MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
Kesalahan Axelle



Micha masih terus saja terdiam dan belum menanggapi pertanyaan Axelle.


“Jika memang karena hal yang telah aku lakukan padamu, katakan dengan sejujurnya saja Micha.” Ucap Axelle lagi.


“Ya memang karena itu, jadi hak apa anda melarang saya untuk mengundurkan diri.” Ucap Micha spontan karena dia mulai kesal.


“Apa yang harus aku lakukan agar kamu membatalkan pengunduran dirimu?”


“Apa maksud anda?” Tanya Micha menyelidik. Micha mengira Axelle mencoba meremehkannya lagi.


“Aku tahu aku salah sudah melecehkanmu, itu benar-benar di luar kendaliku Micha.”


“Maaf ya Pak Axelle saya tekankan sekali lagi saya sudah bulat untuk mengundurkan diri dari perusahaan anda.” Ucap Micha dengan tegas dan penuh penekanan.


Axelle hanya menghela nafasnya berat, dia sebenarnya sungguh tidak ingin kehilangan karyawan secerdas Micha, semua pekerjaan bisa dia handle dan tertata rapi. Axelle merutuki kesalahannya karena selalu berprasangka terhadap Micha, tapi kini dia tidak bisa berbuat apapun untuk menahan Micha agar tetap di Arion Group.


“Baiklah kalau begitu, semoga kamu cepat mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.” Ucap Axelle yang mulai menyerah.


“Kalau begitu saya permisi.” Ucap Micha lalu pergi meninggalkan ruangan Axelle.


“Aku benar-benar melakukannya.” Ucap Micha menghembuskan nafas beratnya.


Dirinya merasa sedih karena harus pergi dari tempat ini, padahal di sini dirinya baru mendapat teman yang baik, ketua team yang baik, managernya juga baik. Micha sebenarnya menyesali keputusannya ini tapi jika dia mengingat hal-hal yang sudah dilakukan oleh atasannya Axelle dia benar-benar harus dengan sangat terpaksa melepas pekerjaan ini.


Axelle terus mondar mandir di ruangannya, seharusnya dia tadi menahan Micha bagaimanapun caranya.


“Axe aku dengar Micha mengundurkan dirinya? Apa yang sebenarnya kamu lakukan pada Micha kemarin?” Tanya Wilfred dengan raut wajah yang tidak senang.


“Kamu buat masalah lagi dengannya?” Imbuh Jaxson.


“Kali ini memang aku yang salah, aku kemarin mencium dia dengan paksa karena aku merasa kesal padanya.” Jawab Axelle bersalah.


Jaxson yang mendengar pernyataan dari Axelle langsung membuatnya sangat emosi hingga Jaxson memukul wajah Axelle dengan keras. Wilfred juga tak kalah emosinya tapi dia masih bisa menahan amarahnya, Wilfred lalu menahan Jaxson agar tidak memukul Axelle lagi.


“Jax apa yang kamu lakukan?” Tanya Axelle heran karena Jaxson yang selama ini tidak pernah peduli atau cuek dengan hal apapun tapi kali ini dia sangat marah gara-gara gadis yang bernama Micha.


“Kamu pantas mendapatkan itu Axe.” Ucap Wilfred semakin membuat Axelle menganga.


“Ada apa dengan kalian semua?” Ucap Axe yang masih saja tidak mengerti.


“Seharusnya kamu itu sudah tahu kenapa kami berdua seperti ini Axe, Micha itu gadis baik-baik walau dia dari keluarga terpandang tapi dia benar-benar giat saat bekerja disini, karena dia memang ingin membuktikan kemampuan dirinya tanpa bantuan keluarganya. Tapi kamu melecehkan dan merendahkannya begitu saja.” Ucap Wilfred yang sudah tidak tahan dengan amarahnya.


“Jika kamu mengganggu Micha lagi aku tidak akan segan denganmu Axe.” Ucap Jaxson dengan serius.


“Hei..hei..kalian ini kenapa?” Ucap Jarvis yang baru saja tiba di ruangan Axelle.


“Kenapa kalian bertengkar? Ada apa sebenarnya?” Tanya Jarvis pada ketiganya.


“Tanya saja pada Axe mengapa kami bisa jadi seperti ini.” Jawab Wil mewakilkan.


“Sebenarnya ada apa Axe dan wajahmu itu kenapa?” Tanya Jarvis lagi.


“Aku tidak sengaja melecehkan Micha dan di pukul Jaxson.” Ucap Axelle singkat.


“What..?!! Seorang Axelle melecehkan perempuan dan itu Micha. Dan kalian ini pembela Micha? Sebenarnya ada apanya dengan gadis bernama Micha itu sampai-sampai membuat persahabatan kita jadi seperti ini?” Ucap Jarvis yang sungguh heran dengan teman-temannya itu hanya gara-gara seorang gadis membuat mereka jadi seperti ini, bahkan Jaxson berani memukul Axelle.


“Sebaiknya kamu diam Jarvis.” Ucap Jaxson tajam.


