
Tidak ada yang tahu takdir seseorang di masa depan, semuanya sudah berjalan dengan semestinya. Walaupun tidak sesuai dengan harapan kita.
“Apa yang kamu pikirkan Joel?” Tanya Jarvis di sela ia menyetir mobilnya.
“Tidak apa-apa Jarv?!” Sahut Joel.
Joel sedikit merenung semua kejadian buruk yang menimpa dirinya dahulu, mungkin jika saat itu dia tidak kembali selamat dalam percobaan bunuh dirinya. Mungkin saja sekarang dia tidak bisa menikmati kehidupan normal seperti ini.
“Aku bahkan sudah pernah menyia-nyiakan nyawaku. Tapi jika saat itu aku tidak selamat, akankah ada orang yang akan bersedih untukku.” Ucap Joel dalam hati.
“Apa kamu tahu Joel?! Ingin rasanya saat ini aku memelukmu. Aku lelaki bodoh yang pernah menyakitimu tanpa aku tahu.” Batin Jarvis.
FLASHBACK ON
Hari dimana untuk pertama kalinya Joel di jual oleh papanya ke club malam, dan di sanalah Joel harus kehilangan mahkotanya. Para pemuda dari berbagai kalangan elit sedang mengadakan pesta reuni kuliah mereka. Dan Jarvis adalah salah satu dari mereka.
Teman-temannya dengan sengaja memberikan obat perangsang pada minuman Jarvis, karena mereka ingin membuat seorang Jarvis menjadi tidak perjaka lagi. Meskipun Jarvis orang yang jahil tetapi dia tidak suka asal main dengan perempuan. Jarvis memang ingin menjadikan dirinya sendiri sebagai suami idaman istrinya kelak.
Tapi siapa sangka rencana teman-teman Jarvis berhasil membuatnya menjadi di luar kendali. Karena di saat yang kebetulan sang pemilik club menawarkan adanya barang baru, akhirnya teman-teman Jarvis menyerahkan Jarvis pada sang pemilik club.
Setelah sang pemilik club berhasil memasukan Jarvis ke dalam kamar Joel, tanpa di aba-aba Jarvis melahap Joel dengan kasar, karena pikirannya yang tengah di pengaruhi obat perangsang. Begitu juga dengan Joel yang sudah sama-sama di pengaruhi obat perangsang.
Keduanya menghabiskan malam tanpa perasaan, yang ada hanyalah nafsu liar yang tak terbendung. Entah berapa kali keduanya melakukan hal terlarang tersebut. Hingga pagi menjelang, tanpa menoleh Jarvis mengumpat kesal akan tindakan teman-temannya yang sudah berhasil menjebaknya tidur bersama seorang wanita malam.
Jarvis tak memperhatikan sekitarnya, dia hanya bergegas memakai pakaiannya kembali dan pergi dari club itu setelah dirinya membayar seluruh tagihan pesta serta bayaran untuk wanita yang telah ia tiduri semalam.
FLASHBACK END
“Joel...??!” Panggil Jarvis pelan.
“Hmm..” Sahut Joel singkat.
“Bolehkah aku menanyaimu sesuatu?”
“Apa?”
“Ini sedikit privasi.”
“Silahkan.” Sahut Joel santai.
“Apakah kamu tahu siapa yang sudah merenggut mahkotamu?” Tanya Jarvis hati-hati.
Jleeedaaarr..!!!
“Apa maksudmu menanyakan hal itu?” Celetuk Joel geram.
“Semua lelaki memang sama saja.” Gerutu Joel dalam hati.
“Maafkan aku Joel, aku tidak bermaksud apapun hanya saja..”
“Hanya saja apa?! Kamu mau merendahkanku bukan?!”
“Bukan seperti itu Joel, dengarkan dahulu penjelasanku.” Mohon Jarvis.
“Apa lagi yang mau kamu jelaskan Jarv?! Stop...!! Berhenti di sini..!! Aku mau turun..!!” Teriak Joel.
