MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
Pindah Rumah



Setelah keluarga Micha mengizinkan dan merelakan kepergian keduanya untuk menempuh hidup yang baru. Mereka juga sempat sedih karena kini anak serta cucu keluarga Alexander satu-satunya telah menjadi milik orang.


“Jangan lupa sering jenguk Kakek dan Nenek ya sayang.” Ucap Rimala yang sudah terisak sambil memeluk cucu kesayangannya itu.


“Jaga cucu kesayanganku dengan baik ya Nak Axelle.” Ucap Doni sambil menepuk bahu Axelle.


“Mama akan selalu merindukanmu sayang.” Alice pun tak kalah sedihnya kini semakin jauh dari anak semata wayangnya itu.


“Papa mempercayakan Micha padamu Axe, jadi jangan pernah kecewakan Papa.” Ucap Zayn tegas.


“Saya berjanji akan selalu menjaga Micha dengan seluruh jiwa saya dan akan selalu membahagiakannya.” Ucap Axelle dengan serius.


“Aku juga pasti akan merindukan kalian, Micha pasti tak akan lupa untuk berkunjung ke tempat Kakek Nenek dan Juga Papa Mama.” Sahut Micha yang tak kalah harunya.


Setelah acara berpeluk-pelukan itu usai Micha dan juga Axelle pun meninggalkan kediaman kedua orang tua Micha. Dan langsung menuju ke rumah sakit untuk menjenguk Nenek Axelle.


“Sayang bolehkah aku bertanya?” Ucap Micha memecah keheningan.


“Tentu saja sayang.” Sahut Axelle yang masih terus fokus menyetir mobilnya.


“Sudah berapa lama Nenek Rani menjadi seperti itu sayang?” Tanya Micha kemudian.


“Eumm..mungkin sudah hampir 5 atau 6 tahun yang lalu sayang. Kejadian itu sungguh begitu cepat merenggut satu persatu keluargaku sayang.” Ucap Axelle dengan getirnya, karena mengingat kejadian pahit yang menimpa keluarga Mamanya.


“Maaf sayang, aku tidak bermaksud untuk membuatmu sedih.” Ucap Micha merasa bersalah.


“Tidak apa-apa sayang, aku akan menceritakan semuanya padamu nanti ya. Tunggu waktu yang tepat.”


“Baiklah.” Sahut Micha tersenyum tipis.


*****


Seusainya Axelle dan Micha dari rumah sakit dan juga makam, Axelle pun langsung membawa Micha kekediamannya yang kini juga menjadi milik Micha.


Micha sungguh takjub dengan rumah Axelle karena di dekorasi ulang dalam setiap ruangan menjadi lebih hidup dan tidak netral seperti sebelumnya.


“Kamu melakukan hal ini untukku sayang?” Ucap Micha begitu bahagia.


“Tentu saja, aku ingin membuatmu betah berada di rumahku sayang. Kamu menyukainya?” Sahut Axelle sambil memeluk Micha dari belakang.


“Sangat suka sayang dan terima kasih.” Micha lalu berbalik menghadap Axelle dan mencium kilas pipi Axelle.


Axelle yang di perlakukan Micha seperti itu pun semakin mempererat pelukannya dan entah sejak kapan keduanya sudah saling beradu bibir, tangan Axelle sudah menelusuri tubuh Micha bagian atas. Micha yang belum pernah merasakan hal lebih seperti itu pun merasakan tubuhnya seperti terkena sengatan, dia menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh suaminya itu.


Nafas keduanya semakin memburu, namun keduanya sadar betul segera melepaskan aktifitas yang mereka lakukan di ruang tengah tersebut sebelum semakin memanas. Micha tahu dirinya belum bisa menyerahkan mahkotanya pada suami tercintanya ini, karena tamu bulanannya yang kebetulan datang.


Tatapan keduanya saling beradu, Micha dengan cepat menundukkan pandangannya karena tersipu malu dan langsung memeluk tubuh bidang Axelle.


“Maafkan aku sayang.” Ucap Micha merasa bersalah.


“Maaf? Untuk apa meminta maaf istriku tercinta?”


“Aku belum bisa memberikannya padamu.”


Axelle menyentuh rambut Micha lembut, dia tersenyum bahagia karena istrinya sangat memikirkan hal itu untuknya. Namanya juga lelaki normal pasti sangat menginginkan hal itu apalagi sekarang mereka sudah sah sebagai suami istri. Axelle lalu mencium kilas kening Micha dengan lembut.


“Terima kasih sayang.” Sahut Micha dengan senyum yang mengembang.


“Sebaiknya kita pergi ke kamar sayang, kasian para bawahanku yang masih single. Jika melihat kita bermesraan disini, mereka pasti akan iri.”


Micha pun terkekeh mendengar perkataan Axelle, dia pun hanya menurut dan mengikuti suaminya menuju kamar mereka. Pastinya kamar yang disediakan oleh Axelle lebih mewah dari sebelumnya, seluruh kebutuhan Micha sudah tersedia disana. Dari peralatan make up, pakaian dan juga yang lainnya.


Satu kamar itu sangat besar karena disana juga tersedia ruangan lemari-lemari khusus untuk memisahkan antara pakaian dan barang-barang yang lain. Micha sangat menyukai kamar mewah impian ini, meskipun dia juga dari keluarga yang kaya namun Micha hanya mempunyai kamar yang sederhana dan simple karena itu memang keinginannya sendiri.


“Sayang apa kamu ini mau menjadikanku sebagai putri raja, semua yang ada disini terlalu mewah. Bahkan sudah bisa melebihi kamar seorang putri.”


“Tidak sayang karena kamu memanglah putri tercinta untuk pangeran Axelle.” Ucap Axelle membanggakan dirinya.


“Sudahlah aku bisa-bisa beneran pingsan karena kata-kata manismu itu sayang.


“Aku senang melakukannya sayang, aku pastikan akan membuatmu selalu bahagia hingga di hatimu tidak akan ada celah yang tersisa lagi untuk pria lain selain diriku.”


“Tentu saja di hatiku tidak mungkin hanya ada kamu seorang sayang.”


“Apa?! Kamu bercanda kan sayang?” Axelle terkejut dengan pernyataan yang di lontarkan istrinya itu.


“Tidak sayang, aku serius.” Ucap Micha yang memang tidak ada nada bercanda dalam kalimatnya.


Axelle pun menjadi murung selama ini dia tidak mengetahui bahwa Micha mempunyai orang yang penting di hatinya selain dirinya.


“Siapa dia?” Tanya Axelle dengan nada dinginnya.


Micha yang mengetahui gelagat Axelle yang sedang cemburu padanya dia pun langsung menghampiri suaminya itu dan memeluknya.


“Lebih tepatnya mereka adalah keluarga besarku sayang, kamu tidak boleh serakah apalagi mungkin sekarang akan lebih bertambah lagi dengan keluargamu.” Jelas Micha menenangkan Axelle.


“Kamu ini benar-benar membuatku gemas ya sayang, aku sudah berfikir macam-macam tadi.”


“Makannya lain kali tunggu sampai aku selesai bicara, jangan langsung merasa cemburu.” Ketus Micha.


“Baiklah sayang, maafkan aku.”


.


.


.


.


.


.


Bersambung......


Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁


Terima Kasih 🙏🙏