MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
Inggris



Enzi masih menatap wajah Wilfred penuh dengan tanda tanya, namun Wilfred masih asyik dengan pikirannya sendiri.


“Wil..?! Jangan membuatku semakin bingung.” Kesal Enzi.


“Maaf Enz, baiklah aku akan menjelaskan semuanya padamu.” Sahut Wilfred.


Wilfred lalu menceritakan tentang perjodohan yang di lakukan oleh keluarganya untuk dirinya. Dan dari itulah Wilfred mulai menyelidiki calon yang akan di jodohkan dengan dirinya, tentu saja Wilfred cukup terkejut saat mengetahui bahwa gadis yang akan di jodohkan dengannya adalah Enzi gadis yang sedang dekat dengan sahabatnya sendiri yaitu Jaxson.


Sehingga Wilfred mulai menyusun rencana agar perjodohan itu batal dan sungguh beruntungnya dia secara kebetulan bertemu dengan Enzi lebih awal.


“Ringkasnya seperti itu Enz.” Jelas Wilfred.


“Aku benar-benar tidak menyangka akan hal itu Wil. Bahwa jodoh yang di pilihkan oleh Papaku adalah kamu.” Sahut Enzi yang masih terkejut akan penjelasan dari Wilfred.


“Lalu apa rencanamu sekarang?” Tanya Enzi kemudian.


“Kita akan mencoba cara halus terlebih dahulu jika kita tidak cocok satu sama lain karena kita sudah memiliki kekasih masing-masing. Jika hal ini masih tidak berhasil, aku akan mencari alasan lain agar perjodohan ini berhasil gagal.” Jelas Wilfred.


“Alasan lain apa yang akan kamu gunakan Wil?”


“Aku akan bilang bahwa aku sudah menghamili gadis itu.”


“Apa..?! Kamu gila ya Wil! Mengapa harus memakai alasan itu?” Celetuk Enzi.


“Karena aku sudah jatuh hati pada gadis itu Enz, namun aku belum mampu mendapatkannya, aku sangat ingin memperjuangkannya.”


“Ah..jadi seperti itu. Baiklah aku akan mengikuti rencanamu. Semoga saja cara yang pertama bisa berhasil Wil, sehingga kita tidak perlu memakai alasan yang kedua.”


“Aku juga berharap seperti itu Enz.”


Setelah keduanya usai berbincang, mereka kemudian kembali ke kediamannya masing-masing.


*****


Di sisi lain Jaxson terlihat sangat murung dan gelisah karena dirinya mendapati Enzi yang telah pergi ke Inggris beberapa hari yang lalu dan tidak memberitahunya sama sekali. Jaxson sungguh menyesal karena ada beberapa pekerjaan yang harus segera di selesaikan sehingga dia mengabaikan Enzi, mungkin karena hal itu Enzi tidak menghubunginya lagi sampai sekarang.


Di tambah pesan singkat dari Wilfred yang membuat Jaxson semakin tidak tenang. Wilfred telah memberitahukan tentang perjodohan yang telah di atur oleh orang tuanya dan jodoh yang telah di pilih mereka adalah Enzi.


Saat ini di Inggris menunjukkan pukul 08.00 pagi sedangkan di Indonesia menunjukkan pukul 14.00 siang, karena selisih perbedaan waktu 6 jam lebih cepat di Indonesia.


“Aku tidak bisa membiarkan hal itu terjadi.” Celetuk Jaxson.


Jaxson bergegas memesan tiket ke Inggris dengan penerbangan paling awal, dia harus mencegah perjodohan itu terjadi. Apapun caranya, dia tidak ingin kehilangan Enzi.


“Tunggu aku Enz, aku segera menjemputmu dan aku tidak akan melepaskanmu lagi.”


Pesawat yang di tumpangi Jaxson kini telah lepas landas, tanpa memberi kabar terlebih dahulu pada kedua sahabatnya yang masih sibuk di perusahaan.


Dengan raut wajah yang kesal karena tidak menemukan keberadaan Jaxson di ruangannya, Axelle bergegas menuju ruangan Jarvis. Tanpa basa basi Axelle langsung membuka pintu ruangan Jarvis dan hal itu cukup membuat Jarvis terkejut.


“Kau mengejutkanku Axe, Ada apa?! Kenapa kamu terlihat begitu kesal?!”


“Apa kamu tahu di mana Jaxson? Aku memerlukan dokumen yang ada padanya.” Tanya Axe langsung.


