MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
Selesai



Erico yang mendengar penuturan pelayannya itu pun semakin panik di buatnya setelah mendengar bahwa polisi sudah berada di kediamannya.


“Shhiitt..!!! Sial..!!! Semuanya berantakan..!!!”


“Aaarrgggghhh...!!!”


Pelayan yang masih berada di dekat Erico pun hanya tertunduk gemetar karena takut akan kemarahan Erico. Pelayan itu masih diam di tempat sampai Tuannya memberikan instruksi kepadanya.


“Mau apa lagi masih disini, cepat pergi sana...!!!” Teriak Erico dengan lantang.


“Ba..baik Tuan.” Jawab sang pelayan dengan gugup.


“Semua itu karma untukmu Tuan, karena anda selalu berbuat jahat selama ini apalagi sama Nyonya dan Tuan Muda dulu. Keluarga ini menjadi hancur hanya dalam beberapa hari, semoga dengan kejadian ini Tuan bisa sadar seutuhnya bahwa harta bukanlah segalanya.” Ucap pelayan itu dalam hati.


Setelah kepergian pelayannya, Erico menapaki anak tangga perlahan untuk menuju pintu depan rumahnya karena sampai saat ini polisi masih menungguinya disana. Dengan keadaan yang kacau dan langkah gontai Erico membuka pintu rumahnya dan langsung disambut dengan surat penangkapan dirinya atas segala kejahatan yang sudah dia lakukan selama ini.


Dari rahasia kehancuran keluarga Osmond sampai segala tindak kecurangan yang ia lakukan di dunia bisnis semua bukti kuat sudah tidak bisa terelakkan lagi. Terbesit di benak Erico akan bayangan mantan istrinya dahulu dan juga putranya Axelle, membuat hati pria kejam itu di penuhi dengan rasa bersalah.


“Andai saja aku lebih memilih mereka, mungkin semua ini tidak akan terjadi padaku dan keluargaku. Tapi semuanya kini percuma semua sudah terlambat untuk aku sesali.” Batin Erico miris.


“Amela istriku semoga kau bahagia disana dan untuk anakku Axelle terima kasih atas pelajaran yang kamu kasih ke Papa jika tidak, mungkin saja Papamu ini masih terus di butakan dengan harta. Mungkin ini memang karma dan pelajaran untuk perbuatan Papa selama ini.” Imbuhnya lagi.


Setelah kasus Erico Robert CEO sekaligus pemilik Robert Group mengalami kebangkrutan dan kehancurannya semua rahasia yang di pendam dari publik mencuat dan ramai di perbincangkan. Bagaimana tidak dari rahasia kehancuran dan kebenaran tentang keluarga Osmond terdahulu sampai terbongkarnya CEO Star Group yang selama ini sangat misterius.


“Hei Axe selama ini ternyata kamu bisa menyimpan rahasia besar ini dari kami ya.” Ucap Wilfred dengan nada sindirian halusnya.


“Benar apa yang di ucapkan Wilfred, mengapa tidak sejak awal kamu menceritakan kesulitanmu Axe. Kita ini sahabatmu tentu saja kita akan membantumu dan mendukungmu.” Imbuh Jaxson.


“Sudahlah mungkin memang Axelle mempunyai alasannya tersendiri tidak menceritakan semua hal itu kepada kita.” Sahut Jarvis yang di ikuti dengan tatapan aneh dari para sahabatnya.


“Mengapa kalian memandangiku seperti itu? Memangnya yang ku katakan salah?” Tanya Jarvis menarik satu sudut matanya ke atas.


“Serius itu perkataan yang keluar dari mulutmu sendiri Jarv?” Ucap Axelle menatapnya tak percaya.


Pasalnya Jarvis sendiri selama ini lebih bersikap nyleneh ketika mereka berkumpul, namun di saat rahasia Axelle terbongkar Jarvis tiba-tiba berkata seperti itu, membuat para sahabatnya sedikit terkejut.


“Mungkin dia sudah mulai dewasa Axe.” Celetuk Wilfred diiringi dengan tawa ringannya.


“Sial..!! Tentu saja itu perkataanku sendiri yang keluar dari mulutku.” Sahut Jarvis kesal.


