
Matahari mulai menampakkan teriknya di ufuk timur, membawa suasana yang hangat. Micha mengerjapkan matanya dan menatap Axelle suaminya yang masih terlelap dalam tidurnya.
“Kamu sangat tampan sayang.” Ucap Micha membelai wajah Axelle pelan.
“Hmm..aku memang tampan sayang, jangan terus menatapku seperti itu.” Sahut Axelle dengan mata yang masih terpejam.
“Kamu sudah bangun sayang?”
“Hmm.”
Axelle melingkarkan tangannya di pinggang Micha dan semakin mempererat pelukannya.
“Sayang ini sudah siang, ayo cepat bangun.”
“Sebentar lagi, ini kan weekend. Biarkan aku malas-malasan.”
“Haihh..ya sudah, aku mau mandi. Aku akan memesan ke pelayan hotel untuk sarapan kita.”
“Terserah kamu sayang.”
“Lepaskan pelukanmu sayang, bagaimana aku bisa bangun jika kamu terus memelukku seperti ini.”
“Lima menit lagi.”
“Sayang..!!”
“Baiklah.” Axelle lalu melepaskan pelukannya dari tubuh Micha.
Micha dengan segera beranjak dari tempat tidurnya sebelum suaminya itu menerkamnya kembali dan dia segera bergegas menuju kamar mandi.
Seusainya memebersihkan diri Micha segera memesan sarapan untuknya dan suaminya Axelle melalui panggilan telephone hotel.
“Sayang, ayo bangun aku sudah memesan sarapan untuk kita. Sebentar lagi akan datang. Segera bersihkan dirimu.”
“Bisahkan aku menambah waktu lagi sayang. Aku sungguh sangat malas untuk bangun.”
“Bangun atau malam ini tidak dapat jatah.” Ancam Micha.
Axelle langsung terperanjak dan spontan bangun dari tidurnya dengan posisi duduk. Sungguh saat Micha mengancamnya dengan hal itu Axelle sangat tidak berdaya.
Dia tidak mungkin tidak menuruti perkataan istrinya, jika dia sedang mengancamannya soal jatah.
“Oke-oke sayang aku akan segera mandi.” Sahut Axelle segera.
Tanpa basa basi Axelle lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Dan tak lama kemudian sarapan mereka datang.
“Permisi Nyonya ini pesanan anda.” Ucap pelayan hotel itu sopan.
“Ya, terima kasih.” Sahut Micha sambil memberikan tips kepada pelayan tersebut. Setelah pelayan tersebut selesai meletakkan pesanannya di atas meja.
“Terima kasih kembali Nyonya, kalau begitu saya permisi. Dan jika anda masih ada sesuatu yang di butuhkan segera hubungi kami kembali. Semoga anda puas dengan pelayanan kami.” Ucapnya sambil menundukkan kepalanya, dan berlalu pergi dari kamar Micha.
“Baiklah.”
Micha hanya memainkan ponselnya menununggu suaminya Axelle yang sedang merapihkan diri. Berita utama terkini mencengangkan Micha karena kejadian semalam tersebar dan ada beberapa potret foto yang tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya.
“Pria itu benar-benar tidak tahu malu, mengatakan bahwa dia adalah korban.” Geram Micha saat membaca pernyataan Jerry.
Axelle mengamati istrinya penuh heran, karena raut wajah Micha berubah menjadi kesal.
“Apa aku terlalu lama, hingga membuatnya kesal.” Ucap Axelle lirih.
Axelle lalu menghampiri Micha perlahan dan memeluknya dari belakang.
“Ada apa sayang? Mengapa wajahmu terlihat kesal? Apa aku terlalu lama?” Tanya Axelle secara beruntun.
Setelah Axelle membaca sekilas tentang berita itu dan hal itu tentu saja membuatnya sangat marah. Dia mengepal erat tangannya menahan amarah. Lelaki itu benar-benar membuat kesalahan yang fatal dengan melibatkan para sahabatnya sebagai pelaku.
“Aku akan mengurus hal ini sayang, kamu tenang saja ya.” Ucap Axelle lembut lalu mengecup pelan kening Micha.
“Aku tidak ingin Enzi maupun Joel melihat berita ini sayang, bisakah kau segera menyelesaikannya?” Tanya Micha penuh harap.
“Tentu saja sayang, kalau begitu aku akan menyuruh orangku untuk menyelesaikannya sekarang juga.”
“Terima kasih sayang.”
Axelle segera meraih ponselnya yang berada di saku celananya.
“Virgo selesaikan berita pagi ini dan ungkapkan kebenarannya, tapi kamu tutupi masalah aib gadis itu. Jangan sampai tersebar dan ingat akusisi perusahaannya dalam waktu yang sesingkat mungkin. Aku akan segera ke kantor, kamu urus hal yang aku perlukan.” Ucap Axelle di balik ponselnya.
“Baik Tuan.” Sahut Virgo, lalu Axelle mematikan panggilannya.
“Sayang aku akan pergi ke Star Group sekarang ya. Nanti kamu akan di jemput sama sopir rumah ya pulangnya, kamu tidak apa-apa kan sayang?”
“Iya sayang aku tidak masalah kok. Tapi bawa sarapanmu ini, kamu bisa memakannya di mobil.” Sahut Micha lalu menyodorkan beberapa sandwich yang sudah ia masukkan ke dalam kotak makan.
“Baiklah sayang, aku berangkat ya.”
“Tunggu dulu sayang susunya minum dulu.”
Axelle tersenyum lalu menuruti permintaan istrinya itu. Segelas susu hangat dengan cepat Axelle teguk sampai habis. Setelah itu Axelle memcium kilas kening Micha dan mulai beranjak dari tempatnya. Namun lagi-lagi istrinya menahannya.
“Ada apa lagi sayang?”
Cup
“Morning kiss sayang, untuk menambah semangat kerjamu.” Ucap Micha dengan senyum manjanya.
“Kamu menggodaku sayang?” Axelle kembali mendekati Micha.
“Maaf sayang, baiklah sekarang berangkatlah, aku tidak akan menggodamu lagi.” Celetuk Micha terkekeh dan mencoba mendorong tubuh Axelle dari belakang secara perlahan.
“Kali ini aku mengalah dan merelakan hari liburku, tunggu saja nanti malam, aku tidak akan melepaskanmu sayang.” Bisik Axelle pada telinga Micha.
Alhasil membuat wajah Micha sangat merona. Kini tubuh Axelle sudah menghilang dari balik pintu. Micha memegangi kedua pipinya yang serasa hangat. Meski pernikahan mereka sudah berlalu selama sebulan tapi kehangatan rumah tangga mereka masih saja seperti pengantin baru.
“Dia sungguh lelaki yang hangat dan perhatian. Aku sungguh tidak salah untuk memilihmu sayang.” Ucap Micha dengan senyum mengembangnya.
Micha lalu menyelesaikan sarapannya, karena setelah ini dia akan melihat Enzi dan juga Joel di kamar mereka. Micha sangat berharap kedua sahabatnya itu belum melihat atau mendengar berita apapun.
.
.
.
.
.
.
Bersambung......
Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁
Terima Kasih 🙏🙏