MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
Kecemburuan



Selesai mengurus para akar-akar kotor itu mereka lalu menyerahkan kepada pihak kepolisian dengan bukti-bukti kuat kejahatan mereka meski keempatnya masih belum mendapatkan bukti dalang di balik orang-orang ini. Empat CEO ini tentu saja tetap tidak akan tinggal diam, kali ini mereka harus menuntaskan segalanya.


“Aku akan kembali lebih dulu, kasihan istriku yang sudah menungguku terlalu lama.” Ucap Axe kepada para sahabatnya.


“Baiklah nikmatilah waktumu Axe.” Sahut Wilfred.


Jarvis dan Jaxson hanya mengangguk pelan. Axelle pun lalu pergi meninggalkan ketiga sahabatnya dan kembali ke ruang kerjanya. Perlahan Axelle membuka pintu kamar pribadinya dan ternyata Micha sudah tertidur pulas.


“Maafkan aku sayang, karena sangat sibuk seharian dengan pekerjaan. Ini semua demi kamu, agar di masa mendatang kita bisa hidup dengan tenang dan bahagia.” Ucap Axelle lirih sambil mencium kilas kening Micha.


Micha yang merasakan adanya sentuhan hangat di keningnya dia mulai mengerjapkan matanya perlahan dan dengan senyum mengembang kini suami yang di rindukannya sudah berada di depan matanya.


“Apa aku mengganggu tidurmu sayang?” Ucap Axelle merasa bersalah.


“Tidak sayang, aku senang kamu sudah berada disini.” Sahut Micha dengan melingkarkan kedua tangannya di leher Axelle.


Mereka kini bertatapan dengan jarak yang amat dekat tatapan mata keduanya saling beradu membuat desir jantung keduanya berdetak cepat. Axelle perlahan mendaratkan ciumannya di bibir mungil Micha, melahapnya dan menelusuri setiap rongga mulut Micha. Micha yang masih sangat kaku dengan ciumannya dia mulai belajar mengimbangi ciuman suaminya itu.


Ciuman keduanya semakin panas, tangan Axelle mulai menyusup masuk ke dalam dress yang Micha pakai. Me****s payudara Micha perlahan hingga membuat lenguhan kecil dari bibir Micha, hal itu membuat Axelle semakin mendalamkan ciuman mereka. Namun Micha tiba-tiba mendorong Axelle pelan.


“Sayang aku kan masih belum selesai, bisakah kita menghentikannya sekarang.” Ucapnya dengan wajah yang merona dan malu-malu.


Axelle pun hampir lupa bahwa tamu istrinya belum pergi, dia menghela nafas pelan dan mengusap pucuk rambut istrinya lalu mengecup keningnya.


“Maafkan aku sayang, aku akan mandi sebentar lalu habis ini kita pulang dan mencari makan malam ya.” Ucap Axelle lembut.


“Iya sayang.” Sahut Micha diikuti dengan anggukan pelan kepalanya.


Seusainya Axelle mendinginkan dirinya dan menenangkan adik kecilnya barulah mereka pergi meninggalkan Arion Group dan pergi ke restauran untuk makan malam.


Saat keduanya sedang asyik menikmati makan malam romantis mereka tiba-tiba ada seorang gadis dengan pakaian sangat terbuka dan memperlihatkan setiap lekuk tubuhnya datang kemeja mereka.


“Hai Axe sudah lama kita tidak bertemu.” Sapa gadis itu.


Otomatis keduanya langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut, Micha menatap tajam ke arah gadis itu karena dirinya bahkan merasa sangat risi dengan pakaian yang di kenakan gadis tersebut. Micha mengernyitkan dahinya saat dia mendengar gadis itu menyebutkan nama suaminya.


“Siapa gadis frontal ini, mengapa dia bisa kenal dengan Axelle suamiku.” Ucap Micha dalam hati.