“Joel....”
“Aku mau turun sekarang..!! Atau aku akan lompat..!!”
“Oke..oke..aku akan berhenti.”
Brakkkkk...!!! Pintu mobil tertutup dengan keras.
“Apa yang harus aku lakukan Joel, agar kamu mau mendengarkan penjelasanku. Aku ingin bisa menebus kesalahanku, aku hanya ingin tulus mencintaimu dan membahagiakanmu.” Ucap Jarvis lirih.
Joel berjalan gontai dengan hati yang hancur. Dia tidak ingin mengingat masa lalunya yang kelam. Dia kembali merasa dirinya kotor dan merasa tak pantas untuk bisa dekat dengan Jarvis. Joel tahu Jarvis tidak bermaksud buruk, namun hati dan pikirannya menolak keras kehadiran Jarvis yang ingin lebih dekat dengan dirinya.
Joel merasa tak pantas untuk Jarvis, dia merasa hidupnya seperti di ujung jurang. Joel takut jika sewaktu-waktu aib masa lalunya akan memberi pengaruh buruk pada orang-orang sekitarnya. Dia tidak mau hal itu terjadi, biarlah cukup dirinya sendiri yang menerima karma dari aibnya.
“Maafkan aku Jarvis, sebaiknya kita tetap seperti ini.” Ucap Joel lirih.
*****
“Sayang...!!” Panggil Axelle.
“Mengapa kamu melamun disini? Jangan berlarut dalam kesedihan, sebaiknya kita doakan saja supaya Yora cepat sadar.”
“Iya sayang, maaf aku hanya tidak ingin kehilangan sahabatku lagi.” Sahut Micha sedih.
“Kita berdoa saja semoga ada keajaiban untuknya.”
“Iya sayang.”
“Nanti siang kita akan jenguk Yora lagi, sekarang aku harus ke kantor menyelesaikan pekerjaanku. Kamu baik-baik di rumah ya sayang.” Ucap Axelle sembari mengecup kening Micha.
“Little baby nya Papa jangan nakal ya.” Ucap Axelle lagi mengusap dan menciumi perut besar Micha.
“Iya Papa.” Sahut Micha dengan suara anak kecil.
Axelle dan Micha pun tersenyum bersamaan. Micha lalu mencium punggung tangan Axelle.
Disisi lain Wilfred masih setia menunggui Yora, seusainya dirinya membersihkan dirinya sendiri, Wilfred bergantian membasuh Wajah dan tubuh Yora secara perlahan.
“Yora aku harap kamu cepat sadar, aku sungguh tidak ingin kehilanganmu.”
Mata Wilfred kembali memerah, melihat kekasih tercinta penuh dengan luka memar di wajah dan tubuhnya. Ia mencium kening Yora yang masih berbalut perban.
Drrt drrtt drrtt
“Hallo Axe..!!”
“Aku sudah mendapatkan hasil penyelidikan, siapa dalang di balik kecelakaan Yora.”
“Siapa Axe?” Wilfred menggertakkan giginya dan mengepal erat tangannya.
“Itu memang mereka dan aku sudah menangkap sopir yang menabrak Yora.” Sahut Axelle.
“Sepertinya mereka memang sudah bosan hidup. Aku akan membereskan mereka dengan jalur bawah.” Geram Wilfred.
“Apa kamu yakin dengan itu Wil?” Axelle memastikan.
“Aku sudah tidak tahan lagi Axe, mereka sudah membuat kesabaranku habis.”
“Baiklah, aku akan mengaturnya untukmu.”
“Terima kasih Axe.”
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Jangan lupa dukung author guys....
• FAVORIT ❤
• RATE ⭐⭐⭐⭐⭐
• LIKE ❤
• KOMEN (Kritik & sarannya juga ya)
• VOTE seikhlasnya🙏
TERIMA KASIH SEMUA ATAS DUKUNGANNYA🙏🙏🙏😘😘😘