“Bukankah dia berada di ruangannya.” Sahut Jarvis santai.


“Aku tidak menemukan dia di ruangannya, nomor ponselnya juga tidak aktif. Sebenarnya dia kemana, mengapa tidak memberikan kabar sama sekali.” Ketus Axelle.


“Tenang dulu Axe, sebaiknya kita lihat CCTV dahulu untuk memastikan keberadaannya.” Ucap Jarvis.


“Arghh...benar juga mengapa aku tidak mengeceknya dari CCTV.” Ucap Axelle menepuk dahinya sendiri.


Setelah Axelle dan juga Jarvis melihat rekaman dari CCTV mereka saling pandang satu sama lain, karena melihat Jaxson yang pergi dari ruangannya dengan tergesa-gesa.


“Sepertinya dia ada masalah Axe, mengapa sangat tiba-tiba sekali Jaxson menjadi panik dan gelisah seperti itu, itu bukanlah Jaxson biasanya.” Celetuk Jarvis.


“Itu bagus Axe.”


Setelah Virgo mendapatkan perintah dari Axelle dia langsung mencoba melacak keberadaan Jaxson, dan setelah menemukan ada transaksi di akun Jaxson, Virgo pun bergegas memberitahukan pada Axelle.


“Bagaimana Vir?” Tanya Axelle tidak sabar.


“Ada catatan transaksi yang ia lakukan Tuan. Tuan Jaxson memesan tiket ke Inggris dan keberangkatannya jam 15.00 tadi.” Jelas Virgo.


“Inggris?! Jaxson ke Inggris? Kamu tidak salah informasi kan Virgo?” Tanya Axelle memastikan.


“Tidak Tuan, itu semua real.”


“Baiklah pesankan aku dan Jarvis tiket ke Inggris sekarang juga, cari penerbangan paling awal.” Perintah Axelle.


“Baik Tuan.”


Axelle terus mondar mandir begitu juga dengan Jarvis.


“Axe mengapa dia pergi ke Inggris? Dia sangat anti untuk pergi ke sana bukan, ada apa sebenarnya sampai dia nekat terbang ke sana?”


“Jika aku tahu mana mungkin aku akan sepanik ini Jarv.” Celetuk Axelle.


Axelle lalu menghubungi Micha agar segera datang ke kantornya.


“Ada apa sayang? Mengapa kamu terlihat sangat gelisah?” Tanya Micha khawatir.


“Jaxson pergi ke Inggris sayang.” Jawabnya singkat.


“Lalu apa masalahanya?”


“Dia mempunyai trauma untuk ke Inggris sayang.”


“Trauma? Trauma bagaimana sayang, jangan setengah-setengah kamu menjelaskannya.” Kesal Micha.


“Sewaktu masih sekolah dulu dia pernah mengalami kecelakaan pesawat saat menuju Inggris untuk berlibur menjenguk Neneknya, dan dia tidak bilang kepada orang tuanya. Saat Jaxson di temukan dia penuh dengan luka parah dan dia koma sampai sebulan, saat dia tersadar Neneknya sudah pergi meninggalkannya. Neneknya sangat syok saat mendengar Jaxson yang sempat hilang karena kecelakaan pesawat itu, sehingga saat itu juga Nenek Jaxson meninggal dunia, maka dari itu Jaxson belum pernah ke sana lagi karena traumanya itu.” Jelas Axelle.


“Kalau begitu pasti ada alasan yang kuat sayang yang membuat Jaxson mengalahkan rasa traumanya sendiri.” Sahut Micha.


“Mungkin sayang, tapi alasan kuat apa yang membuat Jaxson berani mengambil resiko itu?”


.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Akun IG : @May_andyar


Akun FB : May Andyar


Alhamdulillah atas dukungan kalian selama ini, jangan bosan untuk menunggu, author tidak bisa up setiap hari hanya beberapa hari sekali up di karenakan kesibukan di dunia nyata dan satu kendala yang author selalu hadapi saat menulis rasa kantuk luar biasa yang sering menyerang, author hanya bisa menulis saat malam tiba karena siang hari full sama anak, karena hal itulah author sering ketiduran. Saya sungguh meminta maaf pada kalian semua, atas segala kekurangan saya yang masih belum bisa up secara teratur.🙏


Terima Kasih atas dukungan kalian yang tidak pernah putus 🙏🙏🤗