jika dia di posisi Enzi mungkin dirinya akan melakukan hal yang lebih untuk membalas rasa sakit hatinya.
“Joel apa benar apa yang di ceritakan Enzi?” Tanya Micha dengan tatapan tajamnya.
Micha turut geram dengan apa yang di lakukan Joel pada Enzi, bagaimana pun juga mereka itu bersahabat, dan Joel sungguh tega melakukan hal itu kepada Enzi. Namun Micha masih bisa menstabilkan emosinya, dia harus mendengar alasan yang jelas dari Joel terlebih dahulu.
Joel yang mendapatkan pertanyaan dari Micha hanya mengangguk dan tertunduk, namun mulutnya sangat sulit untuk berbicara hal yang sebenarnya. Sedangkan Micha yang melihat mimik dan raut wajah Joel yang sangat terlihat seperti menyembunyikan sesuatu itu, Micha terus mendesak jawaban dan alasan Joel mengapa melakukan semua hal itu.
Joel menghembuskan nafasnya perlahan, kini dia harus siap menceritakan segalanya. Termasuk semua aib yang sudah ia pendam rapat-rapat selama ini. Joel tahu semua rahasia ini pasti akan terbongkar suatu saat nanti.
.
.
.
Rahasia apa ya, yang di sembunyikan oleh Joel? Dan siapakah orang yang membuat Enzi melarikan diri sampai ke toilet? Tunggu ep selanjutnya ya...
Satu per satu rahasia akan terbongkar.🤗
.
.
.
.
.
.
Bersambung......
# MOHON MAAF YA AUTHOR TELAT UP TERUS, KARENA KESIBUKAN AUTHOR DENGAN KELUARGA..TERIMA KASIH UNTUK YANG MAU/MASIH SETIA MENUNGGU KARYA AUTHOR YANG TAK SEBERAPA INI🙏🙏🙏
.
Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁
Terima Kasih 🙏🙏