
Sang dokter pun tersenyum ke arah pasangan suami istri yang saat ini wajah mereka di penuhi dengan ketegangan.
“Hasilnya..selamat Pak Axelle anda akan segera menjadi seorang ayah.” Ucap sang dokter tersenyum ke arah keduanya.
Micha menganga tak percaya, dia menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Buliran bening merembas di pelupuk matanya, Axelle pun langsung memeluk erat istrinya. Tangis bahagia menyelimuti keduanya.
“Dokter saya tidak salah dengar kan Dok? Istri saya benar-benar hamil?” Ucap Axelle untuk memastikan lagi.
“Benar Pak Axelle istri anda positif hamil dan saat ini sedang berjalan lima minggu. Untuk awal kehamilan istri anda ini di sarankan untuk lebih berhati-hati dalam beraktifitas dan mohon untuk mengurangi berhubungan intim ya Pak Axelle. Di karenakan setiap awal kehamilan masih sangat rentan.”
“Baik Dok, apapun itu saya akan lakukan Dok. Demi keselamatan calon anak saya.” Sahut Axelle bahagia.
Axelle tak keberatan pantangan apa yang di larang untuk dia lakukan dan dilakukan Micha, semuanya akan dia perhatikan secara detail demi keselamatan sang buah hati tercinta.
Setelah mendengar kehamilannya, Micha pun berangsur pulih dan kembali untuk di bawa pulang. Dia tidak perlu di rawat di rumah sakit. Tentu saja kabar gembira ini membuat keluarga Alexander bahagia, karena ini merupakan Cicit pertama keluarga besar Alexander.
Semua keluarga memberikan selamat serta doa untuk sang calon bayi dan mamanya. Sahabat-sahabat Micha dan Axelle pun juga turut berbahagia akan hal ini. Akhirnya kini di tengah keluarga kecil mereka telah hadir sosok mungil yang selalu di nanti-nanti.
Ya Micha memang tidak langsung hamil setelah pernikahannya dengan Axelle meski mereka sering melakukannnya, setelah beberapa bulan ini penantian mereka akhirnya terwujud.
Pesta kecil pun di adakan Axelle dan Micha sebagai rasa syukur mereka. Hanya keluarga dan sahabat mereka yang di undang di kediaman Axelle.
Mereka mengadakan pesta barbeque dengan suasana yang santai di kediaman Axelle. Micha dan juga sahabat mereka yang lain saling bercengkrama satu sama lain.
Hal ini pun menjadi kesempatan Wilfred untuk mendekati Yora. Wilfred dengan sengaja meminta Micha agar Yora datang ke taman rumahnya. Micha sempat terkejut akan penuturan Wilfred, namun Micha mengerti mungkin kini giliran para sahabatnya yang menemukan cinta sejati mereka.
“Tenang saja Wil, semuanya akan ku atur. Semoga berhasil..!!” Ucap Micha menyemangati Wilfred.
“Terima kasih Micha.”
Tak lama setelah Yora mendapat pesan singkat dari Micha bahwa dirinya ingin berbicara berdua dengannya di taman, Yora pun bergegas menuju taman yang berada di kediaman Micha.
“Di mana Micha? Mengapa sangat sepi di sini?!” Celetuk Yora.
Lampu berwarna warni pun tiba-tiba menyala di taman bunga tersebut.
Wilfred berjalan perlahan mendekati Yora dengan sebuket bunga mawar merah di tangannya.
“Pak Wilfred...?!” Ucap Yora dalam hati.
“Apa yang ingin dia lakukan?! Mengapa semakin berjalan mendekat ke arahku?!” batin Yora gugup.
Kini Wilfred sudah tepat berdiri di hadapannya, kemudian dia duduk berjongkok sembari mengulurkan sebuket bunga mawar kepada Yora.
Yora masih diam tak bergeming, dia masih bingung dengan apa yang terjadi. Hingga Wilfred mengucapkan kata yang membuat Yora seakan mimpinya menjadi nyata.
“Yora maukah kamu menjadi kekasihku?”
“Kekasih?! Pak Wilfred menyatakan cintanya padaku, tunggu..tunggu..ini bukan mimpi. Pak Wilfred menyukai aku?! Tapi sejak kapan?! Dan bagaimana bisa?!” Yora berkecamuk dengan hatinya sendriri.
“Yora..?! Bagaimana?! Apakah kamu mau menerimaku menjadi kekasihmu?!”