Sedangkan Axelle hanya menatap dingin ke arah gadis tersebut dan mengabaikannya. Micha yang melihat reaksi suaminya dingin terhadap gadis itu pun sedikit tersenyum, dia senang karena suaminya sama sekali tidak tergoda dengan gadis seksi ini.


Gadis itu mengepalkan tangannya karena merasa kesal, namun wajahnya tetap di buat semanis mungkin. Agar Axelle menatap ke arahnya dia pun membuka mulutnya kembali.


“Axe sayang apa kau tidak rindu dengan mantan tunanganmu ini. Meski kita tidak jadi bertunangan tidak seharusnya kamu membuangku begitu saja bukan setelah kamu memakaiku.” Ucap gadis itu dengan beraninya.


“Apa..?! Apa maksud anda?!” Tanya Micha yang sudah menahan amarahnya setelah mendengar penuturan gadis itu.


Axelle yang sudah melihat istrinya di penuhi amarah pun merasa semakin geram dengan mantan tunangannya tersebut, dia tahu mungkin mantan tunangannya ini memang disuruh untuk menghancurkan hubungannya dengan Micha.


“Oh..apakah Axelle tidak menceritakan masa lalunya kepadamu. Padahal kamu ini istri sahnya dia, ternyata suamimu masih menyimpan rapat-rapat rahasia masa lalunya.” Ucap gadis itu menyeringai.


“Tutup mulutmu..!!! Sebaiknya kau pergi dari sini atau aku akan panggilkan security untuk mengusirmu.” Teriak Axelle yang sudah di penuhi amarah.


Sedangkan gadis itu tahu betul Axelle saat ini sudah pada puncak amarahnya, tubuhnya bergetar ketakutan namun dia masih mencoba berdiri tegap agar tetap kelihatan tidak takut akan gertakan Axelle.


“CUKUP AXE....!!!” Teriak Micha yang kini wajahnya sudah di penuhi buliran-buliran bening.


“Aku yang pergi, kamu nikmati saja waktu berdua kalian.” Micha lalu menyahut tas yang di bawanya tadi dan berlari kecil keluar dari restauran itu.


Axelle yang ingin mengejar Micha tiba-tiba tangannya di tahan oleh Silya mantan tunangannya itu, Axelle dengan cepat mengibaskan tangannya hingga membuat tangan Silya kesakitan.


“Aku akan membuat perhitungan denganmu nanti.” Ucap Axelle penuh dengan penekanan.


Namun Axelle terlambat dia sudah kehilangan Micha yang sudah menaiki taxi, dengan buru-buru Axelle lalu mengambil mobilnya dan mengejar Micha meski Axelle sudah tidak tahu taxi mana yang di tumpangi oleh Micha, dia melajukan mobilnya dengan cepat menuju rumahnya.


Sesampainya dirumah Axelle dengan buru-buru mencari Micha di segala ruangan rumahnya karena Axelle tidak bisa menemukan Micha di kamar mereka. Axelle sangat frustasi karena tidak menemukan kederadaan Micha, dia pun lalu menyuruh Rendy untuk segera mencari tahu di mana posisi Micha sekarang.


Sedangkan di restauran tadi Silya sudah menjadi cibiran setiap para pelanggan yang sedang makan di restauran tersebut berbagai cap jelek dan kata-kata kasar terucap dari setiap mulut orang-orang itu, kata murahan, tidak tahu malu, ja**ng, dan yang lainnya. Dirinya hanya meremas erat bagian bawah bajunya dan pergi meninggalkan restauran tersebut.


“Aku sudah melakukan sesuai dengan keinginan anda, anda harus menepati janji anda.” Ucap Silya pada orang yang dia telephone.


“Sial..!! Jika bukan karena aku butuh uang itu mana sudi aku berurusan dengan Axelle lagi.” Gerutu Silya bergidik ngeri.


.


.


.


.


.


.


Bersambung......


Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁


Terima Kasih 🙏🙏