“Baiklah Jarvis aku percaya itu dan maaf buat kalian semua karena aku tidak memberitahukan hal ini kepada kalian sejak awal, karena aku memang tidak ingin melibatkan kalian semua dalam masalah keluargaku ini. Tapi sebenarnya kalian juga sudah banyak membantuku, dan aku sangat berterima kasih.” Jelas Axelle.


“Ya sudahlah semua ini juga sudah berlalu dan dia sudah mendapatkan ganjarannya yang setimpal. Semoga dengan ini Om Erico bisa sadar.” Imbuh Wilfred.


Kemudian keempatnya pun senyum penuh dengan kemenangan, meski di dasar hati Axelle masih ada sedikit rasa iba yang tersisa pada papanya setelah semua kebenaran ini terungkap. Namun Axelle tetap pada prinsipnya tidak akan berhubungan lagi dengan papanya, karena rasa sakit yang di derita oleh mamanya masih sangat jelas teringat di kepalanya.


Drrt drrt drtt


“Hallo sayang, apa kamu masih di Club bersama teman-temanmu?” Ucap Micha di balik panggilannya.


“Iya sayang, kamu sudah rindu ya.” Balas Axelle menggoda.


Wajah Micha bersemu merah setelah mendengar hal tersebut dari mulut suaminya.


“Tidak, siapa juga yang rindu.” Sahut Micha malu-malu.


“Aku tahu sayang kamu sudah rindu aku, tunggu sebentar lagi ya, aku akan berpamitan pada mereka dahulu setelah ini aku langsung pulang.”


“Baiklah, belikan aku makanan saat jalan pulang sayang.”


“Double burger, kentang goreng dan minumannya fruit tea ya sayang.”


“Siap Nyonya Axelle.” Sahut Axelle diikuti tawa ringannya.


Setelah berpamitan pada ketiga sahabatnya Axelle pun langsung melajukan mobilnya untuk pergi ke salah satu restauran cepat saji dan membelikan apa yang di minta oleh istri tercintanya. Tak butuh waktu lama pesanannya selesai dan dirinya segera berlalu untuk segera melajukan kembali mobilnya menuju rumah.


“Selamat datang Tuan.” Ucap para pelayan Axelle yang menyambutnya di pintu masuk.


“Ya.” Jawabnya kilas.


“Sayang..!! Aku sudah pulang.” Teriak Axelle.


Micha yang mendengar suara Axelle pun segera berlari kecil menuruni anak tangga dan menuju sumber suara Axelle. Tak pernah Micha sangka dia menemukan suaminya di ruang makan yang sedang sibuk membuka bungkusan makanan yang ia pesan tadi, Axelle sangat cekatan memindahkan makanan itu ke piring.


“Sayang mengapa harus di pindahkan ke piring, di bungkusannya saja kan tidak masalah.” Ucap Micha.


“Biar lebih higenis sayang, nanti kalau di bungkusannya dan kamu tidak sengaja memakan kertasnya bagaimana?”


Micha memutar bola matanya karena suaminya ini agak sedikit berlebihan, tapi hal itu membuat Micha tersentuh karena suaminya terlalu perhatian padanya sekarang hingga hal sepele pun menjadi masalah jika itu di abaikan.


“Baiklah, terserah kau saja.”


“Sekarang makanlah istriku sayang.” Ucap Axelle sangat manis.


“Mana punya kamu sayang, mengapa kamu hanya pesan satu porsi?”


“Uumm..itu sayang, aku tidak terlalu menyukai makanan cepat saji.” Sahut Axelle sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Micha hanya melenguh pelan mendengar penuturan suaminya itu. Tentu saja dia adalah seorang CEO besar tidak mungkin akan menyukai makanan cepat saji seperti ini.


.


.


UDAH UP 3 EP YA TAPI YANG 2 MASIH DI REVIEW..!!!


MOHON MAAF AUTHOR TELAT LAGI UP NYA DI KARENAKAN ADA URUSAN KELUARGA YANG TIDAK BISA DI TINGGALKAN..🙏🙏🙏


.


.


.


.


.


.


Bersambung......


Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁


Terima Kasih 🙏🙏