Jaxson juga tidak menyukai Jarvis yang sangat meremehkan Micha. Jarvis yang mengerti akan maksud tatapan Jaxson pun langsung diam dan tak berani membuka suaranya lagi.


“Huh..lagi-lagi aku takut sama tatapan Jaxson.” Ucap Jarvis dalam hati.


*****


Hari mulai siang, Micha sudah berdandan rapih untuk segera pergi ke tempat kerjanya yang baru, dia harus tetap semangat apapun pekerjaannya saat ini dia harus tetap bersyukur.


“Siang Ciko.” Sapa Micha.


“Siang juga Kak Micha, sudah datang jam segini?” Tanya Ciko.


“Iya Ciko dari pada boring di apartemen jadi aku berangkat setengah jam lebih awal agar bisa bantu kamu juga.”


“Sama-sama.” Ucap Micha sambil tersenyum.


Ciko ini merupakan mahasiswa yang magang di tempat ini, dia bekerja sambilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus untuk biaya kuliahnya.


“Hari ini tidak begitu ramai ya.” Ucap Micha membuka pembicaraan kembali.


“Iya Kak ini kan bukan weekend, kalau hari biasa ramainya baru nanti malam, jadi Kak Micha harus tetap semangat ya nanti.” Ucap Ciko menyemangati Micha.


“Pasti dong.” Jawab Micha percaya diri.


“Kalau begitu aku berkemas untuk pulang dulu ya Kak.” Ucap Ciko berpamitan dengan Micha.


“Tentu Ciko, hati-hati di jalan ya.”


“Siap Kak.”


Setelah membantu merapihkan dan membersihkan beberapa kue dan meja Ciko segera mengganti seragam kerjanya dengan pakaian santainya. Walaupun Micha lebih tua dari pada Ciko tapi wajah Micha lebih terlihat muda dan imut, karena Ciko memiliki tubuh yang tinggi dan wajah yang tampan dan terlihat lebih dewasa. Tak jarang pembeli perempuan tertarik dengan Ciko entah itu sekedar memandangi Ciko ataupun menggodanya langsung.


Hari mulai petang Micha sedikit kualahan karena benar apa yang di katakan Ciko menjelang malam banyak sekali pelanggan yang mulai berdatangan entah langsung d makan di tempat ataupun di bawa pulang. Sedangkan dari arah luar terlihat sosok yang sedang memperhatikan gerak gerik Micha, hingga waktu menunjukkan pukul 21.00 malam barulah Micha bisa berkemas dan bersiap untuk pulang, setelah dirinya selesai membereskan kue yang tersisa dan membersihkan noda-noda yang berada di lemari kaca. Untuk masalah menyapu atau mengepel lantai sudah ada pengurusnya sendiri. Micha keluar dari toko kue itu dan berjalan menuju motor maticnya, ia lalu melajukan dengan perlahan karena dirinya agak lelah jadi tidak mau mengambil resiko yang berbahaya.


Sosok yang sedari tadi memperhatikan Micha pun terus membuntuti Micha dengan mobilnya, terus menatap Micha dari kejauhan. Mata kecoklatannya yang tajam dan penuh dengan pesona itu terus lekat memandangi Micha memastikan keselamatan Micha sampai ia tiba di apartemennya, setelah Micha sudah memasuki gedung apartemennya barulah sosok itu pergi dengan hati yang tenang.


“Saat ini aku belum berani melindungimu secara terang-terangan Micha, mungkin kejadian kamu dengan Axelle bisa membuatmu sedikit trauma untuk berdekatan denganku juga.” Ucap Jaxson lirih.


“Aku pasti takkan membiarkan siapapun menyakitimu lagi, walau itu Axelle sekalipun.” Ucapnya lagi.


Disisi lain pun juga ada sosok lain yang ikut memperhatikan Micha, yang sedari tadi terus menatap Micha dengan rasa bersalahnya.


.


.


.


.


.


.


Hayo tebak siapa ya, pasti tahu dong?


Bersambung......


.


.


Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁


Terima Kasih 🙏🙏


**Bonus Q n A


Q : Kak Up nya jangan kelamaan.


A: Iya author selalu usahain buat Up cepet.


Q : Kak seru nih tapi lama banget up nya.


A: Author ini mahmud anak 1 kalau Up ya nunggu pas anak udah tidur, sekarang udah jarang tidur siang, kalau up kadang baru bisa malam.


Q : Crazy up dong.


A : pengen banget author juga bisa begitu tapi waktu author sekarang masih banyak ke anak. Crazy Up pasti bakal ada waktunya kapan author belum bisa tentuin jadi di tunggu aja ya**.


Jadi intinya author Up nya pas waktu senggang atau anak author udah tidur, author nggak bisa janjiin bisa Up tiap hari karena kalau gak tepat janji itu malah jadi beban tersendiri buat author. Jadi mohon untuk bersabar ya semuanya dan terima kasih buat kalian yang masih selalu setia mendukung dan menanti karya author.