“Pak anda tidak bercanda kan?!”
Wilfred pun mendekati Yora, memberikan sebuket mawar itu ke tangan Yora, kemudian Wilfred menggenggam kedua tangan Yora. Dia ingin Yora tahu bahwa perasaan untuknya itu benar-benar tulus.
“Aku serius Yora, aku tidak bercanda. Jadi bagaimana jawabanmu?”
“Sa..saya..” Sejenak Yora menghentikan bicaranya.
Kemudian dia mengangguk pelan menyetujui permintaan Wilfred. yora menunduk malu, dia tidak menyangka orang yang di cintainya ternyata juga mencintainya.
Tak lama tepuk tangan pun menggema di taman itu para sahabat Yora dan juga Wilfred memberikan dukungan pada hubungan keduanya. Yora semakin tersipu malu, alhasil Wilfred pun memeluk Yora.
*****
Hari demi hari berlalu tanpa terasa. Kini usia kandungan Micha sudah memasuki bulan ke empat. Acara syukuran pun di adakan di salah satu yayasan yatim piatu, Axelle memberikan donasi serta beberapa bingkisan untuk anak-anak serta pengurusnya disana.
Sedangkan bingkisan untuk syukuran sendiri Axelle dan juga Micha membuat lebih. Karena mereka juga akan membagikan kepada tetangga yang rumahnya berada di sekitar yayasan tersebut.
“Semuanya sudah berjalan lancar hari ini, terima kasih untuk para pengurus yayasan yang sudah mau menerima bantuan kecil dari kami.” Ucap Micha pada para pengurus yayasan.
“Kami yang sangat berterima kasih Nak Micha karena kami lebih dari cukup mendapat bantuan dari anda.” Sahut salah seorang pengurus.
“Jangan sungkan seperri itu Bu. Kami juga bahagia melihat mereka bahagia dengan pemberian kami Bu.”
Seusainya saling berjabat tangan, Micha dan Axelle pun berpamitan untuk pulang. Begitu juga keluarga besar Alexander.
Sesampainya di rumah Micha langsung merebahkan tubuhnya di sofa, hari ini cukup melelahkan baginya. Semenjak dia hamil dirinya menjadi cepat lelah, meskipun yang dia lakukan hanya pekerjaan kecil.
“Kamu lelah ya?!”
Axelle lalu mengangkat kaki Micha di pangkuannya dan memijatnya pelan. Dia tahu Micha sudah tidak lagi bisa beraktifitas seperti dahulu, karena kini perutnya sudah mulai membesar.
Dalam kehamilannya Micha sama sekali tidak meminta apapun atau bisa di katakan dia tidak ngidam. Hanya saja sekarang Micha lebih suka banyak tidur.
Dan setelah berita kehamilannya waktu itu, Micha menepati janjinya pada suaminya bahwa dia tidak akan lagi bekerja setelah dia hamil. Sehingga kini Micha sering menghabiskan waktunya di rumah. Untuk mengisi waktu luangnya Micha sering membaca buku novel ataupun novel online sebagai penghilang rasa kesepiannya.
Ya karena semenjak dia hamil Axelle pun semakin sibuk dengan pekerjaannya. Proyek-proyek besar terus berdatangan silih berganti, mungkin saja itu adalah rezeki sang calon buah hati mereka.
Tak terasa hubungan Wilfred dan Yora pun semakin dekat dan mulai terbuka satu sama lain. Meski saat di perusahaan mereka masih saling menjaga jarak seperti biasanya, tapi di luar perusahaan hubungan Wilfred dan Yora cukup mampu membuat orang lain iri dengan kemesraan mereka.
Berita bahagia pun juga datang dari rumah tangga Jaxson dan juga Enzi, Enzi sudah positif hamil dan kini sudah jalan dua bulan.
Lalu bagaimana kisah Jarvis dan Joel?
Seusainya Jarvis mengetahui kebenaran tentang Joel, dia pun mulai mengejar cinta Joel. Meski cara yang di lakukan Jarvis selalu membuat kesal Joel.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Jangan lupa dukung author guys....
• FAVORIT ❤
• RATE ⭐⭐⭐⭐⭐
• LIKE ❤
• KOMEN (Kritik & sarannya juga ya)
• VOTE seikhlasnya🙏
TERIMA KASIH SEMUA ATAS DUKUNGANNYA🙏🙏🙏😘😘😘